Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Tolong bertahanlah


__ADS_3

^^^Pagi wahai pujaan hati.. ^^^


^^^Happy Anniversarry that is to 46 Month. ^^^


^^^Terimakasih sudah bertahan sejauh ini dengan ku ya sayang🥰, dan doa ku ada di setiap sujudku dan setiap langkah ku. intinya kau harus berjuang untuk dirimu dan masa depan mu, kamu bahagia aku pun akan lebih bahagia lagi. sekali lagi happy Anniversarry that is to 46Month baybih,🥰.^^^


Yuks next happy reading all.


Cukup lama waktu Akbar tempuh. akhir nya dia pun sampai di rumah sakit yang Kresna beritau.


"Sus, ruang UGD dimana?" Tanya Akbar dengan panik.


"Lurus saja Pak nanti belok kiri." Jawab Suster.


"Terimakasih" Ucap Akbar lalu bergegas pergi menuju UGD.


Sesampai nya di depan UGD, dia pun langsung menghampiri Kresna yang berdiri mundar mandir tidak jelas.


"Ah akhirnya lu datang juga." Ucap Kresna.


"Bagaimana kondisi Riska?, dia baik-baik saja kan?" Tanya Akbar.


"Riska masih di tangani Dokter Bar." Jawab Kresna.


Lalu Akbar pun prustasi dan tidak tenang. karena tanpa dia sadari, kini sudah ada rasa cinta untuk Riska. namun semua terhalang ego yang luar biasa.


"Lu yang sabar Bar, gua yakin Riska kuat." Ucap Kresna mencoba menenangkan Akbar.


"Bagaimana gua akan tenang jika Istri gua saja ada di dalam sana." Balas Akbar dengan tatapan mata yang kosong.


"Sekarang gua tanya, kenapa lu membuat nya kecewa?. karena Riska tidak mungkin balap jika tidak sedang butuh uang atau kecewa." Tanya Kresna.


Namun Akbar hanya diam dan merenung kan pertanyaan Kresna. hingga Kresna memaklumi nya dan menepuk-nepuk pundak Akbar untuk menenangkan nya.


"Gua tau lu lagi ada masalah tapi lu berdua saling menjaga nama baik kalian kan?. dan saran gua, lu harus lebih mengerti Riska ya Bar, karena dia tidak seperti wanita yang lain." Ucap Kresna.


"Gua janji akan menjaga Riska, tapi gua butuh waktu untuk itu. dan gua minta tolong sama lu untuk tidak memberitahu Papah Ren atau Bunda Del tantang hal ini." Balas Akbar.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, gua akan rahasiakan hal ini. tapi sebelum itu, lu harus cari alasan untuk Bunda Del agar semua aman." Ucap Kresna.


"Okey, thanks ya Res." Balas Akbar.


Lalu Kresna pun pergi meninggalkan Akbar di rumah sakit. sedangkan Akbar, dia langsung memberi kabar pada Bunda Dele kalau dia dan Riska tengah liburan untuk bulan madu.


Kemudian, Bunda Dele yang mendapat pesan itu pun langsung bahagia mendengar kabar bagus itu.


"Pembalap Itu Istri Ku"


Setelah menunggu lama, akhirnya Dokter pun keluar dari UGD dan menghampiri Akbar yang tengah duduk sambil memilin kening nya yang terasa pusing.


"Permisi Tuan, apa anda kerabat dari Pasien yang tengah kami tangani di UGD?" Tanya Dokter.


"Saya Suami nya Dok, bagaimana keadaan Istri saya?." Balik tanya Akbar yang langsung beranjak dari tempat duduk nya.


"Pasien mengalami pendarahan di kepala dan juga perut yang sangat banyak, hingga kami butuh donor darah golongan 0+ secepat nya Tuan." Jawab Dokter.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk Istri saya, saya akan bayar berapa saja untuk itu Dok." Ucap Akbar.


Lalu Akbar pun menepuk jidat nya dan segera menelepon Salim dengan perasaan yang panik dan sudah tidak karuan adanya.


"Salim, carikan gua stok darah dua sampai tiga kantung dengan golongan 0+ sekarang. lalu bawa ke rumah sakit X segera." Titah Akbar.


📞"Siapa yang sakit Bar?" Tanya Salim.


"Tidak usah banyak tanya!, cepat bawakan saja kesini." Jawab Akbar dengan sedikit meninggikan suara nya.


Lalu Salim yang tengah bersama Renata pun segera mencari stok darah yang Akbar inginkan dan mengabaikan tugas mereka.


Sedangkan Akbar masih sangat khawatir dengan keadaan Riska yang semakin kritis. hingga Akbar yang rasa bersalah dan emosi nya tidak terpantau pun segera menerobos masuk ke dalam ruang UGD.


"Maaf Tuan, anda tidak boleh menemui Pasien, karena beliau masih kami tangani." Ucap Suster.


"Saya Suami nya, dan Istri saya membutuhkan saya. saya mohon izinkan saya untuk bicara sebentar saja." Balas Akbar sambil meneteskan air mata.


"Tapi Tuan kami tidak bisa melakukan semua ini karena melanggar aturan rumah sakit." Ucap Suster lagi.

__ADS_1


Lalu Akbar pun terdiam dan berbalik setelah berdebat dengan para Suster. hingga Dokter yang tidak tega pun, segera memanggil Akbar dan mengizinkan nya untuk bicara dengan Riska yang masih dalam kondisi kritis.


"Terimakasih Dok" Ucap Akbar lalu menggenggam tangan Riska yang lemas.


"Riska, maafkan gua yang egois dan kasar sama lu. gua menyesal sudah melakukan semua ini Ris, please lu harus kuat demi gua. gua mau lu membuka mata lu dan bertahan, setelah ini gua janji akan bersikaf baik pada lu Ris, gua janji." Ucap Akbar lalu mengecup kening Riska di iringi tetesan air mata.


Kemudian, Dokter dan para Suster pun hanya bisa menangis karena melihat kesedihan dan ketulusan Akbar. hingga detak jantung Riska pun berdetak melamban dan mengalami kejang-kejang.


"Riska!, Dok tolong tangani Riska lagi Dok saya mohon." Teriak Akbar yang panik.


Lalu Dokter dan para Suster pun menghampiri Riska dan Akbar. namun ketika igin di tangani, tangan Riska pun menggenggam erat tangan Akbar dan tidak bisa di lepas dengan mudah walau secara paksa.


"Riska please jangan begini, lu harus kuat demi gua." Ucap Akbar sambil mencoba melepas tangan Riska yang menggenggam erat tangan nya.


Namun Riska tetap tidak melepas genggaman itu. hingga Akbar pun terpaksa menyaksikan proses penanganan Dokter tepat di depan mata nya.


"Pembalap Itu Istri Ku"


Lama waktu berjalan, akhirnya Salim dan Renata pun tiba di rumah sakit X dan segera membawa stok darah untuk Riska.


Kemudian Para Suster yang sudah stand by untuk menerima stok darah pun segera mengambil nya dari Salim dan Renata. lalu Suster pun langsung memberikan sebuah amunisi darah untuk Riska yang sebelumnya di berikan Salim.


Lalu Riska yang kejang-kejang pun kini mulai kembali berbaring tenang dengan detak jantung yang mulai stabil.


"Alhamdulillah, detak jantung pasien sudah stabil Tuan." Ucap Dokter.


Kemudian Akbar pun merasa lebih tenang dan tersenyum ketika melihat wajah Riska yang mulai tenang.


"Terimakasih Dok, tapi bagaimana cara melepas genggaman nya ini Dok?" Tanya Akbar.


Lalu Dokter pun mencoba melepas jari jemari Riska dengan perlahan hingga genggaman nya terlepas. setelah itu, Dokter dan Suster pun pamit untuk mengurus pasien lain.


Dan Riska juga langsung di pindahkan ke ruang Vip room untuk di rawat inap. sedangkan Akbar, dia langsung bertemu Salim dan Renata yang tengah menunggu nya di luar ruangan UGD.


Bersambung


Jangan lupa Like, Koment, Saran, Rate dan vote or gift bila kau suka fav love ya🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2