
Ketika Reival mengantar Aidha pulang, di tengah jalan mereka di hadang oleh sekumpulan anak genk motor yang pasti Aidha mengenal nya.
Lalu Aidha pun meminta Reival untuk menghentikan mobil nya, namun Reival terus menolak menghentikan mobil nya. tapi Aidha mencoba meyakinkan Reival dengan sangat lembut.
"Kak, aku pastikan kita akan aman. tolong hentikan mobil nya sejenak ya, aku janji kita akan pulang dengan selamat." Ucap Aidha.
Kemudian Reival pun luluh dan menghentikan mobil nya saat itu juga. lalu Aidha pun langsung menghampiri ketua dari pimpinan genk motor itu.
"Ada apa?." Tanya Aidha.
"Ai, kenapa kamu jalan dengan pria lain dan bukan aku." Tutur Pria itu yang bernama Qasid.
"Aku tidak menyukai kamu Qasid, dan aku tidak sedang jalan. kaki ku terkilir dan dia menolong ku." Jelas Aidha.
"Aku tidak peduli, pokoknya kamu harus pulang dengan ku." Ucap Qasid.
"Aku tidak mau Qasid" Balas Aidha yang kemudian membalikkan tubuhnya lalu melangkah menuju mobil Reival.
Namun Qasid langsung menarik Aidha dengan paksa. lalu Reival yang sedari tadi menahan diri pun segera keluar dari mobil dengan slayer yang menutupi hidung dan mulut nya.
"Aidha.." Teriak Reival.
Lalu Aidha pun mengangkat tangan nya dan menyuruh Reival untuk tidak mendekati nya. kemudian Aidha pun meminta Qasid untuk mengizinkan bicara sejenak dengan Reival. hingga akhirnya Qasid pun memberi waktu untuk Aidha bicara dengan Reival.
"Kak, kamu jangan khwatir, aku pasti baik-baik saja. kakak pulang lah, aku juga akan pulang." Ucap Aidha sambil mengelus dada kiri Reival.
"Tapi aku tidak yakin akan hal itu Aidha, tolong biarkan aku saja yang mengantar kamu pulang ya." Balas Reival.
"Sudah Kak, ku gak mau kakak terlibat masalah ku. terimkasih Kak" Ucap Aidha yang kemudian pergi dengan Qasid meninggalkan Reival.
Namun Reival tidak semudah itu percaya, ia pun mengikuti Aidha secara diam-diam sampai berhenti di sebuah villa besar milik Qasid.
Ya betul, Qasid adalah seorang anak mafia yang kebetulan bekerjasama dengan Akbar dalam bisnis. dan Qasid juga adalah pria yang kini sudah di jodohkan oleh Akbar untuk Aidha.
Namun Akbar tidak tau kalau selama ini Aidha selalu di kasari oleh Qasid. karena Aidha hanya membungkam dan tidak ingin Akbar khawatir pada nya.
__ADS_1
.......
"Kamu sudah tau kan hukuman apa yang harus kamu dapatkan hari ini atas perbuatan mu?." Tanya Qasid dengan dingin.
"Aku tau." Jawab Aidha.
Kemudian Qasid pun meminta Aidha untuk masuk duluan ke villa nya, lalu Aidha pun menurut. namun di sisi lain Reival diam-diam menyusup ke dalam dan mengikuti kemana Aidha pergi.
Hingga akhirnya Aidha pun masuk ke dalam kamar Qasid dan berdiri di dekat jendela. lalu tidak lama dari itu, Qasid pun masuk dan mengelus kedua pundak Aidha dengan lembut.
"Aidha, sebenarnya aku tidak mau melakukan ini. namun aku terpaksa karena dengan ini pasti kamu akan tetap menjadi milikku seutuhnya." Ucap Qasid di telinga Aidha.
Kemudian, Qasid pun menurunkan restsleting dress Aidha dan perlahan dress itu pun terjatuh lepas dari tubuh Aidha. lalu Qasid membaringkan Aidha di kasurnya dan mencium dengan lembut bibir Aidha.
Setelah itu Qasid langsung membuka kaos nya, namun ketika Qasid ingin bermain dengan area in**m Aidha, dengan tenang Reival langsung menyuntikkan obat bius pada Leher Qasid sehingga Qasid tidak sadarkan diri.
"kakak.." Ucap Aidha yang kemudian duduk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Kamu tidak usah malu, ayo kita pergi dari sini." Balas Reival.
"Tidak Kak, harusnya Kamu jangan ikut campur. aku sudah biasa seperti ini, dan kamu harus pergi sebelum kamu ketauan." Ucap Aidha.
Kemudian Aidha pun memakai dress nya dan segera kabur bersama Reival ke mobil nya. namun pelariannya terdeteksi oleh salah satu anak buah Qasid.
Sehingga kejar-kejaran pun terjadi. namun dengan sigap, Aidha menyemprotkan cairan cabai ke mata anak buah Qasid hingga ia tersungkur dari motor nya.
......
Singkat cerita, kini Aidha sudah ada di rumah nya. lalu dengan kebetulan, Akbar pun baru saja sampai ke rumah dan langsung memeluk Aidha.
"Ini siapa nak?." Tanya Akbar.
"Pah, ini Kak Reival dan Kak Reival, ini Papah, beliau adalah teman ku Pah." Jawab Aidha.
"Ehm.. hallo om aku Reival, senang bertemu dengan Om" Ucap Reival sambil tersenyum.
__ADS_1
"Senang bertemh dengan mu juga, lanjut mengobrol di dalam saja, tidak baik di luar lama-lama." Balas Akbar.
"Terimakasih Om, tapi aku gak bisa lama-lama. aku masih ada urusan soalnya." Ucap Reival.
"Ehm baiklah kalah begitu nak" Balas Akbar.
"Saya permisi ya Om, Ai, Dadah" Ucap Reival lalu pergi meninggalkan rumah Pratama.
Setelah Reival benar-benar pergi, Aidha pun memberanikan diri untuk memulai obrolan mengenai Qasid. lalu Akbar yang marah dan kesal atas perlakukan Qasid selama ini pun langsung mengambil pistol nya dan pergi dari rumah.
"Papah.. papah jangan emosi Pah" Teriak Aidha yang tidak tau harus apa.
"Sudahlah dia keterlaluan Nak" Teriak Akbar dengan emosi yang tidak terkontrol.
Kemudian Aidha terus mengejar langkah Akbar yang panjang hingga kemudian sebuah tangan pun menahan dada Akbar.
"Kenapa kamu masih tidak mau berubah?." Lirih suara lembut yang tidak asing bagi Akbar.
"Ehm.. Bee" Ucap Akbar.
Lalu Akbar pun menghentikan langkah nya dan menunduk untuk melihat sosok yang tidak lain adalah Riska.
"Bee" Ucap Akbar yang kemudian memeluk Riska.
"Kamu kemana saja Bee, aku merindukan kamu." Ucap Akbar lagi.
"Aku hanya mencari bahagiaku saja, sekarang aku sudah menemukan nya. dan kabar ku juga baik-baik saja, kamu jangan khawatir." Balas Riska.
"Maafkan aku Bee, tolong jangan tinggalkan aku lagi." Ucap Akbar.
"Aku tidak bisa.." Balas Riska.
Dan ketika Akbar melepas pelukannya dan kembali melihat ke hadapan nya, Riska pun menghilang dengan terpaan angin. yang pasti Akbar hanya berhalusinasi dimana kini Riska dekat dengan nya.
"Papah.. " Lirih Aidha.
__ADS_1
Kemudian Aidha yang tidak mampu lagi lari lebih cepat pun pingsan sehingga membuat langkah Akbar terhenti. lalu Akbar langsung menggendong Aidha ke kamar nya untuk di periksa Dokter keluarga.
Bersambung..