Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Kemiripan Aidha dan Riska


__ADS_3

Hingga akhirnya Akbar memutuskan untuk membaringkan Aidha yang sedari tadi anteng tidur tanpa terganggu sedikit pun.


Lalu Akbar kembali membawa sehelai kain yang sebelum nya ia ambil untuk menahan potensi keluarnya darah. kemudian Akbar menggendong Riska dan membantunya untuk duduk di kasur.


"Kamu tunggu dulu ya Bee, aku akan panggilkan Dokter pribadi kita dulu oke." Ucap Akbar.


"Iya Bee, kamu tenang saja, ini hanya luka kecil kok." Balas Riska sambil tersenyum.


Lalu di saat Akbar menelepon Dokter, Bunda Dele yang mendengar keributan di kamar Akbar pun memutuskan untuk menghampiri anak, menantu dan juga cucu nya itu.


Dan setelah itu, Bunda Dele pun kaget melihat kamar sudah berantakkan beserta menantu nya yang kini ripuh dengan darah yang sudah menyelimuti area punggung nya.


"Astagfirullah... apa yang terjadi nak?." Tanya Bunda Dele yang masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu kamar.


"Aidha hampir di culik Bunda." Jawab Riska yang kini tengah mengelus rambut halus Aidha.


"Tapi semua baik-baik saja kan?, dan itu punggung kamu kenapa?." Tanya Bunda Dele yang semakin di buat panik.


"Hanya tertusuk sedikit Bun. sudah jangan khawatir oke, sebentar lagi juga Dokter akan datang kesini." Jawab Riska sambil menenangkan Bunda Dele.


Kemudian Akbar yang sudah menelepon Dokter pun menghampiri Riska dan berdiri di samping Riska sambil menyandarkan kepala Riska ke tubuh nya yang kekar. sedangkan Bunda Dele kini tengah menggendong Aidha yang benar-benar tenang tanpa terganggu sedikit pun.


"Ehm.. di saat orang tua mu panik, kamu kenapa begitu tenang sekali nak?." Tanya Bunda Dele dalam batin nya.


"Melihat mu kini seperti Omah tengah melihat ibu mu yang sangat tenang dalam kondisi apapun yang tengah ia hadapi. ehmm.., dan kini karena ayah dan ibu mu melindungi kamu, ibu mu harus mengalami luka lagi untuk kesekian kalinya." Sambung Bunda Dele dalam batin nya.


"Tidak usah khawatir Bunda, sekarang Bunda istirahat lagi saja. hari masih malam dan Bunda juga pasti capek kan mengurus kantor dan juga cucu bunda yang kadang suka merepotkan Bunda hehe." Titah Riska yang membubarkan pikiran Bunda Dele.


"Hehe iya sayang, tapi biarlah, Bunda mau memastikan dulu kamu baik-baik saja baru Bunda bisa tidur nyenyak." Balas Bunda Dele.


Lalu suasana pun menjadi hening, hingga keheningan itu di bubarkan oleh suara bel rumah. kemudian Pak Nasik yang kebetulan tengah mengambil segelas air karena haus pun langsung sigap membukakan pintu.


"Malam" Ucap Dokter.


"Malam Dok, loh ada apa iki kok datang malam-malam begini Dok?." Tanya Pak Nasik dengan logat jawa nya yang medok.


"Tadi saya di hubungi Tuan muda Pak, apakah Tuan muda ada di dalam?." Jawab Dokter.


"Oh begitu, siapa pula yang sakit toh. ayo silahkan masuk Dok, dan tunggu dulu sejenak ya Dok karena saya mau memanggilkan Tuan Dulu." Ucap Pak Nasik.

__ADS_1


"Terimakasih" Balas Dokter yang kemudian duduk di sofa.


Lalu Pak Nasik pun pergi menuju kamar Riska dan Akbar. kemudian setelah sampai di depan pintu kamar, Pak Nasik pun mengetuk pintu nya.


"Ada apa Pak Nasik?." Tanya Akbar yang kini sudah membuka pintu.


"Maaf saya mengganggu istirahat Tuan muda, dan saya kesini hanya ingin menyampaikan kalau Dokter sudah sampai di sini." Jawab Pak Nasik.


"Terimakasih informasi nya Pak. ehm.. Bunda, Bee, aku ke bawah dulu ya menjemput Dokter." Ucap Akbar.


"Okey" Balas Riska.


Lalu Akbar segera pergi untuk memanggil Dokter. hingga tak butuh waktu lama Dokter pun tiba di kamar dan langsung menangani Akbar.


"Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit saja Nak?, Bunda takut luka nya sangat dalam dan Riska kehilangan banyak darah." Ucap Bunda Dele yang sangat khawatir.


"Tidak apa-apa Bun, aku masih kuat. lupakan luka ku, yang penting Aidha baik-baik saja." Balas Riska yang tengah di tangani Dokter.


"Tapi ada baiknya juga ucapan Nyonya Non, luka anda begitu dalam dan anda juga membutuhkan banyak darah untuk menambah darah anda yang sudah banyak terbuang." Ucap Bunda Dele.


"Sudah Dok, anda juga tidak usah khawatir. semua akan baik-baik saja ok." Balas Riska yang menenangkan semua orang.


"Alhamdulillah semua sudah selesai, apakah pundak anda terasa pegal Nona muda?." Tanya Dokter.


"Hanya sedikit saja, terimakasih ya Dok." Jawab Riska.


"Baiklah kalau begitu saya pamit dulu ya, karena hari sudah sangat malam." Izin Dokter.


"Oke Dok." Balas Riska.


"Tuan muda, Nyonya, saya pamit dulu." Izin Dokter.


"Terimakasih Dok." Ucap Bunda Dele dan Akbar bersamaan.


"Baiklah kalau begitu saya suruh Pak Nasik untuk mengantar anda ya Dok. maaf kami merepotkan anda malam-malam begini." Ucap Akbar.


"Tidak apa-apa Tuan muda, ini sudah tugas saya sebagai Dokter pribadi Tuan Pratama dan keluarga nya, jadi bagi saya tidak ada yang merepotkan." Balas Dokter.


"Ehm... terimakasih ya Dok sekali lagi, mari saya antar dulu." Ucap Akbar.

__ADS_1


"Hati-hati ya Dok." Ucap Bunda Dele dan Riska.


Lalu Akbar pun pergi mengantar Dokter menuju mobil pribadi nya. setelah itu, Dokter pun pergi dengan Pak Nasik yang sebelumnya Akbar suruh antar Dokter sampai tujuan nya.


"Pembalap Itu Istri Ku"


Keesokan hari nya..


Riska tengah memberikan Aidha nutrisi. sedangkan Akbar kini tengah membantu Bunda Dele menyiapkan air hangat ke bak kecil untuk mandi buah hati nya.


"Cukup belum Bun segini?." Tanya Akbar.


"Sudah sayang." Jawab Bunda Dele.


"Yasudah aku ambil Aidha dulu ya Bunda." Ucap Akbar.


"Baiklah hati-hati gendong nya, jangan sampai salah gendong karena tulang-tulang Aidha masih sangat rentan." Balas Bunda.


Lalu Akbar mengangguk dan langsung pergi menghampiri Riska dan Aidha. kemudian ia menunggu Aidha yang masih meminum nutrisi pagi nya.


"Ehm.." Suara Aidha.


"Masih belum kenyang kah anak papah mimi nya?." Tanya Akbar sambil mengelus pipi Aidha.


"Belum papah, Aidha masih lapar hehe." Jawab Riska.


"Dasar, oh ya sayang Bunda sudah menunggu untuk memandikan Aidha." Ucap Akbar.


"Okeylah kalau begitu tunggu sebentar lagi ya, nanti kalau Aidha sudah melepas, langsung saja kamu timang sebentar dan bawa dia ke Bunda." Balas Riska.


"Baiklah aku tunggu sebentar lagi." Ucap Akbar.


Dan tidak lama kemudian, Aidha pun melepaskan nutrisi pagi nya. lalu Akbar menimang nya sejenak dan membawa nya kepada Bunda sesuai arahan Riska sebelum nya.


Setelah itu, Aidha pun di mandikan oleh Bunda Dele. dia tidak menangis sedikit pun dan hanya diam saja walau kedinginan. sedangkan Riska kini tengah di suapi Akbar untuk sarapan sejenak karena ia tau pasti Riska mudah lapar sekarang.


Bersambung...


"Sebesar apapun luka ku, semua tidak akan sakit selagi orang yang aku sayang baik-baik saja. dan apapun penyakit ku, aku tidak akan tersiksa menahan sakit nya jikalau keluarga kecil ku masih setia menemani ku."

__ADS_1


_Riska "16'07'22"


__ADS_2