Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Penculikan Part 1


__ADS_3

Namun masih tidak ada respon, hingga akhirnya nomor rumah sakit lah yang malah menelepon Akbar, dan membawakan kabar kalau Riska hilang.


📞"Hallo rumah sakit A, benar ini bersama tuan Akbar?." Tanya suster.


"Benar, dengan siapa dan ada perlu apa ya?." Jawab dan balik tanya Akbar.


📞"Maaf Tuan Akbar, kami membawa kabar buruk. Nona Riska hilang dari rumah sakit, dan kami baru mengetahui sebab kepergian Nona itu sangatlah terlambat." Jawab Suster dengan berat hati.


"Apa!, bagaimana bisa semua ini terjadi?." Tanya Akbar dengan panik dan tegang.


"Menurut cctv Nona Riska di bawa oleh seorang pria tidak di kenal entah kemana, tapi kami berhasil mendapatkan no plat mobil nya dan sudah kami catat Tuan." Jawab Suster dengan akurat.


"Baiklah Sus, tolong anda kirim apapun yang anda dapatkan dari cctv ke nomor saya, terimkasih info nya." Ucap Akbar lalu mengakhiri telepon.


Setelah mendapat info kalau Riska hilang dari rumah sakit, Akbar pun langsung keluar dari ruangan nya dan bergegas pergi menuju ruangan Salim.


"Lim, Riska hilang. tolong lu hubungi Kresna untuk bantu mencari dan hubungi Renata untuk membuat laporan kehilangan Riska." Titah Akbar.


"Oke Bar, lu jangan panik. tetap tenang karena Riska pasti akan baik-baik saja." Balas Salim.


"Lu tenang saja Lim, intinya lu ikuti perintah gua. gua harus hubungi Papah dan Bunda untuk memberitahu kabar buruk ini juga, sebentar gua tinggal dulu Lim." Ucap Akbar lalu keluar ruangan dan menelepon Tuan Laurent.


📞"Apa!., jangan lapor polisi dulu Nak, karena Papah yakin ini perbuatan orang yang sama dengan yang pernah menculik Riska sebelum nya." Balas Tuan Laurent.


"Hah, apa maksud nya Pah?." Tanya Akbar.


📞"Nanti papah jelaskan, inti nya kamu jangan lapor polisi dulu, sekarang kita ketemuan. alamat nya nanti Papah share di whatsaap." Jawab Tuan Laurent.


Lalu Akbar pun langsung menutup titahan nya yang di berikan kepada Salim dan Renata. setelah itu, ia pun pergi dengan Salim dan Renata untuk bertemu Tuan Laurent menggunakan mobil masing-masing.


Namun di sisi lain, kini Riska sudah terbaring di tempat tidur yang megah. dengan di tutupi selimut dan juga fasilitas rumah sakit yang lengkap.


Dan di saat Riska belum siuman, terlihatlah sebuah tangan pria kini tengah mengelus pipi Riska dengan lembut.

__ADS_1


"Sayang, kenapa si kamu harus menikah dengan Akbar, aku kan masih mencintai kamu. ya aku tau memang aku nemprioritaskan harta, tapi kan jika tidak ada uang nanti kamu mau makan apa dong?." Ucap Pria yang tidak lain adalah Galuh.


Lalu ketika Galuh mengelus Riska, Riska pun membuka mata nya dan langsung terduduk ketika melihat Galuh kini sudah ada di samping nya.


"Wush!!, gua dimana hah?!" Teriak Riska yang syok.


"Welcome at my home baybih." Balas Galuh sambil tersenyum.


"Gal, gua kan sudah bilang kalau hubungan kita sudah selesai." Ucap Riska baik-baik sambil beranjak dari kasur.


"Eit, mau kemana?," Tanya Galuh.


"Ya gua harus pergi Gal, kita kan sudah tidak ada urusan. lagi pula gua kan sudah menikah dan tidak ada lagi hubungan di antara kita, jelas." Jawab Riska dengan tegas.


"Baiklah, jika memang kamu ingin lepas dariku, silahkan jika kamu bisa." Ucap Galuh lalu beranjak dari kasur.


Lalu Riska pun melepas selang infus dan mencoba untuk keluar dari kamar tersebut. namun saat ia hendak berlari, tiba-tiba kepala nya terasa seperti tersetrum. hingga Riska pun berlutut sambil memegangi kepala nya.


"Estt.. sakit.." Ringis Riska.


"Apa yang sudah lu lakukan pada gua Gal?." Tanya Riska yang mencoba bangkit kembali.


"Ya hanya sengatan yang akan membuat mu jatuh kepelukan ku baybih." Jawab Galuh dengan nada menggoda.


"Cih!, jijik sekali gua melihat wajah lu bangs*t!." Ucap Riska yang kembali melangkah.


Namun lagi dan lagi kepala nya merasakan sakit yang semakin ia mencoba berlari, semakin sakit pula sengatan di kepala itu menghantui Riska.


"Esstt.. Galuh tolong lepaskan alat ini, sakit sekali." Ucap Riska yang merasa sangat sakit di kepala nya.


Lalu Galuh yang melihat Riska begitu kesakitan pun menjadi panik dan langsung menghampiri Riska.


"Baybih, apakah sakit sekali?." Tanya Galuh sambil menggendong Riska ke kasur.

__ADS_1


"Sakit sekali Galuh, tolong lepaskan." Pinta Riska.


Dan Galuh yang memang cinta buta pada Riska pun segera melepaskan alat kecil itu dari kepala Riska. lalu Riska yang merasa sakit di kepala nya pun mulai merasa sesak di dada nya.


"Hah.. hem tolong gua tidak bisa nafas Gal." Keluh Riska yang penyakit nya mulai kambuh.


Lalu Galuh pun memanggil Dokter yang sudah stand by di ruangan khusus medis untuk memeriksa keadaan Riska dengan total.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Di saat Riska tengah tersiksa, kini Akbar, Salim dan Renata pun sudah berkumpul di sebuah Bar besar milik Tuan Laurent. di sana juga sudah ada Kresna dan para mafia terkuat yang tunduk pada perintah Tuan Laurent.


"Baiklah, Akbar. siapa musuh terberat mu?." Tanya Tuan Laurent.


"Galuh anggara, ceo yang berhasil merampas dua berkas penting ku untuk kepentingan nya dan juga musuh bebuyutan ku di sepanjang nafas sejarah bisnis ku Pah." Jawab Akbar dengan penuh emosi.


"Baik, biar ku jelaskan dulu siapa Galuh anggara itu." Ucap Tuan Laurent.


"Galuh anggara adalah pria yang mencintai Riska namun menyakiti Riska hanya karena harta. dia dapat melakukan segala cara untuk mengambil banyak uang yang bukan hak milik nya terutama mengambil Riska yang bagi nya adalah berlian yang dia punya dan sampai kapan pun akan dia punya." Sambung Tuan Laurent.


"Jadi Galuh itu.." Ucap Akbar yang terhenti.


"Ya Nak, Galuh adalah salah satu mantan Riska yang cinta buta pada nya. sudah kesekian kalinya ia menculik Riska dan ada kemungkinan juga yang menculik Riska sekarang pun seorang Galuh anggara." Balas Tuan Laurent.


"Sial*n sekali dia, berani-rani nya menculik istri ku." Ucap Akbar dengan kesal.


"Sabar dulu Bar, untuk memastikan nya kita harus bergegas menuju rumah nya. Karena Riska pasti ada disana sekarang." Balas Kresna.


"Baik, untuk menghindari adanya keterlambatan menolong putri ku, ayo kita beranjak sekarang." Titah Tuan Laurent.


Lalu dengan aba-aba Tuan Laurent, Akbar, Salim, Kresna dan Renata pun pergi terlebih dahulu ke rumah Galuh. Kemudian Tuan Laurent dan anak buah nya menyusul untuk melakukan cara kedua mereka.


Dan cerita pun... Bersambung hehe...

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, rate, fav love and vote or gift.


Thanks all atas dukungan nya.. ☺☺☺


__ADS_2