Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
pejuangan


__ADS_3

..._Sakit hati tersakit itu, ketika bukan orang lain yang menghina kita, tapi orang yang di sayang lah yang menghina kita_...


^^^-Ar29^^^


Lalu Akbar pun kembali mengingat-ingat semua moment selama Riska menjabat menjadi Skertaris nya. hingga lamunan nya itu di pecah kan lagi oleh Bunda Dele.


"Apa pernah Riska berbuat salah padamu?, pernahkah Riska membantah setiap kata mu?" Tanya Bunda Dele dengan serius.


"Tidak Bun." Jawab Akbar.


"Apa selama Riska cuti, dia lepas dari tanggung jawab Nak?" Tanya Bunda lagi dengan dingin.


"Ehm.. di saat Riska sedang cuci darah dan check up rutin, ia selalu membawa laptop dan mengerjakan berkas yang aku inginkan dengan baik, dan dia selalu mengerjakan tugas nya walau tengah di rawat di rumah sakit Bun." Jawab Akbar yang kini merenungi kesalahan nya.


"Ehm, lalu kenapa kamu menghina dia?, sedangkan karena Riska perusahaan kita jadi lebih maju." Ucap Bunda.


Lalu Akbar pun hanya diam merenungi kesalahan nya. sedangkan Bunda Dele, dia menghampiri Akbar lalu mengelus rambut hitam nya.


"Besok kamu minta maaf pada Riska ya. tolong jangan pernah sia-siaakan yang tulus pada mu hanya untuk mencari yang sempurna, karena yang sempurna banyak tapi yang tulus menyayangi kita itu minus ada nya." Ucap Bunda Dele lalu mengecup pucuk kepala Akbar dan meninggalkan nya.


Lalu Bunda Dele pun pergi ke kamar nya untuk istirahat. sedangkan Akbar, dia segera mengambil kunci mobil nya lalu mengemudi sekencang mungkin menuju rumah Mr. laurent.


Namun sesampai nya disana, dia tidak mendapati Riska. melainkan hanya Mr. Laurent yang kini tengah berada di hadapan Akbar yang mencoba meminta maaf atas semua kejadian yang tengah terjadi di pesta tadi.


"Pak, saya minta maaf atas semua yang terjadi, saya menyesal sudah melakukan semua itu." Ucap Akbar.


"Ehm.. sebenar nya saya pun bisa memaklumi itu Akbar, karena kamu pasti kaget dengan perjodohan ini sama seperti Putri ku. tapi Bar, saya kecewa karena kamu telah menghina Putri ku di hadapan banyak orang." Balas Mr. Laurent.


"Kamu tidak tau usaha Riska untuk memajukan perusahaan kamu itu bagaimana Akbar, sini biar saya ceritakan sedikit awal Riska jatuh cinta pada mu dan bagaimana perjuangan dia untuk perusahaan mu." Sambung Mr. Laurent lalu mengajak Akbar duduk sambil meminum teh.


Lalu Akbar pun duduk bersama Mr. Laurent yang kini tengah menyeruput secangkir kopi. setelah itu, Mr. Laurent pun mencoba menceritakan perjalanan Riska selama ini untuk diri nya, cinta dan bisnis.


"Baiklah Bar, setelah kamu mendengar dan memahami semua ini, tolong temui Putri saya di rumah nya." Ucap Mr. Laurent.


"Sebelum itu, saya ingin bertanya Pak." Balas Akbar.


"Apa?" Tanya Mr. Laurent dengan singkat.


"Kenapa dia istirahat di rumah nya?, bukan kah rumah nya sudah tidak layak pakai?, lalu dengan siapa dia di sana?, sedangkan kondisi nya tidak sedang oke." Tanya Akbar balik.


"Riska ingin sendiri, dan rumah itu walau sudah tidak bagus lagi tapi banyak sekali moment indah dia dengan kedua Orang tua nya. makan nya kalau dia sedang punya masalah, namun ujung nya tetap saja Riska akan lampiaskan dengan balap liar atau ikut MMA ilegal di clube." Jawab Mr. Laurent.


Lalu Akbar pun terdiam setelah mendengar jawaban dari Mr. Laurent yang tidak biasa.


"Baiklah, karena saya sudah menjawab pertanyaan mu, maka saya akan lanjutkan kisah pejuangan Riska selama ini." Ucap Mr. Laurent.


Lalu Flashback pun terjadi..

__ADS_1


Selama Riska menjabat sebagai skertaris, dia memang selalu mengamil cuti sebulan tiga kali untuk check up syaraf otak, cuci darah, dan infus vitamin yang terkadang ia lakukan di kantor.


Suatu hari di saat Riska hendak mengambil cuti. Pratama Acour kala itu memang tengah bersaing hebat dengan Galuh, ya dia adalah saingan terberat Akbar selama ini yang ternyata adalah teman semasa SMA Riska.


"Ehm, Bar gua mau cuti boleh tidak?" Tanya Riska sambil menulis beberapa keperluan Akbar.


"Untuk apa Ris?, kantor lagi kacau balau lu mau cuti?" Balik tanya Akbar dengan dingin.


"Gua sudah membuat janji dengan Dokter untuk cuci darah besok." Jawab Riska.


"Bisa di tunda dulu kan Ris?, kita ada metting dengan client dari singapura besok." Ucap Akbar yang memang selalu mendahulukan bisnis.


Lalu Riska pun diam sesaat, setelah itu dia tersenyum kecil dan mengangguk. setelah itu, dia izin pada Akbar untuk bicara dengan Mr. Laurent.


"Iya Pah, kita tunda dulu ya. nanti lusa baru aku cuci darah." Ucap Riska.


📞"Tidak bisa begitu Nak, jika telat cuci darah kan kamu tau akibat nya apa pada kamu." Balas Mr. Laurent.


"Tapi kan hanya menunda satu hari Pah, tenang saja aku tidak akan kenapa-kenapa kok." Ucap Riska yang keras kepala.


📞"Baiklah, lusa ya." Balas Mr. Laurent.


"Iya Pah, ehm.. yasudah Pah aku kerja lagi ya. tidak enak dengan Akbar." Ucap Riska.


Lalu pembicaraan via telphone pun selesai. dan Riska kembali melakukan tugas nya lagi sebagai skertaris.


Waktu terus berlalu, metting dengan client dari singapura pun sudah selesai dengan baik. namun Riska masih tetap tidak melakukan cuci darah karena Akbar yang selalu memaksa Riska untuk terus menunda cuti karena bisnis yang tidak bisa tertunda.


Tubuh Riska pun membengkak, namun dia masih tetap percaya diri untuk masuk kerja. lalu saat Riska bertemu Akbar pun, dia masih terlihat ceria walau tubuh nya terasa sakit dan lemah.


"Pagi Bar" Sapa Riska.


"Iya" Balas singkat Akbar.


Setelah itu, Riska pun duduk di kursi nya dan memulai aktivitas kerja nya. namun saat ia tengah memberikan secangkir kopi untuk Akbar, Akbar pun kaget melihat tangan Riska yang membengkak.


"Ris, lu baik-baik saja kah?" Tanya Akbar lalu menaikkan pandangan nya.


"Gua baik-baik saja, ini berkas banyak yang harus lu tanda tangani Bar. tolong ya langsung selesaikan supaya cepat beres." Balas Riska sambil merapihkan berkas itu ke meja Akbar.


"Ehm.. maaf ya Ris, pasti ini efek lu telat cuci darah ya?" Tanya Akbar.


"Gua udah biasa kok, sudah lu fokus saja kerja." Jawab Riska lalu duduk kembali ke kursi nya.


Lalu tidak lama dari itu, handphone Riska pun berdering dengan notif Ayah jelek (Mr. Laurent).


"Jawablah Ris, siapa tau penting." Ucap Akbar yang masih memandang Riska dengan rasa menyesal dan kasihan.

__ADS_1


"Oh iya, thanks Bar." Balas Riska lalu menjawab panggilan itu.


📞"Nak, cepat izin sekarang pada Akbar untuk cuti, please jangan siksa badan kamu hanya untuk pekerjaan." Ucap Mr. Laurent.


"Tapi Pah, tugas ku masih sangat menumpuk, sedangkan aku sering sekali cuti. aku tidak enak dengan Akbar Pah." Balas Riska yang sedikit menjauh dari Akbar.


Lalu Akbar yang mendengar pembicaraan Riska dan Mr. Laurent pun beranjak dari kursi nya lalu mengelus pundak Riska.


"Pergilah ke rumah sakit dan tinggalkan tugas lu sekarang." Titah Akbar tanpa ekspresi senyum ataupun marah.


"Tapi Bar" Balas Riska.


"Ini perintah." Tegas Akbar.


Lalu Riska pun memeluk akbar sejenak dan pergi dari dalam ruangan Akbar dengan segera menuju rumah sakit dengan Mr. Laurent yang sebelum nya sudah menjemput Riska setelah mendapat izin dari Akbar.


Satu hari penuh Riska habiskan di rumah sakit, namun dia tetap mengerjakan setiap tugas nya yang di kirim pada email laptop nya.


Hingga tidak terasa sudah lama Riska bekerja di Pratama Acour, bahkan kali ini dia tengah bersiap untuk menghadiri pesta dengan ceria, perusahaan yang pada akhir nya kandas sudah keceriaan itu karena ulah Akbar.


Flashback off.


Lalu Akbar pun meneteskan air mata ketika ia sadar bahwa tanpa Riska Partama Acour hanya biasa. dan dengan ada nya Riska, Pratama Acour menjadi luar biasa.


"Sekarang kamu paham kan kenapa Riska sangat kecewa ketika kamu menghina fisik nya?" Tanya Mr. Laurent.


"Saya paham Pak, dan saya menyesal dengan apa yang saya ucap kala itu." Jawab Akbar sambil menundukkan kepala.


"Yasudah, sekarang kamu pergilah ke jalan baru yang sepi di jalan *** dan jangan ke rumah Riska." Titah Mr. Laurent.


"Kenapa begitu?, katanya tadi Riska lagi istirahat di rumah nya. kok sekarang saya malah harus ke jalan sepi itu." Tanya Akbar.


"Maaf kalau saya sempat berbohong, sebenar nya Riska tidak ada di rumah. " Jawab Mr. Laurent.


"Lalu?" Tanya Akbar yang semakin bingung.


"Kamu datang saja ke jalan itu, nanti juga kamu akan tau apa aktivitas Riska di luar pekerjaan nya." Jawab Mr. Laurent lalu masuk ke dalam Rumah nya dan menutup pintu.


Lalu tanpa membuang waktu lagi, Akbar pun langsung bergegas pergi dengan mobil sport nya membelah jalanan.


Bersambung..


Jangan lupa like, koment, rate, vote/gift and share bila kau suka. thanks gaes


..."Cinta tulus, jika kau selalu mengatur kekasih mu dengan alasan takut kehilangan, namun prinsip mu itu salah, karena semakin kekasih mu di kekang maka dia akan semakin malas dengan mu. karena bukan cinta lagi yang dia rasakan, tapi obsesi yang dia rasakan."...


..."Ar29...

__ADS_1


^^^"Bedakan mana obsesi dan mana cinta tulus, karena waktu tidak dapat di ulang untuk memperbaiki."^^^


^^^[Ar29]^^^


__ADS_2