
"Bee" Panggil Akbar.
"Ada apa Bee?" Jawab Riska.
"Kamu cantik Bee, terimakasih sudah mau berubah untuk ku." Ucap Akbar sambil mengelus pundak Riska.
"Terimakasih Bee, tapi maaf aku masih kecewa dengan kamu, aku juga perlu waktu untuk bisa memulihkan rasa sakit ku." Balas Riska yang kemudian pergi menghindar dari Akbar.
"Aku tau kesalahan aku sangatlah fatal Bee, tapi walau begitu aku yakin kamu pasti akan kembali membuka hati untuk ku." Ucap Akbar dalam batin nya.
^^^"Pembalap Itu Istri ku"^^^
Waktu terus berlalu, kini Riska yang pergi sudah sampai di sirkuit dengan Aidha yang ikut bersama nya. lalu Kresna yang sudah menunggu kedatangan Riska pun menggendong Aidha dan meminta Riska untuk bersiap.
"Ayo Ris, lu harus bersiap-siap dulu sebelum pertandingan nya di mulai." Ucap Kresna.
"Baiklah, tapi lu tolong jaga Aidha sampai putaran finish." Balas Riska.
"Lu tenang saja, Aidha pasti aman sama gua." Ucap Kresna.
Kemudian Riska pun pergi meninggalkan Aidha dengan Kresna di bangku penonton. lalu di saat Riska tengah bersiap-siap, tiba-tiba saja Galuh datang menghampiri Riska secara diam-diam.
"Lah lu ngapain di sini Gal?" Tanya Riska.
"Sorry Ris, gua lupa menyampaikan sedikit perkembangan kasus Rabella." Jawab Galuh.
"Tolong jelaskan sedikit maksud dari kata-kata lu, gua tidak paham." Ucap Riska.
"Baiklah, Rabella sudah mendapat pengacara. dan pengacara itu bukanlah pengacara biasa." Balas Galuh.
"Lu tidak usah khawatir Gal, siapapun dia pasti akan gua taklukan." Ucap Riska dengan tangan yang mengepal menahan kesal.
__ADS_1
"Baiklah, tapi Akbar kenapa bisa kelolosan seperti ini Ris?." Tanya Galuh.
"Karena cinta membutakan segalanya." Jawab Riska sambil memakai sarung tangan.
"Ehm.. lu yang sabar ya Ris, gua yakin you can do it." Ucap Galuh.
"No problem to me Gal, yang penting buat gua sekarang cuma kebahagiaan Aidha." Balas Riska dengan senyum palsu nya.
"Yasudah gua ke sirkuit dulu ya, tolong awasi rabella dan jagalah Aidha untuk gua."Sambung Riska yang kemudian pergi melaju ke sirkuit.
" Gua paham perasaan lu Ris, dan gua janji akan menjaga keluarga kita dengan baik." Ucap Galuh dengan senyap tanpa ada yang mendengar nya.
^^^"Pembalap Itu Istri ku"^^^
Kini Riska sudah ada di sirkuit dengan semua orang yang ikut dalam lomba hari ini, lalu seorang wanita cantik pun mengibarkan bendera di tengah-tengah mereka. hingga aba-aba pun mulai bersiap dan satu tembakkan pistol pun berhsil di luncurkan, yang menandakan bahwa perlombaan telah di mulai.
Lalu Riska pun langsung melajukan motor sport nya tanpa lagi sabar. namun di sisi lain, Akbar yang baru saja mendapat kabar Riska tengah balapan pun segera lari menuju mobil dan pergi tanpa lagi salam pada Bunda Dele.
Hingga kemudian Riska yang terus memimpin pertandingan ini pun harus menghentikkan laju motor nya karena kepala nya tiba-tiba pusing. Lalau Kresna dan para pendukung Riska pun terus menyemangati Riska di atas panggung.
Lantas Riska pun segera bangkit dari rasa sakit nya dan kembali melajukan motor nya dengan kecepatan di atas rata-rata. hingga Riska kembali memenangkan pertandingan di sirkuit kali ini.
Lalu Kresna dan para pendukung Riska pun bersorak meriah sambil meneriaki nama Riska. namun ketika Riska turun dari motor, mata nya pun terhenti di satu titik, yaitu dimana kini Akbar berdiri, di situlah Riska menatapkan mata nya dengan tatapan emosi dan juga sedih.
"Aku kan sudah bilang, jangan pernah balapan lagi. ini bisa membahayakan nyawa kamu Bee." Ucap Akbar sambil menghampiri Riska.
"Dan aku sudah bilang juga kalau aku tidak mau kamu atur dan batasi tentang hobby ku.." Balas Riska.
"Aku tidak peduli akan hal itu, yang pasti kamu istriku. dan sudah seharusnya kamu patuh pada suami." Ucap Akbar sambil menatap Riska dengan tajam.
Lalu Riska pun hanya diam dan menatap Akbar balik dengan tatapan yang belum pernah Akbar lihat sebelum nya. kemudian Akbar yang semakin kesal pun langsung menarik tangan Riska yang kemudian di tepis begitu saja oleh Riska.
__ADS_1
"Kamu memang suami ku, tapi aku sebagai istri pun memiliki hak atas kebahagiaan ku. jika kamu saja bisa menikah tanpa mencintai istri mu, maka aku juga bisa melakukan hobby ku tanpa izin mu yang pasti akan menyakiti ku." Ucap Riska yang kemudian menutup matanya sejenak karena merasakan sakit di kepala nya.
Kemudian suara panggilan untuk Riska pun terdengar, hingga Riska langsung pergi menuju tangga sang juara. lalu Kresna yang berada di atas panggung pun langsung menghampiri Akbar bersama Aidha yang sedari tadi dia gendong.
"Kenapa lu selalu mendukung keputusan Riska si Res?." Tanya Akbar.
"Karena gua mau adik gua bahagia di saat pikirannya penuh dengan hal negatif, dan juga hatinya tidak sedang baik-baik saja Bar." Jawab Kresna sambil menatap Riska yang begitu ceria.
"Tapi lu kan tau ini semua tidak baik untuk Riska, dan juga Riska kini sudah jadi istri gua, maka dia harus berbakti dengan gua Res." Ucap Akbar.
"Berbakti dalam segi apa Bar?. selama ini Riska sudah menjadi istri yang baik, bahkan dia rela menjadi istri lu tanpa mendapatkan cinta dari lu." Balas Kresna yang masih terus menatap Riska.
"Setiap hari lu sibuk, bahkan ketika lu emosi Riska hanya bisa menahan sakit dan tangis nya. Apalagi ketika dia tau lu belum juga mencintai nya, dia hanya bisa menahan sesak dan sakit kepala nya setiap pikirannya sakit Bar." Sambung Kresna.
Dan dari situlah Akbar kembali berpikir kalau ucapan Kresna ada benar nya. hingga ketika Riska selesai mendapat penghargaan, ia pun langsung menghampiri Kresna dan Akbar. lalu Riska menggendong Aidha dan memberikannya boneka kecil.
"Kemenangan ini adalah kemenangan pertama yang Mama persembahkan untuk Aidha, kamu bahagiakan sayank?." Tanya Riska pada Aidha sambil tersenyum.
"Yayaya..." Jawab Aidha sambil tertawa senang.
"Oh ya Res, thanks ya sudah jaga Aidha. and Bee, boleh gendong Aidha dulu?." Tanya Riska.
Kemudian Akbar langsung meraih Aidha tanpa menjawab pertanyaan Riska. laluRiska pun hanya tersenyum dan langsung ke ruang ganti untuk bertukar baju dengan baju sebelum nya.
Namun ketika Akbar dan Kresna asik mengobrol , team medis pun langsung berlarian menuju ruang ganti Riska. lalu Akbar dan Kresna pun langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi.
^^^Bersambung... ^^^
Maaf ya aku baru sempat update, karena satu minggu kemarin tengah mengurus real. And satu minggu sebelum mengurus Real pun aku tidaklah sehat dan harus isolasi.
Terimakasih semua yang masih menunggu up novel ku. See you next episode.
__ADS_1