Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Nah loh, kunaon?


__ADS_3

Lalu di saat Riska melamun, Tuan Laurent pun langsung menghampiri Riska guna membuat Riska tersadar dari lamunan nya.


"Loh Nak, habis mengobrol apa dengan Bunda?." Tanya Tuan Laurent.


"Tidak Kok Pah." Jawab Riska.


"Yasudah kalau begitu kamu habiskan makanan mu oke. setelah itu, Papah kembali ke kantor ya, ada yang belum Papah selesaikan." Titah Tuan Laurent.


"Masa cuma sebentar saja Papah berkunjung ehm.." Keluh Riska yang kemudian beranjak duduk.


"Papah minta maaf ya. tapi Papah janji, minggu depan Papah balik lagi kesini dengan Kresna oke." Ucap Tuan Laurent.


"Janji tapi ya." Balas Riska.


"Iya janji." Ucap Tuan Laurent.


Setelah itu Riska pun tersenyum dan langsung menyuapkan nasi ke mulut nya. lalu Tuan Laurent yang begitu menyayangi Riska pun terus memperhatikan putri nya untuk memastikan makanan nya habis.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Tidak butuh waktu lama bagi Riska untuk menghabiskan makan nya. hingga setelah makan, ia pun menyemil sebuah biskuit coklat kesukaan nya di temani Tuan Laurent.


Dan setelah Tuan Laurent memastikan Riska kenyang. ia pun izin untuk kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugas nya yang sempat tertunda.


"Yasudah sayang, Papah pergi dulu ya. kamu jaga diri baik-baik, jangan sampai lelah dan drop oke." Ucap Tuan Laurent.


"Iya Pah, papah juga sehat selalu dan semangat terus ya. terimakasih Papah." Balas Riska.


Lalu Tuan Laurent pun memeluk Riska sejenak, dan pergi keluar kamar untuk berpamitan dengan Bunda Dele yang tengah meminum kopi di ruang tamu.


"Del, aku ke kantor dulu ya. jaga Riska baik-baik dan calon cucu kita oke." Ucap Tuan Laurent.


"Oke La, jangan telat makan siang. dan hati-hati di jalan." Balas Bunda Dele.


"Siap bosque." Ucap Tuan Laurent yang kemudian pergi dari rumah Pratama.


Di sisi lain, Akbar yang merasa tidak enak hati pun memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan. lalu ia segera menghampiri Salim yang tengah bergelut dengan laptop nya.


"Lim, gua pulang dulu ya, titip kantor hari ini." Ucap Akbar.


"Memang nya lu mau kemana Bar?, baru juga masuk kerja." Tanya Salim.


"Perasaan gua tidak enak, gua takut terjadil hal yang tidak di inginkan." Jawab Akbar.


"Baiklah kalau begitu lu pulang saja. kantor biar gua yang urus." Ucap Salim yang masih bergelut dengan laptop nya.

__ADS_1


"Oke.. thanks Lim." Balas Akbar yang sudah setengah melangkah menuju tempat parkir.


Namun di saat Akbar sudah setengah jalan menuju rumah nya. ia pun harus menghentikan mobil nya karena di hadang oleh komplotan genk motor.


"Apalagi ini, harus banget menganggu jalan gua." Ucap Akbar dengan mata malas nya.


Lalu Akbar pun menghentikan mobil nya dan keluar dari mobil. dan tanpa di beri jeda bernafas lega, Akbar pun langsung di hajar oleh enam orang sekaligus.


"Bugh..."


"Bammh.."


Namun semua harus menghentikan aksi nya ketika Akbar menodongkan pisau dari saku jas nya ke leher salah satu dari komplotan genk motor itu.


"Siapa yang menyuruh kalian?." Tanya Akbar.


"Kami tidak akan memberitahu lu." Jawab salah satu dari mereka.


"Siapa?!, jawab atau teman kalian mati di tangan gua." Tegas Akbar sambil menahan emosi nya.


"Rabella" Jawab salah satu dari mereka.


"Rabella??." Pekik Akbar yang kemudian melepaskan todongan pisau nya.


Lalu para komplotan genk motor itu pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Akbar yang tengah kebingungan.


"Hallo Bun, kenapa Bunda?." Tanya Akbar yang mulai panik.


📞"Hujan sudah berhenti?. jika sudah pulanglah dulu, Riska demam." Jawab Bunda Dele.


"Bukan nya sebelum nya baik-baik saja Bun?." Tanya Akbar lagi.


📞"Bunda juga tidak tahu Nak, tadi makan pun tidaklah telat. akan tetapi kondisi nya mulai tidak stabil. namun Dokter sudah memeriksa kondisi Riska kok." Jawab Bunda.


"Alhamdulillah, aku segera pulang Bun." Ucap Akbar.


📞"Hati-hati ya Nak." Balas Bunda Dele.


Lalu Akbar pun segera masuk ke dalam mobil lagi. dan dengan terburu-buru, ia pun langsung mengemudikan mobil nya dengan kecepatan melebihi rata-rata cepat nya laju mobil normal.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Sebelum itu, di rumah Galuh. terlihat Rabella kini sudah bangun sambil memakai pakaian nya satu persatu. sedangkan Galuh kini tengah duduk di balkon kamar nya sambil menikmati secangkir kopi.


"Ehm.. Kita abis berapa rounde Gal?, kok badan gua sakit banget ya." Tanya Rabella yang kini menghampiri Galuh.

__ADS_1


"Hanya dua rounde saja. badan lu lelah karena memang lu kebanyakan minum dan stamina lu sedang tidak stabil." Jawab Galuh sambil menyeruput secangkir kopi nya lagi.


"Baiklah kalau begitu, oh ya sebentar." Ucap Rabella yang terhenti karena dering handphone nya.


"Iya.."


........


"Apaa!!, kalian ini tidak becus!."..


Dan di saat Rabella merasa badmood, Galuh pun mendekatkan segelas jus jeruk ke pipi Rabella yang membuat nya kini langsung menatap mata Galuh.


"Kenapa menatap gua seperti itu?." Tanya Galuh.


"Haha, gua baru sadar kalau lu lebih tampan di saat diam." Jawab Rabella sambil meraih segelas jus jeruk itu.


"Bisa aja lu. oh ya, rencana lu gagal lagi ya haha." Ledek Galuh.


"Sok tau lu." Ketus Rabella sambil menyeruput sedikit jus jeruk nya.


"Haha, gua cuma mau mengingatkan sama lu, cepatlah move on dari Akbar yang sebentar lagi pasti akan membenci lu." Ucap Galuh lalu pergi meninggalkan Rabella sendirian.


"Hey.. apa maksud lu hah?." Tanya Rabella sambil mengejar langkah Galuh.


"Nanti juga lu tau." Jawab Galuh yang terus melangkah.


"Jelasin dulu Gal." Ucap Rabella yang terus mengejar Galuh.


Lalu Galuh pun menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Rabella dengan wajah dingin nya. hingga Rabella pun begidik ngeri melihat tatapan Galuh yang mulai menajam seperti ingin menerkam nya.


"Kan gua sudah bilang, jangan pernah lagi mengusik Riska. kalau lu mengusik Akbar, sama saja dengan mengusik Riska bukan?.. dan gua pasti akan menghadang siapapun yang nanti akan mengusik Riska apalagi sampai nyawa dia terancam." Ucap Galuh.


"Dan jika Riska dan bayi nya terancam, gua pasti akan mencari lu dulu. karena Aura sudah mati jadi sekarang musuh Riska hanya lu." Sambung Galuh.


"Oke, jika lu mau nya begitu, mulai sekarang kita masing-masing. gua tidak akan ikut campur urusan lu ataupun lu yang tidak boleh ikut campur urusan gua." Balas Rabella.


"Haha.. lihat saja nanti. and sekarang, sebaiknya lu pergi." Usir Galuh.


Lalu Rabella pun mengambil tas nya dan pergi meninggalkan Galuh yang mulai mengatur rencana nya untuk melindungi Riska dan menjauhkan Rabella dari Akbar.


^^^Bersambung..^^^


Kenapa Galuh jadi baik?, penasaran ya haha.. Kalau ya, jangan lupa di fav love ya agar tidak tertinggal next episode Pembalap Itu Istri Ku.


See you next time...

__ADS_1


And dont forget to like, rate, coment, vote or gift gengs.. Papayo ...


__ADS_2