Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
jangan khwatir Kakak.


__ADS_3

Setelah sampai Uks, Aidha pun langsung mendapat penanganan pertama. lalu karena Reival Khawatir, ia pun menunggu Aidha sambil mondar-mandir ke kanan dan ke kiri.


"Bagaimana keadaan Adik saya?." Tanya Reival kepada Dokter pribadi kampus.


"Tidak apa-apa kok kamu jangan khawatir Reival, Adik mu baik-baik saja, hanya sedikit kaget." Jawab Dokter.


Lalu Reival pun mulai bernafas dengan lega. kemudian setelah ia memastikan Dokter sudah merawat Aidha dengan baik, ia pun langsung menghampiri Aidha yang terseyum.


"Kenapa kamu panik sekali Kak?, it's ok calm down, aku baik-baik saja jangan khawatir." Ucap Rahma.


"Aku khawatir itu pasti, namun kehilangan mu itu aku tidak siap." Balas Reival.


"Hidup dan mati sudah ada di tangan Tuhan Kak, jangan pernah takut akan takdir Tuhan yang akan datang." Ucap Aidha.


"Ya aku tau, harta dan tahta bisa Tuhan ambil, takdir pun Tuhan bisa buat dan ubah sesuka nya, tapi jika kamu yang harus pergi karena takdir maka aku akan melawan takdir itu." Balas Reival.


"Udah ah, Kakak santai saja jangan terlalu di pikirkan. lagian aku juga gak akan meninggalkan Kakak begitu saja bukan." Ucap Aidha agar Reival tenang.


Kemudian Reival pun mengelus rambut Rahma sambil tersenyum. Sedangkan di sisi lain Riska dan Raihan yang baru sampai di kantor pun langsung di sambut semua karyawan dan di berikan banyak hadiah pernikahan oleh mereka.


"Terimakasih semuanya, sampai repot-repot begini yaampun." Ucap Riska sambil tertawa kecil dengan wajah ceria.


"Hihi, sudah kewajiban kami Bu. lagi pula Ibu dan Bapak ini adalah bos kami yang paling baik selama periode ini. tolong terima semua hadiah dari kami ya Pak, Bu." Ucap salah satu karyawan di kantor.


"Baiklah kalau kalian memaksa, terimakasih semuanya." Balas Riska.


"Terimakasih, tolong bawa ini semua ke ruangan saya." Sambung Raihan yang kemudian menyuruh Office Boy dan Office girl mengantar seluruh hadiah ke ruang kerja nya.


Setelah hadiah itu tersusun rapih di ruangan Raihan. Raihan pun memeluk Riska dan memberikan ciuman secara mendadak pada nya.


"Ih ayank.." Ucap Riska yang kaget.


"Terimakasih Ayank, kamu adalah matahari bagi semua karyawan di sini, dan aku tidak bisa berhenti bersyukur pada Tuhan karena bisa mendapatkan kamu Ayank." Balas Raihan.

__ADS_1


"Ehm.. terimakasih Ayank, aku juga bersyukur sudah mendapatkan kamu. pasangan yang bisa menghargai dan mendukung segala keputusan aku." Ucap Riska yang kemudian memeluk Raihan.


Setelah mereka selesai berpelukan dan saling memberikan ciuman hangat, mereka pun mulai bekerja dengan tugas nya masing-masing.


Sedangkan Aidha dan Reival yang masih di Uks pun mulai tidak betah dengan bebauan di ruangan itu.


"Ih gak enak banget ini ruangan." Keluh Reival.


"Iya Kak, ayolah kita pergi Kak." Balas Aidha yang mengeluh juga.


"Loh kamu juga tidak suka bau rumah sakit kah?." Tanya Reival.


"Siapalah yang suka bau rumah sakit, Kakak ini ada-ada saja." Jawab Aidha sambil mencubit pinggang Reival.


"Adaw adaw.. aih sakit dudul." Pekik Reival.


"Sukurin.." Balas Aidha sambil tertawa kecil.


"Heh malah bengong, ayo kabur.." Ucap Aidha yang mengagetkan Reival.


"Hehe sorry, ayo kita pergi saja dari sini." Balas Reival.


Kemudian Reival kembali menggendong Aidha yang masih lemas ke perpustakaan sambil menunggu jam kampus mereka.


.."pembalap itu istri ku"..


Singkat cerita, Reival dan Aidha pun selesai jam kampus, kemudian mereka pergi meninggalkan kampus menuju rumah sakit untuk check up keadaan Aidha dan juga luka jahitan pada Reival.


Dan setelah Reival selesai check up, ia pun menunggu Aidha yang masih belum selesai di periksa kesehatan nya. hingga satu jam kemudian, Aidha pun keluar sambil membawa resep obat yang begitu banyak.


"Banyak sekali obat mu de." Ucap Reival.


"Hehe ini sudah mulai sedikit, dulu sebelum aku operasi obat nya lebih banyak Kak." Balas Aidha sambil ketawa kecil.

__ADS_1


"Memangnya kamu sakit apa si Dek?." Tanya Reival yang penasaran.


"Syaraf di kepala bagian belakang ku ada masalah, paru-paru dan jantung ku juga tidak lagi sehat Kak. aku juga mengalami anemia makan nya aku selalu membawa setiap obat yang di resepkan Dokter kemanapun aku pergi untuk antisipasi" Jawab Aidha dengan jelas.


Kemudian Reival pun menahan air mata nya yang hendak jatuh setelah mendengar penjelasan Aidha yang sangat rinci tentang penyakit yang ia derita selama ini.


"Loh Kakak kenapa?., jangan sedih, aku baik-baik saja." Ucap Aidha sambil mengelus pundak Reival.


"Aku tidak sedih kok, aku senyum nih.


" Balas Reival yang kemudian tersenyum untuk mengisyaratkan kalau dia baik-baik saja.


"Hihi.. dah ah ayo aku harus pulang, nanti Papah mencari aku lagi." Ajak Aidha.


"Yasudah, di depan juga aku sudah pesankan taxi, sudah aku bayar juga tadi. kamu duluan ya, hati-hati pulang jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai rumah." Pesan Reival.


"Okey Kakak. See you.." Balas Aidha yang kemudian beranjak melangkah lebih dulu menuju pintu luar rumah sakit.


Sedangkan Reival ke tempat Dokter khusus yang selalu rutin memeriksa hasil check up Aidha selama ini secara diam-diam.


"Bagaimana Dok perkembangan kesehatan Aidha?." Tanya Reival.


"Kini Nona muda sudah mulai membaik, detak jantung cangkok nya juga masih berdetak dengan normal, sel darah merah dan putih nya sinkron. dan hasil ronsen syaraf otak sudah mulai membaik juga tidak separah dulu dimana ia depresi berat." Jawab Dokter dengan rinci tanpa ada yang terlewat.


"Syukurlah kalau begitu, terimakasih ya Dok. anda masih berkenan memberikan banyak informasi kepada saya tentang perkembangan kesehatan Aidha. " Ucap Reival.


"Sama-sama Tuan Muda, itu memang sudah tugas saya." Balas Dokter.


"Kalau begitu saya pamit dulu Dok, sampai jumpa." Ucap Reival dengan wajah ceria.


Lalu Reival pun pergi dengan taxi yang sebelumnya ia pesan menuju villa Raihan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2