
Satu bulan telah berlalu..
Kini saatnya Riska dan Raihan menikah, namun di saat ijab qobul sudah di ucapkan, Akbar pun datang menghancurkan semuanya.
"Tidak sah!, saya keberatan dengan pernikahan ini." Ucap Akbar.
Lantas ucapan Akbar pun memancing amarah Raihan. yang kemudian segera menarik kerah Akbar dan menatap nya dengan penuh amarah.
"Lu dan Riska tidaklah lagi ada hubungan. dan seharusnya lu sadar diri dan tau malu." Ucap Raihan dengan pelan.
"Tapi gua masih cinta dengan Riska. dan Aidha adalah bukti cinta kita." Balas Akbar.
"Baiklah.." Ucap Raihan sambil melepas genggamannya dari kerah Akbar.
Kemudian Raihan menghampiri Riska dan mengajukan sebuah pertanyaan dengan di saksikan Reival, Tuan Laurent, Salim, Renata, Aidha dan ratusan tamu yang datang ke acara pernikahan itu.
"Baik, sekarang siapa yang kamu pilih, aku atau Akbar." Tanya Raihan.
"Aku bukan tidak menghargai pernikahan, namun aku tidak ingin bersama pria yang egois dan posesif. dan kini aku sudah menemukan Pria yang mengerti aku bahkan tidak banyak menuntut." Jawab Riska.
"Maka dari itu, tolong kamu jangan lagi mengganggu kehidupan baru ku karena aku memilih Raihan untuk menjadi pendamping ku saat ini hingga aku mati." Sambung Riska.
Kemudian Akbar yang kaget mendengar itu pun hanya mematung. sedangkan Aidha yang tidak bisa melihat Akbar sedih pun segera menarik tangan Akbar menuju luar gedung pernikahan.
"Papah tidak usah berharap lagi, aku juga tidak mau mempunyai ibu yang tega meninggalkan aku. maka dari itu, janganlah sedih ya Papa.
__ADS_1
Lalu Akbar pun berusaha tegar menerima semua kenyataan itu dan pergi meninggalkan gedung pernikahan Riska dan Raihan.
Namun setelah sampai di rumah, Akbar meninggalkan Aidha sendiri di rumah dengan Bik imah karena ia ingin menenangkan diri sejenak ke bar.
" Jangan minum banyak-banyak ya Pah." Ucap Aidha.
"Ya papah janji tidak akan banyak minum." Balas Akbar.
"Oke, dadah Papah.." Ucap Aidha sambil melambaikan tangan nya.
Kemudian Akbar pun pergi meninggalkan Aidha. namun ketika Aidha hendak masuk ke dalam rumah, Reival pun memegang tangan Aidha dan menghentikan langkah Aidha.
"Untuk apa Kakak kesini?, harusnya Kaka senang-senang di sana dengan nona Riska dan Ayah kaka" Ucap Aidha tanpa menoleh.
"Aku memang bahagia atas pernikahan Mama dan Papah, tapi aku juga ingin Adikku bahagia layaknya aku" Balas Raihan.
"Memang semua sudah kamu dapatkan, tapi tidak dengan kasih sayang Mama." Balas Reival.
"Aku tidak butuh kasih sayang seorang ibu yang tega meninggalkan ku sedari kecil." Ucap Aidha sambil mengepalkan tangan nya.
Kemudian Reival yang sedikit kesal dengan sifat keras kepala Aidha pun menariknya ke dalam rumah dan menariknya menuju taman kaca bunga milik Riska saat masih di rumah Pratama.
"Ruangan apa ini?." Tanya Aidha yang tidak tau tempat apa yang tengah ia kunjungi.
"Ini kamar butik Mama, dimana ia menghabiskan setengah hidupnya dengan merawat banyak bunga. dan aku tau betul dimana letak nya karena Mama pernah bercerita tentang rumah ini." Jawab Reival sambil tersenyum.
__ADS_1
"Lalu apa urusan nya dengan ku?." Tanya Aidha yang masih keras kepala.
"Seorang wanita yang menyayangi tumbuhan dan alam pasti akan menyayangi orang di sekitarnya dengan tulus, dan Mama tidaklah pernah meninggalkan kamu. dia selalu mengunjungi mu seminggu sekali walau tidak sempat bertemu dengan mu karena Papa mu melarang kamu bertemu dengan Mama." Jawab Reival dengan jelas.
Kemudian Reival membalikkan tubuhnya dan menatap Aidha sambil menyelipkan sedikit rambut nya ke telinga Aidha.
"Namun Mama selalu berusaha untuk bertemu dengan mu hingga kamu sekarang tumbuh dewasa pun Mama selalu berusaha walau kamu menolak nya tanpa bertanya sedikitpun tentang kabar atau alasan kenapa dia meninggalkan kamu." Jelas Reival.
"Tapi walau begitu, di saat kamu di rawat di rumah sakit, Mama pun di rawat untuk operasi jantung. Namun walau ia sakit, ia sempat melihat mu di kejauhan jendela pintu kamar. dan tetap berusaha menanyakan kabar pada Dokter tentang perkembangan kesehatan kamu." Sambung Reival.
Lalu Aidha yang mendengar penjelasan Reival pun kaget bahkan menyesal atas semua perilaku nya yang tidak pantas pada Riska sebelum nya.
"Jadi Aidha, ini semua tidak sepenuhnya salah Mama. tapi walau begitu aku tidak akan melarang kamu untuk benci atau sayang pada Mama." Ucap Reival.
"Ehm.. aku tidak tau semua itu Mama lakukan untukku Kak, aku kira ia hanya menyayangi mu dan tidak peduli aku. Ternyata dia sayang aku." Balas Aidha yang kemudian tidak bisa membendung lagi air mata nya.
Kemudian Reival pun memeluk Aidha dengan erat dan di balas pelukan hangat oleh Aidha yang menangis di dada Reival.
Lalu setelah itu, Reival menyeka air mata Aidha dan mengelus pipi nya sambil tersenyum agar Aidha merasa tenang.
"Sekarang kamu sudah tau kan semua ceritanya, maka dari itu tugas ku sudah selesai. aku pamit dulu ya, kapan-kapan kita bertemu lagi." Ucap Reival sambil menoel hidung Aidha.
"Makasih Kak Val." Balas Aidha.
"Sama-sama" Ucap Reival yang kemudian pergi meninggalkan Aidha.
__ADS_1
Lalu setelah Reival pergi, Aidha pun tersenyum dan berjanji pada diri nya untuk menemui Riska nanti tanpa lagi menunda.
Bersambung..