Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Tom and jerry


__ADS_3

"Begini Tuan muda, syaraf di kepala Nona mempunyai masalah, dan sudah parah kondisi nya. di tambah Nona mempunyai banyak trauma sehingga menyebabkan diri nya tidak bisa terkendali saat trauma itu menyerang." Tutur Dokter.


"Apa penyebab Riska jadi seperti ini Dok?" Tanya Akbar.


"Gangguan syaraf bisa di sebabkan karena trauma bisa juga karena memang sudah penyakit bawaan dari lahir." Jawab Dokter.


"Tapi bisa sembuh kan Dok?" Tanya Akbar.


"Kemungkinan hanya 20% saja, tapi kami bisa menetralisir nya dengan obat yang harus rutin di minum." Jawab Dokter.


"Baiklah Dok, tolong rawat Riska dengan baik sampai dia pulih ya." Ucap Akbar.


Lalu Dokter pun mengangguk dan pergi ke ruangan nya. sedangkan Akbar langsung menghampiri Riska dan menggenggam tangan Riska.


"Gua baik-baik saja kok Bar, gua cuma trauma saja dengan petir dan hujan." Ucap Riska.


"Bukan masalah khawatir atau apa Ris, gua cuma tidak siap saja kalau lu harus pergi secepat ini." Balas Randi.


"Ya kan setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan kan." Ucap Riska.


Lalu Akbar pun hanya bisa terdiam mendengar apa yang di ucapkan Riska. hingga tidak lama kemudian, Bunda Dele pun mengetuk pintu dan masuk perlahan masih dengan kursi roda yang di bantu dorong oleh Mr. Laurent.


"Assalamualaikum sayang" Ucap Bunda.


"Waalaikumsalam Bunda, loh kenapa tidak bilang kalau Bunda sudah boleh pulang?. kan aku bisa menjemput kalau Bunda kabari." Ucap Akbar.


"Bukan tidak mau mengabari sayang, Bunda cuma tidak mau mengganggu kalian saja yang masih asik bicara haha." Jawab Bunda Dele sambil mengejek.


"Hais Bunda ini." Ucap Akbar.


Dan setelah cukup lama mereka berbincang, Mr. Laurent pun menghampiri Riska dan memeluk nya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Mr. Laurent.


"Aku oke Pah" Jawab Riska.


"Ehm.. Syukurlah kalau begitu." Ucap Mr. Laurent.


"Oh ya Pah, motor aku bagaimana?" Tanya Riska.


"Hadeh kamu ini lagi sakit saja masih mikir motor. tenang saja Papah bisa belikan yang baru jika motor itu hilang." Jawab Mr. Laurent.


"Bukan begitu Pah, aku kan beli motor itu susah payah. jadi ya ah sudah lah lupakan." Ucap Riska.


"Sudah jangan debat begitu, lebih baik Riska tunggu sampai inpus habis lalu pulang. setelah itu kita makan malam bersama di rumah mu Ren." Ajak Bunda.


"Kamu mau sayang?" Izin Mr. Laurent pada Riska.


"Baiklah aku ikut" Ucap Riska.

__ADS_1


Dan setelah lama menunggu, akhir nya inpus itu pun habis. lalu Riska, Akbar, Mr. Laurent dan Bunda Dele pun pergi dengan mobil Akbar menuju rumah Laurent familly.


Sedangkan di sisi lain, terlihat lah seorang Pria gagah tengah mengelus wajah Riska dalam sebuah lukisan kecil dengan bingkai yang mewah.


"Ehm.. Ris, aku mencintai mu tapi aku juga mencintai harta ku. aku bingung harus tetap berjuang untuk mu atau memilih uang ku." Ucap Pria misterius itu.


Lalu lamunan Pria itu pun di ganggu oleh sekertaris nya karena metting akan di mulai.


"Permisi Pak Galuh, metting akan segera di mulai." Ucap Sekertaris nya.


"Saya akan datang sebentar lagi." Balas Galuh yang masih tersenyum melihat lukisan wajah Riska.


"Baik Pak, saya permisi." Ucap Sekertaris nya lagi lalu keluar dari ruang kerja Galuh.


Ya Gaes, Pria misterius itu adalah Galuh, yaitu CEO di jakarta sekaligus saingan bebuyutan Akbar. dan Galuh juga adalah kaka kelas semasa SMA Riska yang memang terkenal kaya raya dan sombong akan harta nya, namun dia mencintai Riska tapi tidak tau cara untuk mengungkap kan nya karena bagi nya harta nomor satu di banding pasangan.


Baiklah, waktu pun terus berlalu. kini Akbar, Bunda Dele, Mr. Laurent dan Riska sudah ada di rumah sang Mafia Laurent yang mewah dengan fasilitas serba ada.


"Bu, yang tadi itu rumah sakit anda kah?" Tanya Riska pada Bunda.


"Panggil Bunda saja sayang, jangan Ibu." Balas Bunda.


"Oh iya, Bu eh Bunda maksud nya hehe, ini rumah sakit anda kah?" Tanya Riska sekali lagi.


"Bukan kok, kami hanya berdonasi besar untuk rumah sakit ini dan ya kebetulan Dokter keluarga pun ada di sini." Jawab Bunda Dele.


"Wih keren hehe, Papah kapan kau akan punya rumah sakit seperti Bunda?, masa kalah sama Bunda haha." Ejek Riska.


"Hahaha" Tawa Riska.


Lalu Bunda Dele yang melihat Riska dan Mr. Laurent yang selalu melawak pun ikut tertawa dan di lanjutkan kembali bicara di ruang tamu.


Namun Akbar yang memang meninggalkan pekerjaan nya pun sibuk dengan laptop nya tanpa menghiraukan obrolan Riska, Bunda Dele dan Mr. Laurent.


Setelah canda tawa itu berlalu, Riska pun kembali menekuk wajah nya saat melihat Akbar bagaikan patung yang tengah bergulat dengan laptop.


"Bun, kenapa si kau punya anak bagai es balok bin patung." Ucap Riska yang tidak lepas menatap sinis Akbar.


"Jangan ngeledek gua ya tomboy." Balas Akbar yang mendengar pembicaraan Riska, namun mata masih fokus dengan leptop nya.


"Heleh lu fokus aja sama leptop lu, tidak usah ikut campur omongan gua." Ucap Riska.


"Bawel lu." Balas Akbar yang kini menutup leptop nya.


"Apa lu bilang!" Bentak Riska sambil beranjak.


Dan perkelahian kecil pun tidak bisa di hindari. Riska dan Akbar pun saling adu suara dan argument. sedangkan Bunda Dele dan Mr. Laurent pun saling tatap dan menepuk kening mereka.


"Astaga Ren, bagaimana cara kita menikah kan mereka kalau baru bertemu saja sudah seperti Tom and Jerry." Ucap Bunda Dele.

__ADS_1


"Begitulah, dari kecil mereka tidak berubah. dekat berkelahi jauh pun rindu haha." Balas Mr. Laurent.


"Haha iya juga ya, kalau begitu kita harus lebih berusaha lagi." Ucap Bunda.


"Yups Del, yasudah aku pisah kan mereka dulu ya." Balas Mr. Laurent.


"Ok deh." Ucap Bunda.


Lalu Mr. Laurent pun menarik pundak Riska dan menstop pertengkaran kecil Akbar dan Riska. setelah itu Riska pun pergi ke kamar nya di antar oleh Art di rumah Mr. Laurent.


Dan setelah itu, Bunda Dele dan Akbar pun berpamitan pada Mr. Laurent. lalu Mr. Laurent pun mengantar mereka ke depan rumah.


"Terimakasih ya Akbar, karena kamu sudah membantu Riska. maaf ya di hari pertama dia kerja malah merepotkan kamu." Ucap Mr. Laurent.


"Sebenar nya dia sangat membantu kok Om, kinerja nya bagus dan dia sangat cerdas. kurasa metting pun bisa di handle dengan baik selama dia bersama ku di kantor." Balas Akbar sambil tersenyum tipis.


"Benarkah?" Ucap Mr. Laurent yang tidak percaya dengan komentar Akbar.


"Iya aku serius loh Om ini." Balas Akbar.


"Wah kalau begitu bagus dong." Sambung Bunda yang hampir saja keceplosan.


"Bagus apa nya Bun?" Tanya Akbar.


"Tidak kok hehe, ayo ah pulang. kalian kebiasaan kalau bertemu pasti ngobrol nya lama." Jawab Bunda Dele.


"Hehe, yasudah Om. aku dan Bunda pamit dulu ya." Ucap Akbar.


"Hati-hati ya." Balas Mr. Laurent.


Lalu Akbar pun menggendong Bunda Dele ke dalam mobil dengan di bantu Pak Nasik yang selalu setia menemani Bunda Dele atau pun Akbar ketika bepergian.


Setelah itu, Pak Nasik pun membelah jalanan. sedangkan Mr. Laurent masuk ke dalam rumah dan langsung melangkah menuju kamar Riska yang ternyata pintu nya masih terbuka.


Lalu di lihat nya kini Riska tengah terlelap dalam tidur. dan Mr. Laurent pun bertemu Art nya untuk mengobrol sejenak sebelum ke kantor.


"Bik, jaga Queen dengan baik. saya harus ke kantor lagi karena masih banyak urusan." Ucap Mr. Laurent.


"Baik Tuan besar." Balas Art.


Lalu Mr. Laurent pun pergi meninggalkan Riska di rumah nya menuju kantor dengan mobil sport milik nya.


Bersambung...


Hallo semuanya, maaf lama up ya hehe biasa lah lagi ngebut kerja dan mempersiapkan untuk makan-makan tahun baru hehe.


Oh ya, aku mewakilkan keluarga ku mengucapkan selamat tahun baru bagi kita semua,🥰terimakasih karena masih tetap setia mendukung ku.


And terimakasih juga untuk sang belahan jiwa ku yang tidak mau aku sebutkan namanya haha🤭. and anak-anak ku serta kawan kawan online ku baik para readers sejati dan Author keceh yang selalu ada mendukung ku serta menemaniku ketika sulit nya mencari inspirasi.

__ADS_1


Semoga di tahun 2022 ini hari kita lebih baik dari tahun sebelum nya. 🥰 makasih semuanya.


Jangan lupa like, koment, rate, vote/gift dan kalau suka di fav love and share ya😘😘


__ADS_2