
Setelah memeriksa kondisi Riska, Dokter pun langsung berbincang dengan Akbar empat mata.
"Maaf Tuan, Nona muda seperti nya harus segera cuci darah dan juga memeriksa kembali syaraf nya Tuan." Ucap Dokter.
"Kenapa begitu Dok, apa Istri ku tidak akan sembuh?." Tanya Akbar.
"Nona muda pasti sembuh Tuan, intinya Tuan jangan berkecil hati ya. karena Nona muda itu perempuan yang tangguh, pasti ia bisa melewati masa-masa ini." Jawab Dokter sambil menenangkan Akbar.
Lalu Akbar pun hanya melirik Riska dsn tersenyum kecil. setelah itu, ia mengantar Dokter keluar villa lalu menemani Riska kembali yang masih tertidur.
"Sayang, aku tau masa lalu mu begitu kelam. tapi aku janji akan mengubah sedih mu menjadi bahagia, i promise my wife." Ucap batin Akbar sambil mengelus rambut Riska.
..."Pembalap Itu Istri ku"...
Kini malam pun kembali menyapa, berganti dengan pagi dan siang lalu menemani Akbar yang kini tengah menyuapi Riska makan malam.
"Sayang, bagaimana keadaan mu?." Tanya Akbar sambil terus menyuapi Riska.
"Aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir." Jawab Riska sambil tersenyum.
"Syukurlah, besok kamu mau jalan-jalan atau kita pulang ke rumah?." Tanya Akbar.
"Terserah kamu saja sayang, mau bermalam kembali pun aku bersedia." Jawab Riska sambil nyengir kuda.
"Oh jadi Istri ku masih belum puas nih cerita nya haha." Ucap Akbar lalu menaruh makan malam Riska ke atas nakas.
"Haha enggak kok, aku cuma bercanda." Balas Riska sambil tertawa kecil.
"Ehm.. tidak bercanda pun tak masalah, atau... kita lakukan lagi pagi ini." Ucap Akbar yang langsung menindih tubuh Riska.
"Ih sayang, aku kan cuma bercanda haha." Ucap Riska sambil tertawa dan bercanda dengan Akbar.
Namun candaan itu kini membuat mereka kembali mengulang moment indah yang awal nya hanya candaan kini menjadi des*han.
__ADS_1
"Ach.. kamu ini ya." Des*h Riska sambil tersenyum dan menutup mata nya.
"Kenapa?, nikm*t bukan begini haha?." Tanya Akbar sambil terus mengg*yangkan pinggul nya.
Namun Riska hanya tersenyum merespon pertanyaan Akbar. lalu Akbar pun menarik selimut untuk menambah sensasi be*****a mereka.
Saling menggenggam tangan, mendes*h dan membas*hi tubuh nya dengan penuh gair*h di pagi itu.
Namun di sisi lain, Salim kebingungan karena beberapa berkas yang sudah Akbar taruh rapih di meja nya itu hilang tanpa ada jejak.
"Mampus gua, ini berkas kok bisa hilang begini ya. gua harus check cctv sebelum semua terlambat." Ucap Salim yang langsung bergegas pergi menuju ruang cctv.
Setelah sampai di ruang cctv, Salim pun langsung menemui petugas untuk memeriksa kembali cctv dua hari terakhir. dan benar dugaan Salim, ada seorang penyusup yang berhasil masuk ke dalam kantor lalu mengambil dua berkas penting milik perusahaan.
"Tidak ada petunjuk untuk gua tau siapa yang sudah menjadi penghianat, tapi siapapun yang mempunyai luka di tangan nya pasti ialah penghianat itu." Ucap Salim lalu pergi ke ruangan Renata.
Lalu Renata yang kaget dengan kedatangan Salim pun hampir terjatuh dari duduk nya yang memang tengah bersantai.
"Yaampun sayang, kamu pikir aku ini setan apa sampai mau jatuh begitu." Ucap Salim yang ikut kaget juga.
"Ya maaf, aku kan panik sayang." Ucap Salim.
"Memangnya ada apa sayang?, kok kamu sampai panik begitu?" Tanya Renata.
"Ada penyusup yang berhasil masuk ke dalam kantor sayang, lalu dua berkas penting berhasil di bawa oleh penyusup itu." Jawab Salim.
"Astaga, yasudah kalau begitu kamu segera laporan pada Kak Akbar dan juga perketat kemanan. kita tidak boleh sampai kecolongan lagi setelah ini." Ucap Renata yang kaget mendengar kabar duka itu.
Dan tanpa memikir lebih jauh lagi, Salim dan Renata pun mengabari Akbar dan juga memperketat keamanan kantor.
Baiklah, di sisi lain, Akbar dan Riska yang masih asik menghabiskan waktu indah itu pun harus terganggu dengan dering handphone yang terus berbunyi.
"Hadeh, ganggu saja." Keluh Akbar yang kemudian menghentikan goyang*n nya.
__ADS_1
"Kenapa sayang?." Tanya Riska sambil menatap Akbar.
"Ehm.. Sebentar ya sayang." Jawab Akbar lalu merebahkan tubuh nya di samping Riska.
Lalu Riska yang melihat wajah Akbar mulai serius pun segera menarik selimut nya lebih tinggi dan tiduran di samping Akbar sambil memeluk tubuh hangat nya.
Sedangkan Akbar yang melihat perhatian Riska pun hanya bisa tersenyum sambil menjawab panggilan telepon yang pasti dari Salim.
"Iya Lim, ada masalah di kantor kah?." Tanya Akbar.
"Iya Bar, kita kecolongan dua berkas yang cukup penting karena ada penyusup yang berhasil merampas dua berkas itu dari kantor." Jawab Salim.
"Kok bisa!, kalian bagaimana si menjaga kantor dan berkas penting saja tidak bisa!." Bentak Akbar.
"Maaf Bar, kita akhir-akhir ini sangat sibuk karena ada peningkatan 50% pemasukan dari beberapa perusahaan yang sudah kerjasama dengan kita. sampai metting pun hampir setiap tiga jam sekali kami adakan, sehingga tanpa kami sadari, kita jadi kecolongan dua berkas itu." Balas Salim.
Kemudian Akbar pun menghela napas nya dan kembali menghembuskan dengan pelan. lalu ia pun memerintahkan Salim untuk segera mencari tahu siapa dalang dari pencurian berkas itu.
"Ada masalah di kantor ya?." Tanya Riska.
"Iya sayang." Jawab Akbar.
"Yasudah kita segera packing baju dan sarapan yuk, lalu ke kantor setelah nya." Ucap Riska.
"Baiklah sayang, maaf dan terimakasih sudah mengerti aku." Balas Akbar lalu mengecup kening Riska.
Setelah itu, Riska dan Akbar pun bergegas membersihkan diri, sarapan dan pergi meninggalkan villa itu dengan mobil Akbar menuju kantor.
Bersambung..
Hallo gaes, cie puasa pertama di temani Ar Ariska nich haha..
Semoga puasa nya lancar tanpa hambatan apapun ya semuanya, sehat selalu dan pasti nya tetap bahagia all.
__ADS_1
Baik, segitu saja episode hari ini, jangan lupa like, koment, saran, rate, vote dan gift