
Ketika Akbar hendak menghanpiri Riska, ia pun menghentikan langkah nya saat melihat Riska yang tengah menutup mata nya dengan wajah yang lesu.
"Kenapa gua selalu tidak bisa mengontrol emosi hanya karena hal sepele." Ucap batin Akbar.
Namun di saat Akbar bertengkar dengan diri nya sendiri, Riska pun memanggil Akbar dengan mata yang masih tertutup.
"Bee" Panggil nya lirih.
"Iya Bee, aku di sini." Balas Akbar yang kemudian menggenggam tangan Riska.
"Maafkan aku.." Ucap Riska yang masih menutup mata.
"Buka mata kamu Bee. lihat, aku sudah tidak marah lagi pada mu." Balas Akbar.
Kemudian, Riska pun membuka mata nya dan melihat Akbar yang kini sudah ada di hadapan dia. lalu Akbar membantu Riska untuk duduk bersandar dan saling berbincang.
"Bee, maafin aku ya, aku tidak bermaksud seperti itu. aku hanya khawatir dengan calon bayi kita, namun ego ku mengalahkan rasa khawatir ku." Ucap Akbar.
"Tidak apa-apa kok, mungkin memang ucapan kamu itu benar. aku belum pantas menjadi seorang Ibu, dan ucapan kamu tentang itu pun sudah ku terima tanpa harus di perpanjang lagi." Balas Riska.
"Andai aku tidak hamil sekarang, pasti kamu juga tidak akan berkata seperti itu kan?." Tanya Riska.
"Tidak Bee, aku bersyukur sebentar lagi aku akan menjadi seorang Papah. dan kamu adalah calon ibu terbaik Bee, kamu sudah melakukan yang terbaik dan akan tetap seperti itu." Jawab Akbar.
"Kamu tidak perlu membohongi diri kamu sendiri Bee. sekarang aku sudah gagal, tapi jika bayi ini lahir, aku akan membuktikan kalau aku bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk nya. aku memang tidak tau betul kasih sayang seorang ibu yang sebenarnya itu seperti apa, tapi aku akan belajar dari Bunda agar tidak selalu di pandang rendah hanya karena kesalahan kecil." Ucap Riska sambil tersenyum.
"Bee, tolong jangan menyalahkan diri sendiri, maafkan semua kata-kata ku sebelum nya, aku janji tidak akan mengulangi nya." Balas Akbar sambil menggenggam tangan Riska.
"Sudahlah Bee, kamu tidak salah. aku juga baik-baik saja dan tidak membesarkan masalah ini juga." Ucap Riska.
__ADS_1
Lalu Akbar langsung memeluk Riska dan mengelus rambut Riska yang memang tidaklah sebagus aktris pembawa iklan shampoo hehe.
Setelah itu, Akbar melepas pelukan nya dan membantu Riska untuk berbaring di kasur lagi.
"Bee, maafin aku ya. aku tidak akan mengulangi nya lagi, aku janji." Ucap Akbar lagi untuk kesekian kalinya lagi, lagi, dan lagi.
*Et dah, udah kayak lagu surat cinta untuk Akbar. eh maksudnya Starla* Tuh jadi ikutan gila kan Author nya😅😅.
"Woy!!, back to the novel Thor. canda mulu lu, komedian bukan jeh.." Celetuk Reader.
"Ya dah iya, kembali ke novel!!." Balas Author.
****
"Aku sudah memaafkan kamu kok Bee, yasudah sekarang lebih baik kamu istirahat dulu deh. dan kalau masih mau membahas hari ini, tunggu malam saja." Balas Riska yang mulai menutup mata nya.
"Baiklah, selamat tidur siang ya, cepat sembuh." Ucap Akbar yang kemudian mengecup bibir Riska.
..."Pembalap Itu Istri Ku"...
Satu minggu sudah berlalu..
Pagi itu Riska kembali merengek meminta sesuatu pada Akbar. namun kali ini Akbar ngeri-ngeri sedap untuk memenuhi nya.
"Bee.. ih kamu mah gitu." Rengek Riska.
"Ya tapi jangan minta itu juga dong, astoge itu kan bahaya." Balas Akbar.
"Dahlah kamu mah pelit, padahal ini kemauan Akbar junior." Ucap Riska
__ADS_1
"Hais, dah ah aku mau berangkat kerja dulu. kamu hati-hati di rumah ya, jangan nakal oke." Ucap Akbar.
"Ya.. ya.. ya.." Balas Riska yang mulai badmood.
Setelah itu, Riska pun mencium tangan Akbar dan di balas ciuman hangat di kening Riska dan perut nya yang membuncit. lalu Akbar langsung bergegas pergi melajukan mobil nya tanpa di dampingi Pak Nasik yang memang dia sudah tugaskan untuk stay di rumah guna membantu menyupirkan Riska jika ingin kemana-mana.
"Bunda.." Panggil Riska.
"Iya nak, ada apa pagi-pagi sudah terlihat badmood begitu hah?" Tanya Bunda Dele.
"Aku pengen baby tiger tapi Akbar tidak mau membawa atau membelikan nya untukku" Rengek Riska yang mengadu dengan manja pada Bunda Dele.
"Yaampun Nak, ya itu kan bahaya sayang. kalau kucing pasti Akbar masih bisa penuhi, tapi ini kan harimau weh.. lain lagi ceritanya" Balas Bunda Dele.
"Ya tapikan aku mau baby tiger Bunda." Rengek Riska lagi.
"Yasudah kapan-kapan kita ke zoo saja ya untuk melihat baby tiger di sana oke." Bujuk Bunda Dele sambil mengelus rambut Riska.
"Baiklah Bunda." Balas Riska yang terlihat murung.
"Udah jangan murung lagi ah, sekarang lebih baik kamu ke kamar dulu dan bersiap untuk check up kandungan dan kesehatan kamu oke." Titah Bunda Dele.
"Oke Bunda, selamat istirahat." Balas Riska.
Kemudian Riska pun ke kamar dan bersiap untuk check up. sedangkan Bunda Dele kini tengah melangkah ke dapur untuk mengambil salad buah yang kebetulan ada di kulkas.
Bersambung...
Ada-ada saja ya ngidam nya Riska hehe, kira-kira Akbar junior akan jadi apa ya sampai berani ingin bermain dengan baby tiger.
__ADS_1
Wah-wah.. Kalau penasaran, ikuti terus ya novel kesayangan kita semua yaitu "Pembalap Itu Istri Ku". dan jangan lupa di tekan tombol ❤ nya agar tidak tertinggal up novel kesayangan kita.
Baik, segini saja episode hari ini, jangan lupa di like, koment, rate, vote or gift ya gaes. dadah see you next episode...