Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Asal kamu bahagia


__ADS_3

Riska sangat terpukul dengan kenyataan pahit ini, karena paman Brama adalah Ayah ketiga setelah Ayah kandung nya dan Tuan Laurent.


"Kenapa lu tidak memberitahu gua kalau paman sudah pergi Res?." Tanya Riska sambil menceka air mata nya.


"Gua tidak bisa memberitahu kabar ini karena saat itu lu tengah di rawat di rumah sakit Ris. lu ingat tiga tahun lalu lu drop parah karena tugas dari paman La?." Tanya balik Kresna.


"Ya gua ingat, tapi kenapa lu tetap bungkam." Jawab Riska dengan tegar.


"Karena paman Brama menginginkan lu fokus dengan sembuh dulu baru memikirkan yang lain, hingga gua memutuskan untuk tetap diam." Jelas Kresna.


Lalu Riska pun hanya terdiam dan mulai memeluk batu nisan itu hingga ia tidak sadarkan diri. kemudian, Akbar pun menggendong Riska dan membawa nya ke rumah bersama Kresna dan Aurora.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Waktu terus berlalu..


Kini Kresna pun berpamitan pada Akbar karena ia harus melakukan pekerjaan yang tidak bisa ia tunda bersama Aurora.


"Bar, gua harus pergi ke kantor dan juga mengantar Aurora ke tempat kuliah nya, gua titip Riska ya. tolong buat adik gua bahagia tanpa ada satu pun tangisan yang terdengar ke telinga gua." Ucap Kresna.


"Lu tidak usah khawatir akan hal itu Res, karena sudah tugas gua untuk selalu membuat nya tersenyum." Balas Akbar.


"Yasudah, gua pamit dulu." Ucap Kresna lalu pergi bergandengan tangan dengan Aurora.


Setelah Kresna pergi, tiba-tiba handphone nya Akbar berbunyi. lalu Akbar pun refleks menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa yang tengah menghubungi nya.


"Ya hallo, ada apa?." Tanya Akbar.


📞"Ehm sayang, ini aku." Jawab Rabella.


"Untuk apa kamu menghubungi ku lagi Bel, aku kan sudah bilang kalau hubungan kita sudah selesai sampai di sini." Ucap Akbar dengan tegas walau hati nya berkata lain.


📞"Kamu bohong, bukankah tidak ada wanita yang ada di hati mu selain aku hah. bukankah kamu hanya terpaksa menikah dengan wanita itu karena Bunda." Balas Rabella.


"Bagaimana lu tau semua itu Bel, enggak-enggak, itu kan dulu. sekarang yang di hati lu cuma Riska, gak mungkin lu masih mencintai nya." Ucap batin Akbar.


📞"Kenapa kamu diam saja?., bukankah begitu nyata nya." Ucap Rabella.


"Aku menikahi Riska karena aku mencintai nya, bukan terpaksa. lagi pula kamu hanya masa lalu di hatiku, tapi Riska adalah masa depan ku." Balas Akbar lalu menutup panggilan itu.


Lalu Rabella yang patah hati pun mulai mencari cara agar Akbar dapat kembali pada nya. sedangkan Akbar, kini ia fokus kepada Riska yang kondisi nya mulai tidak bisa di tebak dan sering drop.


Hingga malam hari pun tiba, Riska membuka mata nya dan melihat Akbar tengah tidur di samping nya. kemudian Riska pun duduk dan menatap Akbar dengan banyak pertanyaan di benak nya.

__ADS_1


"Apa kamu benar-benar mencintai ku sayang, atau kamu hanya menjadikanku pelampiasan agar kamu bisa move on dari mantan kamu?." Tanya batin Riska.


"Ehm.. mantan?, bukankah mereka belum putus. lalu hadir nya aku ini berarti duri di antara mereka. andai aku tidak ada di tengah-tengah mereka, mungkin mereka sudah bahagia sekarang." Jawab batin Riska pada diri nya sendiri.


Lalu setelah ia puas menatap Akbar, Riska pun beranjak namun di tahan oleh Akbar yang kini tengah memegang tangan Riska dengan erat.


"Kamu mau kemana sayang?." Tanya Akbar.


"Tidak kemana-mana kok, ehm.. kamu sudah makan malam belum?." Balik tanya Riska.


"Belum, kita makan malam bareng ya. kamu duduk saja, biar aku yang ambil makan malam kita ok." Jawab Akbar.


"Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya pada mu." Ucap Riska.


"Kamu mau bertanya apa?," Balas Akbar lalu duduk di samping Riska.


"Apa kamu masih mencintai kekasih kamu?." Tanya Riska.


Setelah Riska melontarkan pertanyaan itu, Akbar pun tidak menjawab sedikit pun. namun Riska yang keras kepala pun terus bertanya pada Akbar.


"Sayang jawab pertanyaan ku, apa kamu masih mencintai kekasih mu?." Tanya Akbar.


"Dia kan hanya masa lalu ku sayang, bukan kekasih ku. untuk apa kamu bertanya seperti itu?." Jawab Akbar.


"Untuk apa aku menjawab hal yang tidak penting?, ayo kita makan malam dan istirahat. jangan pikirkan hal yang tidak penting deh sayang." Balas Akbar.


"Ehm.. bagiku jawaban ini penting. kamu masih menyimpan foto kebersamaan kalian di dompet, bahkan kamu memiliki sebuah kamar di dalam ruang kerja mu yang penuh dengan foto wanita itu. lalu posisi aku di sini itu apa?." Tanya Riska sambil memegang tangan Akbar.


"Ayolah Riska, itu kan hanya foto. nanti juga bisa ku ganti kapan pun ku mau." Jawab Akbar masih dengan nada normal dan menahan emosi.


"Tapi aku butuh penjelasan sayang, bukankah aku istri mu, lalu kenapa kamu masih menyimpan foto wanita itu dimana mana?." Tanya Riska.


Namun Akbar kembali diam karena tidak bisa menjawab pertanyaan Riska. hingga Riska pun mengambil dompet Akbar yang ada di dalam laci dan mengeluarkan foto yang terpasang di situ.


"Kenapa kamu diam saja?, apa perlu foto ini ku robek?." Tanya Riska sambil memegang selembaran foto di tangan nya.


"Aku tidak mau menjawab apapun yang memang tidak harus di jawab." Jawab Akbar dengan dingin.


"Baiklah, kalau kamu masih diam." Ucap Riska.


Yang kemudian merobek foto yang ada di genggaman nya. namun Akbar segera memegang tangan Riska dan mencegah nya untuk merobek foto itu.


"Kenapa?." Tanya Riska sambil menatap Akbar.

__ADS_1


Namun Akbar tetap diam tidak bergeming sedikit pun. lalu Riska yang semakin geram pun berontak dan berusaha merobek foto itu lagi. namun setelah diam, Akbar pun mulai merespon Riska.


"Kenapa sayang?, kenapa kamu mencegah ku untuk menyingkirkan parasit ini!" Bentak Riska.


"Karena aku masih mencintai nya!," Balas Akbar sambil membentak Riska.


Lalu Riska pun terdiam dan melepaskan foto itu dari genggaman nya. setelah itu Akbar kembali membentak nya.


"Aku kan sudah bilang, jangan pernah menyentuh apa yang tidak seharusnya kamu sentuh. dan satu hal lagi, jangan pernah kamu sebut wanita yang aku cintai itu parasit!, kamu paham!." Bentak Akbar yang memperingati Riska.


"Ehm.. aku minta maaf ya." Balas Riska sambil memegang tangan Akbar.


"Apa maaf mu bisa membuat foto ini jadi utuh tanpa ada goresan sedikit pun?." Tanya Akbar yang masih memandang foto itu dan menepis tangan Riska.


"Foto yang rusak bisa kamu ganti dengan yang baru sayang, tapi tidak dengan hati yang hancur." Jawab Riska lalu beranjak dan perlahan menjauh dari Akbar.


"Dan jika memang kamu mencintai nya, aku akan melepas mu untuk kebahagiaan mu. aku sudah janji ketika kamu mengucap ijab qobul kalau aku akan melakukan apapun agar kamu bahagia sayang. jadi maafkan aku yang sudah hadir dan merusak kebahagiaan kamu dengan nya." Sambung Riska yang terus melangkah menjauhi Akbar.


Lalu Akbar yang mendengar ucapan demi ucapan Riska pun mulai tersadar dengan apa yang ia lakukan. hingga ia pun langsung beranjak mendekati Riska yang kini tengah melangkah menuju pintu kamar.


"Maafkan aku sayang, bukan begitu maksud ku. jangan dengar apa yang aku bilang tadi ya, aku butuh kamu, tolong jangan tinggalkan aku lagi." Ucap Akbar sambil memeluk Riska dari belakang.


"Yang kamu butuhkan bukan aku sayang, tapi wanita itu. dan biarkan aku pergi ya, kamu tidak memerlukan cinta ku, karena mau bagaimanapun hadirku hanya merusak kebahagiaan mu bukan melengkapi mu." Balas Riska sambil tersenyum kecil dan membalikan tubuh nya.


Kemudian, Riska pun menatap Akbar dengan mata yang sudah berkaca-kaca namun bibir tetap tersenyum tanpa ada rasa kecewa yang ia tunjukkan.


"Jika memang kamu mencintai nya, kamu bisa mengejarnya sayang. aku tidak masalah harus kamu tinggalkan, karena cinta itu tidak bisa di paksa." Ucap Riska sambil mengelus pipi Akbar.


"Kamu jangan khawatir dengan ku, aku sudah biasa sendiri dan melakukan apapun sendiri. aku juga sudah biasa dalam lingkungan yang keras tanpa adanya nafas yang bisa ku hirup, jadi kamu jangan memikirkan apa-apa." Sambung Riska.


Lalu Akbar pun mencium bibir Riska sambil mengelus rambut nya. dan Riska pun membalas ciuman itu sambil menutup mata nya.


"Jangan pernah berkata seperti itu lagi sayang, aku tidak akan meninggalkan kamu, aku menyayangi mu dan akan selalu seperti itu." Ucap Akbar lalu melepas ciuman itu.


"Sutt...." Balas Riska sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Akbar.


"Jangan bohongi dirimu sayang, sudah kamu jangan khawatir. walau nanti kita pisah, aku tidak akan melupakan banyak moment yang sudah kita habiskan kok. aku janji padamu." Ucap Riska yang kemudian pergi meninggalkan Akbar.


Lalu Akbar pun mengejar Riska yang kini tengah menghampiri Bunda Del dan memeluk nya sejenak. lalu mengecup tangan Bunda Del dan tersenyum.


"Aku pamit Bun, aku minta maaf karena aku telah gagal memahami putra mu. terimakasih sudah menjadi ibu yang baik untuk ku, aku tidak akan melupakan kebaikan mu Bunda." Ucap Riska lalu pergi dengan motor nya.


Kemudian, Bunda Del yang bingung pun menghentikan langkah Akbar yang tengah mengejar Riska. lalu Akbar pun menghentikan langkah nya dan berusaha menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2