Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Rahasia Raihan.


__ADS_3

Pagi hari tiba..


Raihan yang masih terlelap tidur pun harus membuka matanya ketika sebuah tangan lembut menyentuh wajah nya.


"Ehm.."


"Selamat pagi Ayank, yuk bangun sudah pagi. Reival sudah menunggu untuk sarapan juga di bawah." Ucap Riska sambil tersenyum.


"Selamat pagi juga Ayank, iya maaf aku tidur terlalu lelap sampai lupa hari sudah berganti." Balas Raihan.


"Yasudah kalau begitu aku siapkan baju Ayank dulu ya. Ayank mandi saja, air hangat nya sudah aku siapkan." Ucap Riska yang kemudian beranjak dari tempat tidur.


Namun ketika Riska hendak menurunkan kaki nya, Raihan pun menahan tangan Riska dan menariknya perlahan hingga Riska pun berbaring di samping Raihan.


"Ada apa Ayank?." Tanya Riska sambil tersenyum dan menatap Raihan.


"Tidak apa-apa Ayank, aku seperti masih tidak percaya kalau kita sudah bersanding sekarang, bahkan ini semua seolah seperti mimpi.." Jawab Raihan.


"Baiklah, mari aku yakinkan kembali kalau ini bukan mimpi." Ucap Riska.


Kemudian Riska masuk ke dalam selimut dan naik ke atas tubuh kekar Raihan. lalu duduk di pinggang Raihan sambil membuka kancing kemeja nya.


"Ayank mau apa?." Tanya Raihan yang kaget melihat Riska yang agresif.


Namun Riska tidak menjawab sepatah kata pun dari pertanyaan Raihan. setelah itu, Riska memb*ka helai demi helai paka*an yang ia gunakan.


Dan langsung memulai nya lebih dulu tanpa lagi bertanya pada Raihan. setelah mengg*yangkan ping**l nya dengan pelan, Raihan pun menarik tubuh Riska dan memberikan sebuah ci*man yang panas.


"Agh.. Muach.." Des*h Riska.


"Agh.. gantian Ayank." Ucap Raihan.


"I.. iya Ayank.. Ehm.. agh.." Balas Riska di sela-sela permainan itu.

__ADS_1


Kemudian Raihan pun memeluk tubuh Riska dan mengg**ngkan ping**l nya dengan perlahan hingga kembalilah mereka mandi keringat.


"Ehm.. sudah Ayank, sudah cukup." Ucap Raihan.


"Iya Ayank. sekarang sudah bukan mimpi kan Ayank." Balas Riska.


"Harusnya tidak usah seperti itu juga Ayank, aku juga hanya tidak menyangka saja tapi malah dapat bonus, haha" Ucap Raihan sambil tertawa kecil.


"Dasar Ayank, yasudah ayok mandi dulu." Ajak Riska sambil menarik tangan Raihan.


Kemudian Raihan pun mandi, begitu juga dengan Riska yang ikut mandi lagi karena permainan pagi tadi.


......... Pembalap itu istriku ......


Di sisi lain dimana ketika Riska dan Raihan bahagia, ternyata Akbar masihlah tidak bisa move on dari Riska. bahkan ia mengalami depresi akibat terus memikirkan Riska dan mengikuti obsesi nya untuk membuat Riska benci pada Raihan.


Dan karena pagi itu sangatlah baik cuaca nya, Akbar pun menyuruh salah satu anak buahnya yang ia kirim ke perusahaan Raihan untuk memindahkan sebuah video rahasia Raihan untuk nya.


"Baik Tuan." Balas wanita itu.


Dan tanpa berselang lama, data itu pun sudah berpindah ke flasdisk wanita itu. dan kemudian setelah selesai, wanita itu pun segera kembali ke ruangan nya dan memindahkan isi data dari flashdisk ke laptop.


"Baiklah Tuan, data sudah saya pindahkan ke laptop. tolong di check di email Tuan sekarang karena saya sedang mengirim data ini ke email." Pesan wanita itu.


"Terimakasih" Balas Akbar.


Kemudian Akbar segera melihat data yang sudah di kirim ke email nya yang berisikan sebuah video tidak biasa dan sebuah pesan singkat Raihan yang di satukan dalam sebuah dokumen.


"Lu pikir lu bisa begitu saja mengambil Riska dari gua?, tidak akan semudah itu Raihan." Ucap Akbar di dalam hati dan pikirannya.


Lalu setelah tau isi dari dokument itu, Akbar langsung mengirim data dokument itu ke email Riska dengan akun yang pasti tidak mudah orang dapat melacak nya.


Hingga di sisi lain, dimana Riska dan Raihan tengah memakai pakaian, Riska yang kebetulan mendengar notif email handphone pun segera membuka kiriman email itu karena takut ada hal penting.

__ADS_1


"Kenapa Ayank?." Tanya Raihan.


Namun Riska hanya diam setelah melihat video dan pesan singkat yang ada di dokument itu. lalu Raihan yang bertanya tanpa ada jawaban pun langsung menghampiri Riska yang diam.


"Ayank.. kok diam saja." Ucap Raihan.


"Ini video apa Ayank?." Tanya Riska yang langsung menunjukkan video itu pada Raihan.


"Hah, kamu dapat dari mana!!?." Balik tanya Raihan yang kaget.


"Ehm.. aku tidak mengenal siapa yang mengirim ini semua, tapi aku hanya ingin jawaban dari kamu saja. siapa wanita yang ada di dalam video ini?, dan kenapa kamu membunuh nya setelah melakukan dosa besar ini?, dan kenapa kamu membuat video gila ini?." Tanya Riska dengan wajah yang mulai sedikit tegang karena menahan sakit di dada nya.


"Maaf Ayank, ini video sudah lama sekali. dan aku melakukan semua ini karena tugas dari paman Laurent. aku tidak berniat menodai nya, namun wanita itu yang memulai dan aku hanya mengikuti arahannya agar ia tidak curiga." Jawab Raihan dengan tenang agar Riska tidak merasa tertekan dan berusaha menjaga emosi Riska.


"Lalu karena tujuan ku untuk menghabisi wanita itu, jadi aku habisi dia ketika dia lengah dan sengaja membuat video itu untuk di kirim pada Paman Laurent sebagai bukti kuat atas rahasia wanita itu." Sambung Raihan.


"Tapi kenapa alasan Papah membunuh wanita ini Ayank?, sedangkan dia adalah adik Papah Laurent sendiri." Tanya Riska sambil meneteskan air mata.


"Ayank yang tenang Ayank, paman melakukan ini karena wanita itu adalah orang di balik tragedi kecelakaan orang tua Ayank sebelumnya." Jawab Laurent dengan jujur.


"Apa!!." Teriak Riska.


"Ayank, ayah dan ibu tidaklah meninggal karena kecelakaan, tapi karena wanita itu yang mencintai ayah namun tidak bisa mendapatkan nya. sehingga ia memiliki dendam untuk membunuh ayah dan ibu. coba Ayank baca pesan yang ada di dokument itu, isi pesan itu adalah sebuah gambar tulisan tangan dari wanita itu." Titah Raihan.


Kemudian Riska pun membaca dengan baik isi pesan dari dokument yang di kirim di email nya itu.


Isi pesan


*Kau harus mati Gundala, karena jika aku tidak bisa mendapatkan kamu, maka dia pun tidak bisa mendapatkan kamu.*


Lalu Riska yang semakin pusing dengan kenyataan pahit itu pun lemas bahkan menjatuhkan handphone nya. kemudian Raihan pun langsung menggendong Riska dan membaringkan nya di tempat tidur.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2