
Setelah memindahkan baby harimau nya, Akbar langsung menggendong Riska dan membawa nya ke kamar yang memang bersebelahan dengan ruangan baby harimau itu.
"Selamat tidur ya Bee, and untuk sementara kita rawat baby itu di dalam ruangan ya. tapi nanti setelah agak besar, kita akan buat kandang di taman depan dan menambah keamanan khusus untuk nya." Bisik Akbar lalu mengecup kening Riska dan perut nya yang membuncit.
...๐Singkat cerita.. lima bulan sudah berlalu..๐...
Kini bayi harimau itu sudah sangatlah besar dengan gigitannya yang kini mulai sakit, begitu juga dengan kandungan Riska yang kini sudah menginjak 9 bulan.
Karena kandungan nya sekarang kian tumbuh, Riska pun mengalami pembengkakan pada kaki nya yang sering membuatnya sakit dan susah beraktivitas.
Hingga Akbar memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya via online yang di wakilkan oleh Salim sampai calon bayi nya itu lahir dengan selamat.
^^^Suatu pagi.. ^^^
"Bee, lihat deh." Panggil Riska.
"Apa Bee?." Tanya Akbar.
"Itu baby Alda sekarang sudah cepat lari nya hehe." Jawab Riska sambil melihat bayi harimau nya dari jendela.
๐ Ya, Alda adalah nama baby harimau Riska hehe๐
"Ya dia sudah menjadi pelari tercepat di pratama house Bee, bahkan gigitannya pun seperti itulah hehe paham kali.." Ucap Akbar sambil tertawa kecil.
"Hihi, boleh aku melihat nya lebih dekat?." Tanya Riska.
"Boleh, tapi kamu tidak boleh bermain dengan nya dulu ya." Jawab Akbar.
"Aku paham kok." Balas Riska.
"Eh iya" Ucap Riska.
"Apa Bee?." Tanya Akbar sambil menaikkan sebelah alis nya.
"Kita merawat Alda sudah legal kan?." Tanya Riska.
"Sudah kok sayang, sertifikat dan surat izin memelihara hewan pun sudah aku dapatkan, jadi kamu tidak usah khawatir." Jawab Akbar sambil tersenyum.
"Sip kalau gitu hehe." Balas Riska.
Dan kemudian, Riska pun keluar dari kamar di bantu Akbar. lalu ia pergi ke taman menghampiri Alda yang tengah bermain dengan pohon-pohon kecil dan juga rerumputan di kandang nya.
"Morning Alda.. sudah besar ya kamu." Sapa Riska.
Lalu Alda pun menghampiri Riska dan cuffing dan menjilati tangan Riska yang menempel di kandang.
"Kamu mau main ya?, maaf Mama belum bisa mengajak mu main dulu. tapi nanti kalau Adik mu sudah lahir, pasti Mama akan main dengan mu, Papah dan juga Adik kecil mu nanti oke." Ucap Riska yang terus berinteraksi dengan Alda.
Kemudian Alda pun menjilat tangan Riska dan kembali bermain di kandang nya. dan setelah itu, Akbar mengajak Riska untuk duduk dan meminum susu.
"Bee, duduk dulu yuk." Ajak Akbar yang sudah duduk di kursi.
__ADS_1
"Iya Bee." Balas Riska yang kemudian duduk di samping Akbar.
"Bik Ambar.." Teriak Akbar.
"Iya Tuan muda." Balas Bik Ambar yang kini sudah ada di hadapan Akbar.
"Tolong buatkan susu untuk Riska dan juga vitamin ya Bik." Titah Akbar.
"Baik Tuan, tunggu sebentar akan saya buatkan." Balas Bik Ambar.
"Oh ya Bik, sebelum itu tolong bilang Pak Nasik untuk tetap stay karena kandungan Riska tidak tahu pasti lahir nya kapan." Titah Akbar lagi.
"Siap Tuan muda." Balas Bik Ambar.
Dan setelah itu, Bik Ambar pun pergi menuju Pak Nasik untuk memberitahukan pesan Akbar. lalu ia ke dapur untuk membuatkan susu khusus ibu hamil untuk Riska.
^^^Namun di sisi lain.. ^^^
Salim sedikit kesulitan dalam metting pagi ini, karena Client pagi ini bukanlah dari dalam negara melainkan luar negara. hingga ia pun memutuskan untuk menelepon Akbar di pagi itu juga.
"Hallo Bar, sorry gua ganggu." Ucap Salim.
๐"Kenapa Lim, ada masalah?." Tanya Akbar.
"Ya Bar, hari ini ada metting dengan Client dari Pakistan, kami tidak bisa menghandle nya sendirian karena memang harus di handle sama lu langsung Bar." Jawab Salim yang mencoba menjelaskan.
๐"Ehm.. baiklah metting di mulai jam berapa?." Tanya Akbar.
"Jam 9 pagi, dan lu hanya punya waktu satu jam setengah untuk bersiap." Jawab Salim.
"Oke Bar." Balas Salim.
Lalu Salim pun bernafas lega dan mulai menyusun berkas untuk metting sekaligus menemui Renata yang kini tengah sibuk mengurus jadwal metting yang sedikit padat hari ini.
"Sayang, semua sudah siap kan?." Tanya Salim.
"Ya mungkin sedikit lagi.." Jawab Renata yang masih bergelut dengan leptop nya.
"Kamu mengalami kesulitan sayang?." Tanya Salim yang kemudian menghampiri Renata.
"Sedikit, tapi aku sudah mengatasi nya kok." Jawab Renata.
"Baiklah, kalau begitu aku titip berkas penting dulu ya di sini. aku mau ke ruang metting dulu untuk memeriksa kebutuhan di sana." Ucap Salim yang kemudian menaruh berkas di atas meja Renata.
"Oke sayang." Balas singkat Renata.
Kemudian Salim pun pergi meninggalkan Renata menuju tempat metting yang dengan singkat harus dia lengkapi keperluan nya sebelum metting di mulai.
Sedangkan di Pratama house, Akbar yang tengah menemani Riska di taman pun terpaksa harus meninggalkan Riska dengan Bunda Dele dan seisi rumah nya lagi karena ia harus pergi ke kantor.
"Ada yang urgent ya di kantor?." Tanya Riska yang sudah menghabiskan susu nya.
__ADS_1
"Iya Bee, kamu tidak apa-apa kan aku tinggal?." Jawab Akbar.
"Tidak apa-apa kok, yasudah ayo kita ke kamar dan bersiap." Balas Riska.
Lalu Akbar dan Riska pun menaruh gelas kotor di wastafel cuci piring. dan kemudian pergi ke kamar.
"Kamu cuci muka gih." Titah Riska.
"Oke" Balas singkat Akbar.
Dan saat Akbar membasuh wajah nya, Riska pun menyiapkan pakaian yang akan Akbar kenakan. lalu menyiapkan tas Akbar juga yang akan ia bawa ke kantor.
"Sudah Bee?." Tanya Riska.
"Sudah kok." Jawab Akbar yang kini keluar dari kamar sambil mengelap wajah nya dengan handuk hingga kering.
"Pakailah pakaian mu." Titah Riska dengan senyuman.
Lalu dengan cepat Akbar segera memakai celana panjang hitam nya dan baju kemeja nya, yang kemudian Riska bantu kancing kan satu demi satu. setelah itu Riska mengambil jas Akbar dan membantu nya mengenakan jas itu.
"Sudah siap.." Ucap Riska.
"Hehe sudah, tinggal menata rambut dulu sejenak." Balas Akbar yang langsung duduk di kursi meja rias.
"Biar aku bantu Bee." Ucap Riska.
Kemudian Riska pun menata rambut Akbar dengan sangat hati-hati. dan setelah selesai, Akbar memeluk Riska dan mengecup kening nya.
"Terimakasih ya Bee, kamu jangan capek-capek di rumah ya. jaga kandungan mu dan jangan telat makan oke." Pesan Akbar.
"Iya Bee, kamu juga jangan ceroboh ya. hati-hati di jalan nya dan semangattt!!!!." Teriak Riska dengan penuh semangat.
"Hehe.. siap istri ku yang cantik." Balas Akbar.
Lalu Akbar pun berlutut dan mengelus perut Riska yang kini sudah sangat besar. kemudian mengecup perut Riska dan mengelus nya lagi.
"Jagain Mamah ya sayang, dan tunggu Papah kembali." Ucap Akbar dengan penuh senyum bahagia.
Setelah itu, Akbar pun pergi meninggalkan Riska di rumah dengan Bunda Dele. namun baru saja Akbar pergi, perut Riska pun terasa sakit.
Lalu...
^^^Bersambung hehe... ^^^
...Tiada cinta dengan kesempurnaan lebih indah jika hanya mencintai seseorang tanpa di cintai. karena itu kita harus pandai menjaga hati satu sama lain. ...
^^^_Ar29^^^
...*And H*appy Monthversarry ya sayang, i wish hopefully we will be together soon until we get married and jannah. we can do it My Bee๐!!....
..._08'04_...
__ADS_1
Segitu saja episode hari ini, jangan lupa di like, koment, rate, vote or gift. see next episode..
.