Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Lamaran


__ADS_3

Pagi tiba..


Kini Akbar sudah ada di depan rumah Riska bersama Bunda Dele untuk meresmikan hubungan mereka menjadi lamaran suci.


"Kamu gugup sayang?" Tanya Bunda Dele.


"Enggak hehe." Jawab Akbar sambil menyengir kuda.


"Baiklah, ayo kita bertamu sejenak di rumah Laurent." Ajak Bunda Dele.


Lalu Akbar dan Bunda Dele pun keluar dari mobil, dengan Salim dan juga Renata yang memang keduanya adalah rekan kerja kepercayaan Bunda Dele sekaligus sahabat Akbar.


"Silahkan masuk Nyonya dan Tuan" Ucap salah satu Art di rumah Mr. Laurent.


Lalu Bunda Dele, Akbar, Salim dan Renata pun masuk ke dalam rumah. yang kemudian langsung di sambut oleh Mr. Laurent dan Kresna.


"Hai Laurent." Ucap Bunda Dele lalu cipika cipiki.


"Hai Del, lama tidak jumpa ya. kamu apa kabar?" Tanya Mr. Laurent.


"Baik Ren, oh ya dimana calon menantu ku?" Balik tanya Bunda Dele.


"Mungkin masih bersiap, maklum lah dia kan seperti Pria, pasti membutuhkan banyak waktu jika merias diri hehe." Jawab Mr. Laurent.


"Kamu ini ya bisa saja meledek nya." Ucap Bunda Dele.


"Aduh Bun, ini aku pegal loh pegang nih dua bucket, tidak di persilahkan duduk apa?" Ketus Salim.


"Eh iya astaga sampai lupa haha, yasudah silahkan duduk dulu ya kalian semua sambil menunggu My princess." Balas Mr. Laurent.


Lalu mereka pun duduk di sofa tamu dan menaruh beberapa seserahan kecil sebagai syarat lamaran untuk Riska.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Riska pun menuruni anak tangga satu persatu di bantu oleh dua Art setia di rumah Mr. Laurent.


Lalu semua orang yang tengah duduk pun langsung beranjak berdiri dan melihat kecantikkan Riska yang luar biasa tidak seperti biasa nya.


"Pagi Bunda, Bang Salim, Kak Renata dan Akbar, hehe selamat pagi juga Papah." Ucap Riska menyapa lalu mencium tangan Bunda Dele dan memeluk Mr. Laurent.


"Selamat pagi juga sayang" Balas Bunda Dele lalu cipika cipiki.


Setelah itu, Riska pun duduk bergabung dengan yang lain. dan di saat Bunda akan menjelaskan maksud kedatangan mereka, Akbar pun masih memandang Riska melamun dengan mulut terngaga karena kecantikan Riska.


"Bar, oey Akbar." Tegur Salim.


"Hais ini anak malu-maluin aja." Sambung Renata.


"Kalian ini seperti baru pertama kali kenal Akbar saja, nih begini nih cara sadarkan dia tuh." Ucap Riska lalu menginjak kaki Akbar dengan hils nya.


"Agchrr..." Teriak Akbar sambil memegangi kaki nya.


"Riska!!, yaampun" Tegur Mr. Laurent lalu menarik Riska ke samping nya.


"Hehe maaf Pah, Bunda maaf ya. habisnya lagi serius juga masih saja memandang nakal pada ku." Ucap Riska dengan ketus.


"Sudah-sudah, Bunda lanjut ya. begini Ren, maksud kedatangan aku dan Akbar kesini yaitu untuk melamar Putri mu Riska gundala putri untuk ku jadikan pasangan Putra ku Akbar pratama sanu sekaligus menantuku, apakah kamu bersedia menerima lamaran ini?" Tanya Bunda Dele.


"Jika aku bagaimana Putri ku saja. ehm.. sayang apa kamu menerima nya?" Tanya Mr. Laurent.


"Aku merasakan cinta pada mata Akbar, dan aku juga nyaman ketika bersama nya. maka dari itu, aku menerima lamaran ini Papah." Jawab Riska dengan senyum lebar.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah." Puji syukur Bunda Dele.


Setelah itu, Akbar pun mendekat pada Riska dan memakaikan sebuah cincin di jari manis Riska. dan lamaran itu pun terus berlanjut hingga Akbar dan Riska kini di berikan waktu untuk bicara berdua.


Dan mereka pun memutuskan untuk duduk di balkon sambil melihat pemandangan indah pepohonan di lantai dua.

__ADS_1


"Ehm.. terimakasih Akbar." Ucap Riska tanpa menoleh ke arah Akbar.


"Untuk apa?" Tanya Akbar.


"Ya lu sudah mau melamar gua dan menjanjikan pernikahan di waktu yang dekat ini. so gua sangatlah bahagia sekali atas semua ini." Jawab Riska.


"Jika memang cinta itu ada, maka untuk apa membohongi diri sendiri dan menutupi cinta yang tengah bersemi, bukan?" Tanya Akbar.


Lalu Riska pun hanya tersenyum manis pada Akbar dengan semua penuturan yang Akbar utarakan. namun tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang tengah mengepalkan tangan nya ketika melihat kebersamaan Akbar dan Riska.


"Awas kau" Ucap nya..


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Dan waktu pun terus berlalu..


Setelah puas berbincang, Akbar dan Riska pun kembali bergabung dengan Bunda Dele, Mr. Laurent, Salim dan Renata.


Setelah itu, Bunda Dele pun berpamitan pulang dan segera menyiapkan semua kebutuhan yang harus di penuhi dua keluarga ini nanti nya.


"Terimakasih Bunda." Ucap Riska.


"Bunda yang harusnya berterimakasih, karena kamu masih menerima Akbar walau dia sudah menyakiti mu." Balas Bunda.


"Sudah lupakan saja Bunda, itu kan sudah berlalu. kini masa depan sudah di depan kita bukan?, maka kita harus buat lembaran baru dan lupakan yang lalu." Ucap Riska.


"Kamu memang baik sayang, tidak salah Bunda memilih mu. ehm.. yasudah ya nanti kita bertemu lagi, sampai jumpa calon menantu ku dan besan." Balas Bunda.


Lalu Riska pun mengecup tangan Bunda dan tersenyum pada Akbar yang di balas senyum juga. setelah itu dua keluarga ini pun berpisah karena waktu yang memang harus di jaga baik-baik.


Bersambung..


..."Jika memang setia itu ada, maka aku akan terus setia tanpa harus menuntut mu untuk balik setia kepada ku."...

__ADS_1


..._Ar 29...


Thanks all, episode hari ini sudah selesai. terimakasih semua nya jangan lupa Like, koment, rate, vote or gift and fav love bila kau suka..


__ADS_2