
Kemudian Raihan pun segera mengemudikan mobil nya dengan kecepatan penuh. sedangkan Riska hanya menggenggam tangan Reival sambil menguatkan diri nya agar tetap stabil.
Dan ketika sampai di rumah, Riska langsung memuntahkan darah dari mulut nya. hingga membuat Reival meneteskan air mata melihat Mama nya terluka.
"Pah.. cepat bawa Mama." Ucap Reival.
"Tidak usah, aku baik-baik saja." Balas Riska.
"Apa yang baik hah!." Bentak Raihan yang langsung menggendong Riska ke dalam Rumah.
Seketika suasana rumah pun menjadi panik karena Raihan membawa Riska dengan kondisi yang kritis ke rumah bukan ke rumah sakit.
Lalu Dokter yang sebelumnya sudah di panggil oleh Reival pun sudah sampai ke rumah dan langsung memeriksa kondisi Riska.
"Jangan nangis Val." Ucap Riska.
"Tapi Mam, aku gak mau Mama kenapa-kenapa." Balas Reival.
"Mama baik-baik saja kok sayang." Ucap Riska guna menenangkan Reival.
Namun di sisi lain, Aidha merasakan sakit di jantung nya. lalu ia memanggil Bik imah untuk membantunya menelpon Akbar.
Dan tidak lama dari itu, Akbar pun tiba di rumah dan langsung menghampiri Aidha yang tengah mengatur nafas nya dengan bantuan oksigen.
"Bagaimana keadaan mu Ai?, masih kah sakit sayang?." Tanya Akbar dengan lembut.
"Papa, aku rasa bukan aku yang kini tengah sakit. namun aku hanya merasakan efek nya saja tanpa rasa sakit seperti biasa jika kambuh." Jawab Aidha.
"Aku tau itu kamu Riska, apa yang terjadi dengan mu sebenarnya." Tanya Akbar dalam hati nya.
__ADS_1
"Papa kok melamun." Ucap Aidha yang menyadarkan Akbar dari lamunan nya.
"Tidak sayang, sudah kamu minum obat dulu nanti istirahat habis itu ya." Balas Akbar.
Kemudian Aidha pun meminum sebuah pil obat yang sebelumnya sudah Dokter resep kan untuk nya. namun kembali dengan Riska.
Ia kini sedikit tenang karena rasa sesak di dada nya mulai berkurang. lalu Riska yang melihat Reival terus menangis pun mengelus jari jemari Reival yang sedari tadi menggenggam tangan nya dengan erat.
"Dok, apakah sudah selesai?." Tanya Riska.
"Sudah Nyonya, saya tinggal sebentar pada Tuan Raihan ya." Jawab Dokter.
Lalu Dokter segera menghampiri Raihan dan bicara berdua tentang kondisi Riska. setelah itu, Raihan mengantar Dokter keluar menuju sopir. Yang kemudian mengantar Dokter itu ke rumah sakit.
.. Di kamar..
"Riska.. are you ok?." Tanya Raihan sambil menutup pintu.
"Ehm.. Dasar tukang tidur." Ucap Raihan yang kemudian naik ke atas kasur dan duduk di samping Riska.
"Biarlah, dia juga kan putra ku. aku yang mengurusnya sedari kecil, dan dia pantas mendapatkan kasih sayang itu Kak." Balas Riska.
Kemudian Raihan yang melihat Riska semakin hari semakin perhatian pada Reival dan dirinya, ia pun segera mengeluarkan sebuah kotak dan membuka kotak itu.
"De, will you marry me?." Tanya Raihan.
"Ehm.. Kamu yakin ingin menikah dengan ku Kak?." Tanya balik Riska yang kaget dengan kejutan Raihan.
"Aku sudah yakin ingin menikahi mu sejak kamu menerima ku dan rela menghabiskan waktu dengan ku dan juga Reival." Jawab Raihan dengan tegas.
__ADS_1
"Ehm.. bukankah kamu tau aku ini bukan wanita baik-baik, lalu kenapan kamu ingin menghabiskan hidupmu dengan ku Kak?." Tanya Riska.
"Karena kamu adalah kebahagiaan ku De, mungkin dulu aku telat melamar mu karena aku harus meluluskan kuliah ku di luar negeri dan mendapati mu sudah menikah setelah aku kembali. namun kali ini aku tidak akan lagi membohongi perasaan ku kalau aku masih mencintai mu hingga saat ini." Jawab Raihan sambil menatap Riska.
Kemudian Riska yang melihat cinta di mata Raihan pun tersenyum mendengar jawaban dari Raihan yang begitu yakin dengan semua jawaban nya.
"Jika memang itu ingin Kakak, aku tidak bisa menolak, aku siap menjadi pendamping mu Kak." Ucap Riska.
"Terimakasih De." Balas Raihan yang kemudian memasangkan cincin di jari manis Riska.
"Ehem.." Dehem Reival.
"Loh kamu kok bangun sayang" Ucap Riska.
"Aku cuma pura-pura tidur Ma, hehe. akhirnya Mama bukan lagi hanya menjadi Mama ku tapi juga sebentar lagi akan jadi istri Papa." Balas Reival.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak mau menganggu Keromantisan kalian yang nanti membuat ku iri haha." Sambung Reival yang langsung pergi meninggalkan Riska dan Raihan.
Lalu, Raihan pun menatap Riska di sertai senyuman. yang kemudian tatapan itu di balas oleh Riska dengan sangat hangat.
Hingga terjadilah adegan drakor beradu daging tebal dengan rasa kenikm*tan. dan berlanjut dengan di tariknya kelambu kasur Riska oleh Raihan.
"Kak, belum saatnya." Ucap Riska sambil melepas ciuman itu dan mengelus pipi Raihan.
"Aku tidak akan melakukan apa-apa kok De." Balas Raihan sambil tersenyum.
Kemudian Riska yang percaya pada Raihan pun hanya tersenyum dan membalas kembali ciu*an nya. lalu setelah itu mereka bertukar cerita hingga Riska pun tertidur di dada Raihan.
"Selamat tidur calon istri ku. " Ucap Raihan yang kemudian meninggalkan Riska sendiri.
__ADS_1
bersambug..
happy new years semuanya.. smoga d tahun yang baru ini impian kalian bisa terwujud☺aamiin.