
"Nak, apa selama ini kamu mempelakukan Riska dengan baik atau tidak?," Tanya Bunda.
"Memang nya kenapa kok Bunda menanyakan hal yang tidak seharus nya di tanyakan." Jawab Akbar.
"Jawab saja pertanyaan Bunda." Tegas Bunda.
"Aku sudah memperlakukan nya dengan baik, tapi dia selalu menguji kesabaran ku. please lah Bun, dia sudah menjadi istri ku, kenapa masih saja suka balap." Ucap Akbar.
"Ehm, jadi kamu tidak suka jika Riska balapan?" Tanya Bunda.
"Ya jelas lah Bun, lebih baik dia celaka oleh ku di banding harus celaka hanya karena balap. lagi pula apa untung nya balapan?, ekonomi Riska dan semua yang ia butuhkan semuanya terpenuhi. lalu apa yang masih kurang?." Jawab Akbar dan bertanya balik.
Lalu Bunda pun menengok pada Tuan Laurent dan memberikan kode untuk Tuan laurent saja yang menjawab pertanyaan Akbar.
"Perhatian lebih." Jawab Tuan Laurent dengan singkat.
"Perhatian?, aku sudah perhatian Pah. aku selalu bertanya apa yang dia butuh, dia ingin, dan tentang kondisi nya pun aku bertanya." Ucap Akbar yang mulai kesal.
"Begini Akbar, Putri ku bukanlah wanita yang sama seperti yang lain. dan dia butuh kasih sayang yang lebih karena trauma nya di masa lalu membuat syaraf pada otak nya itu tidaklah baik-baik saja." Balas Tuan Laurent yang memang sabar.
"Ehm.. jadi, bentuk perhatian dan kasih sayang yang seperti apa yang harus aku beri pada istri ku Pah?, aku juga jadi bingung kalau begini." Tanya Akbar yang mulai merasa bingung.
"Bebaskan dia untuk melakukan apapun yang dia mau Bar, karena di saat dia depresi memikirkan pekerjaan, memikirkan kondisi nya, dan pasti nya memikirkan kamu yang kini sudah jadi suami nya, tapi ada kalanya dia pun ingin refleshing dengan cara nya." Jelas Tuan Laurent.
Lalu Akbar pun diam dan memikirkan apa yang Tuan Laurent jelaskan pada nya. kemudian, Bunda pun menaruh tangan nya di atas tangan Akbar.
"Riska sudah berusaha menjadi Istri yang baik Nak, bahkan ia punya ambisi menjadi yang sempurna walau dia tau kondisi nya tidak memungkinkan. tapi walau begitu, pesan Bunda cuma satu untuk kamu." Ucap Bunda.
"Apa itu Bunda?." Tanya Akbar.
__ADS_1
"Buatlah menantu Bunda menjadi wanita yang sempurna, jangan kamu perlihatkan pada nya apapun kekurangan dia." Jawab Bunda.
"Aku akan usahakan Bun." Ucap Akbar.
Setelah perdebatan kecil berlalu, tiba-tiba handphon Akbar berbunyi terus menerus. hingga ia pun beranjak menjauh dari Bunda Del dan Tuan Laurent.
📞"Hay Akbar, bagaimana kondisi Istri lu?, dan bagaimana hubungan lu dengan nya. pasti semakin buruk kan haha." Ejek Galuh
"Hubungan gua baik-baik saja, bahkan kita bahagia sekarang karena sebentar lagi gua akan memenangkan client yang lu rebut haha." Balas ejek Akbar yang tidak mau kalah.
📞"Lu yakin kah haha, mimpi!." Ucap Galuh.
"Lu pikir dengan mengambil berkas gua lu bisa mendapatkan dua client gua gitu?, jangankan client, lu mau merebut istri gua pun tidak akan bisa!, camkan itu baik-baik." Tegas Akbar lalu memutuskan panggilan itu.
Lalu Akbar pun kembali bergabung dengan Bunda Del dan Tuan Laurent, sedangkan Galuh mulai memutar otak nya kembali untuk mencoba cara nya yang kedua jika cara pertama nya gagal.
"Lu menantang gua bukan?, maka tunggu pembalasan gua." Ucap Galuh dengan senyum picik nya.
"Pembalap Itu Istri Ku"
Lalu Akbar yang menyadari itu pun langsung membuka mata nya. kemudian ia melihat Riska yang tengah kembali tidur dengan cepat di dada Akbar.
"Ehm... kenapa kamu nyaman sekali dengan dada ku Ris, dan kenapa lu baik pada ku. padahal aku sudah jahat pada mu, bahkan selalu bertindak kasar sampai kamu masuk rumah sakit." Ucap batin Akbar sambil mengelus rambut Riska.
Setelah itu, Akbar pun mengecup kening Riska dan menggendongnya menuju brangkar lagi. dan kemudian, ia melanjutkan aktivitas dengan mandi dan bersiap ke kantor.
Lalu setelah rapih dan siap, Akbar pun pergi dengan mobil nya menuju kantor. namun baru saja Akbar pergi beberapa menit, satu orang penyusup pun masuk ke ruangan Riska.
Hingga membuat Riska membuka mata nya lalu berteriak kecil. yang namun akhirnya, semua hanya jadi sia-sia karena penyusup itu membekap mulut Riska dengan slayer yang di berikan obat penenang.
__ADS_1
"Bangs*t" Kata terakhir yang Riska ucap sebelum pingsan.
Setelah membuat Riska pingsan, penyusup itu pun membawa Riska menggunakan kursi roda dan menyamar sebagai perawat di sana agar maksimal penyamaran nya.
"Hallo Bos, iya dia sudah sama gua." Lapor penyusup pada komandan nya.
"Oke, bawa dia ke rumah gua. lalu baringkan di kamar gua dan ingat!, sedikit saja kulitnya tergores, nyawa lu taruhan nya." Balas komandan nya.
"Baik Tuan, saya berangkat" Ucap Penyusup.
"Pembalap Itu Istri Ku"
Kembali pada Akbar, ia kini masih sibuk mengetik, bahkan lupa untuk makan siang. lalu Salim pun menekan bel pintu hingga mengejutkan Akbar yang tengah mengetik.
"Ning nung.. Ning nung...."
"Hais, Salim." Celetuk Akbar lalu membuka pintu ruangan nya.
"Sorry gua ganggu ya, gua dapat laporan dari Renata kalau client kita yang di singapura setuju untuk bekerjasama dengan kantor kita Bar." Ucap Salim.
"Amazing, baiklah kalau begitu kita harus lebih giat lagi untuk memberikan yang terbaik ya Lim, thanks buat info nya." Balas Akbar dengan senang.
"Yups Bar, gua pamit lagi ok." Ucap Salim lalu pergi.
Setelah itu, Akbar pun langsung mengambil hanphone dari saku nya. yang kemudian segera menghubungi nomer hanphone Riska yang tidak aktif.
"Hais kok gak di angkat si sayang." Ucap Akbar lalu menelepon Riska kembali.
Namun masih tidak ada respon, hingga akhirnya nomor rumah sakit lah yang malah menelepon Akbar, dan membawakan kabar....
__ADS_1
Bersambung...
Thanks for waiting, jangan lupa like, koment, saran, rate and vote or gift.