Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Kabar gembira


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu..


Setelah banyak nya lika-liku cobaan pernikahan, Akbar pun pergi ke rumah Tuan Laurent untuk kesekian kali nya. namun saat ia hendak mengetuk pintu, tiba-tiba Tuan Laurent sudah membuka pintu dan langsung berdiri di hadapan Akbar.


"Untuk apa kamu datang kesini?." Tanya Tuan Laurent.


"Papah tolong maafkan aku." Jawab Akbar yang kemudian berlutut di kaki Tuan Laurent.


"Pergi dari sini, aku memang mengizinkan putri ku untuk bersamamu di kantor, namun aku tau kalau keputusan ku kala itu salah telau menikahkan kalian." Usir Tuan Laurent.


"Tolong beri aku kesempatan Pah, aku tidak akan mengecewakan Riska lagi aku janji." Ucap Akbar.


Lalu saat Tuan Laurent hendak mengusir Akbar secara paksa, tiba-tiba Riska memeluk Tuan Laurent dari belakang.


"Papah, tolong maafkan Akbar dan berikan ia kesempatan sekali lagi. aku tidak ingin berlian ini merasakan apa yang aku rasakan Pah." Pinta Riska dengan pelan pada Tuan Laurent.


"Tapi sayang, jika kamu terus dengan nya, maka kamu tidak akan bahagia." Balas Tuan Laurent.


"Pah, tolong beri Akbar kesempatan, dan jika Akbar mengulangi kesalahan yang sama, aku janji akan langsung meninggalkan nya dan kembali ke rumah ini." Ucap Riska yang menegaskan Tuan Laurent.


Kemudian, Tuan Laurent yang menyayangi Riska pun menyetujui permintaan Riska. lalu setelah itu, ia pun menarik Akbar untuk berdiri.


"Baik, aku akan memberikan mu kesempatan kedua. tapi jika sekali lagi kamu membuat Riska menangis, aku tidak akan segan-segan membunuh mu." Ancam Tuan Laurent.


"Aku janji Pah, tolong percayakan semua nya pada ku." Balas Akbar.


Dan setelah Tuan Laurent mengambil keputusan, Riska pun pamit dan masuk ke dalam mobil dengan Akbar. lalu Akbar pun mengemudikan mobil itu menuju rumah nya.


Dua jam kemudian..


Riska dan Akbar pun sampai di rumah Pratama Familly. setelah itu, Akbar memarkirkan mobil nya dan membukakan pintu untuk Riska.


Lalu Riska pun keluar dari dalam mobil dan melangkah bersamaan dengan Akbar menuju rumah Pratama yang sudah ia tinggalkan satu bulan lama nya.


Dan Bik ambar yang sudah menyambutnya pun menyuruh seluruh Art menyambut Riska dan Akbar, lalu membukakan pintu untuk mereka.


"Bik" Ucap Riska lalu memeluk Bik Ambar.


"Jangan Non nanti kotor." Balas Bik Ambar.


"Tidak apa-apa Bik." Ucap Riska lalu melepas pelukan nya.


"Nona apa kabar?." Tanya Bik Ambar.


"Kabar baik Bik, Bik Ambar sendiri apa kabar?." Tanya balik Riska.


"Insyaallah sehat Bibik juga." Jawab Bik Ambar.


Setelah itu, Bik Ambar pun melihat ke arah perut Riska yang sedikit membuncit. namun ia hanya diam karena ia berpikir kalau ini bukan saat yang tepat mengobrol lama-lama dengan Nona muda nya.


"Kenapa Bik?, kok bengong." Tanya Riska.


"Tidak apa-apa Non, silahkan masuk Non." Jawan Bik Ambar.


Lalu Riska pun melanjutkan langkah nya dengan Akbar menuju dalam rumah. dan setelah itu, ia pun melihat sosok Bunda Del yang ia rindukan selama tinggal di rumah Tuan Laurent.

__ADS_1


"Bunda tau putri ku pasti akan kembali pada Bunda nya." Ucap Bunda Del yang langsung memeluk Riska.


"Maafin aku ya Bunda." Balas Riska yang membalas pelukan Bunda Del.


"Bunda yang harusnya minta maaf Nak, karena keputusan Bunda lah kamu jadi merasakan semua ini." Ucap Bunda Del.


Dan kemudian, mereka pun kini kembali tinggal bersama dan mencoba membuka lembaran baru yang insyaallah lebih banyak senyuman di banding tangisan seperti hal nya lembaran lama yang harus di buang jauh tanpa jejak.


Satu bulan kini kembali sudah di lalui Riska di rumah Pratama..


Kini Riska dan Akbar berada di rumah bersama Kresna yang tengah berkunjung untuk menengok Riska atas perintah Tuan Laurent.


"Ehm.. apa kabar Ris?." Tanya Kresna yang kemudian memeluk Riska lalu melepas nya.


"Baik Res, lu sendiri bagaimana?." Jawab Riska.


"Not to bad. oh ya, bagaimana kabar jagoan gua, dia gak nakal kan?." Tanya Kresna.


"Jagoan?, maksud lu gua?." Tanya Akbar yang tengah melangkah menghampiri mereka.


"Bukan lu." Jawab Kresna.


"Kalau bukan gua, terus siapa?." Tanya Akbar sambil menyeruput kopi yang ia pegang.


"Sebaiknya kita mengobrol sambil duduk saja, masa mau ngobrol di depan pintu begini." Ajak Riska.


Lalu mereka pun duduk di sofa dan menikmati jus dan camilan yang sudah di siapkan oleh Riska sebelum Kresna sampai di rumah Pratama.


"Tadi lu bilang jagoan, yang lu maksud jagoan itu siapa kalau bukan gua?." Tanya Akbar lagi.


"Ehm.. apa lu tidak tau kalau Riska tengah mengandung Anak lu hah?." Tanya balik Kresna.


"Anak?, kamu hamil?." Tanya Akbar sambil menatap Riska dengan wajah kaget nya.


"Iya sayang." Jawab Riska.


"Kenapa kamu tidak bilang?, berapa bulan usia kandungan nya hah?." Tanya Akbar yang begitu senang.


"Usia kandungan nya sudah dua bulan dua minggu." Jawab Riska.


Lalu Akbar yang bahagia pun langsung memeluk Riska dan memberikan satu kecupan manis di bibir nya. sedangkan Kresna yang melihat keromantisan itu pun hanya tersenyum sambil menikmati jus yang tadi Riska buat.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau tengah mengandung sayang?." Tanya Akbar.


"Aku punya alasan atas itu sayang." Jawab Riska.


"Tolong jelaskan alasan nya." Ucap Akbar.


"Baiklah" Jawab Riska.


Kemudian Riska pun berbaring dan menaruh kepala nya di paha Akbar dengan raut muka yang dingin, dan mata yang sudah berlinang air mata.


*Flashback on"


Dua bulan yang lalu ketika Riska tengah sakit.

__ADS_1


Terlihatlah seorang Dokter hendak menghampiri Akbar, namun Riska menghentikan langkah Dokter. hingga Dokter pun menghentikan langkah nya dan menggenggam tangan Riska.


"Ada apa Nona?." Tanya Dokter.


"Dok, sebenarnya apa yang tengah ku alami saat ini?." Tanya Riska yang baru saja siuman.


"Selamat ya Nona, anda tengah mengandung, dan usia kandungan Anda sudah dua minggu lama nya. namun Non, kami juga mempunyai kabar yang tidak enak juga." Jawab Dokter.


"Ehm.. apa itu Dok?." Tanya Riska lagi.


"Syaraf pada otak anda semakin parah, kami ingin melakukan sken ulang pada kepala Nona namun setelah dua bulan ya Non. karena Nona juga perlu mengistirahatkan otak setelah banyak melakukan check up rutin setiap bulan." Jawab Dokter.


"Apa penyakit syaraf ku tidak akan membahayakan janin ku Dok?, lalu penyakit ginjal ku juga apa semua tidak akan menghambat janin ku untuk tumbuh Dok?." Tanya Riska yang khawatir.


"Insyaallah tidak, saya akan membuatkan resep agar Nona muda dan Janin Nona sehat nanti. sekarang Nona istirahat dulu ya, dan Tuan muda nanti akan saya panggil agar Nona muda lebih tenang." Jawab Dokter.


"Tapi Dok, tolong rahasiakan kehamilan ku pada Akbar. aku tidak ingin dia khawatir atas penyakitku lalu tambah khawatir karena kehamilan ku." Pinta Riska.


"Tapi Nona, anda membutuhkan Tuan di saat seperti ini." Balas Dokter.


"Aku mohon." Pinta Riska sekali lagi.


Lalu Dokter pun menyetujui keinginan Riska. dan dari situlah Riska mulai menjaga janin nya sendiri walau harus mendapat banyak tekanan dari Akbar karena perasaan Akbar yang masih belum bisa memilih akan kekasih nya atau istri nya.


Flashback off


"Maafkan aku." Ucap Akbar yang semakin menyesali perbuatan nya.


"Tidak apa-apa sayang, yang penting jagoan kita baik-baik saja. bahkan di saat Ibu nya merasa depresi pun ia sangatlah baik dan tidak pernah mengeluh akan itu." Balas Riska.


"Memanglah dia kuat saat di depan Ayah nya. namun saat di depan gua, pasti selalu mengeluh dan banyak meminta haha." Celetuk Kresna.


"Kresna!" Bentak Riska.


"Tuh, galak dia Bar, sama kayak Ibu nya." Celetuk Kresna lagi.


"Hehmmmm!!!!" Geram Riska.


Lalu Akbar pun kaget saat Riska kini tengah menghampiri Kresna dan menjambak-jambak rambut nya. bahkan Riska tidak segan mencubiti badan Kresna jika geram.


"Adaw!! woy udah.. sakit pijay!." Teriak Kresna.


"Heh!." Geram Riska lalu kembali menghampiri Akbar.


Namun Akbar hanya diam saja karena kaget melihat emosi Riska yang meningkat dua kali lipat dari sebelum nya. Akan tetapi, Kresna yang sudah terbiasa dengan kondisi Riska yang sekarang pun hanya tertawa kecil karena ia menyukai Riska ketika tengah marah.


"Gila ya lu" Ucap Riska.


"Haha, kalau lu marah lebih baik dari pada sok pura-pura anggun." Balas Kresna.


Lalu Kresna pun pamit pulang setelah menengok Riska dan memastikannya baik-baik saja. dan setelah Kresna pulang, Akbar pun jadi lebih over protektif karena Riska tengah hamil.


Bersambung..


Acie dah mau punya dedek aja nih Riska hehe. semoga lancar ya sampai lahir nanti.

__ADS_1


hehe wah nih para readers pasti abis liburan hiling hiling nih sama ayank dan keluarga hehe. acie...


Wah wah wah Happy monthversarry juga loh buat si othor sama pasangan hehe. Semoga langgeng terus ya sayang sampai nanti ke pelaminan and until jannah🥰


__ADS_2