
"Aargh..."
"Gua tau memang ini bukan yang pertama kali, tapi setidaknya gua bisa membuat lu melupakan ambisi yang nantinya akan membuat Riska dalam bahaya" Bisik Galuh di telinga Rabella.
Lalu Galuh pun menyelimuti Rabella yang kini sudah tertidur karena kelelahan dan juga mabuk berat. sedangkan Galuh yang masih tersadar pun langsung beranjak ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya.
...****************...
..."Pembalap Itu Istri Ku"...
Waktu pun terus berlalu, tanpa terasa hari sudah berganti. dan musim panas pun sudah menjadi musim hujan.
Dimana musim ini lah yang membuat Riska terkadang menjadi ketakutan karena trauma nya. namun semua trauma itu sirna ketika Tuan Laurent berkunjung kembali untuk melihat putri sulung dan calon cucu nya.
"Nak, kenapa kamy terlihat tidak sehat begitu?." Tanya Tuan Laurent.
"Pah, suara gemuruh itu selalu membuat ku pening, aku jadi ingat Ayah dan Bunda. jujur, aku tidak mau mengingat hal itu karena sakit rasanya jika kembali mengingatnya." Jawab Riska.
"Tapi Nak, mau bagaimana pun mereka tetaplah orang tua mu yang harus kamu ingat. sedangkan Papah, hanyalah seorang Pria paruh baya yang berkewajiban menjaga mu, bukan sepebuhnya Ayah ataupun Ibu mu sayang." Ucap Tuan Laurent.
"Aku tau Papah bukanlah Ayah kandung Riska, tapi Pah, kamu cinta pertama ku. dan karena kamu, kini aku dapat menghirup udara yang segar walau dengan bulak balik check kontrol ke rumah sakit. dan aku akan selalu sayang Papah seperti aku menyayangi kedua orang tua ku." Balas Riska.
Kemudian, Tuan Laurent pun memeluk Riska dan merasa bangga dengan putri tunggal nya itu. dan di dalam pelukan Tuan Laurent, Riska pun mengucapkan kalimat lagi yang membuat nya kaget dan tidak menyangka.
"Aku tau, Papah tidak menikah bukan karena papah takut istri papah nanti tidak mau menerima apa adanya papah, tapi Papah tidak mau menikah karena tidak ingin salah memilihkan calon ibu untuk aku. aku tau selama ini papah juga diam-diam selalu memborong di toko bunga ku walau papah tidak tau harus di apakan bunga itu bukan?." Tanya Riska.
"Bagaimana kamu tau semua itu Nak?" Tanya Tuan Laurent yang kemudian melepas pelukkan nya.
"Aku bukanlah anak yang sama seperti yang lain Pah, aku berbeda. aku dapat mengerti isi hati mu dan cctv toko pun tidak dapat membohongi semua yang papah lakukan selama ini. aku sangat bangga jadi anak Papah, dan aku tidak pernah merasa akan takut jika aku mati hanya karena gelar papah sebagai Mafia." Jawab Riska.
"Karena aku tau, papah sangat menyayangiku dan akan tetap selalu begitu sekalipun nanti aku tiada. jadi, mulai detik ini papah jangan takut akan diriku, menikahlah dengan orang yang papah cintai dan jangan pernah merasa takut lagi dengan hadirnya aku." Sambung Riska.
Namun Tuan Laurent hanya bisa terdiam mendengar penuturan Riska yang selama ini dia pendam. hingga keheningan itu pun pecah saat Bunda Dele mengetuk pintu.
__ADS_1
"Boleh aku masuk?." Tanya Bunda Dele.
"Eh iya Bun, silahkan." Jawab Riska dengan sedikit berteriak.
Lalu Bunda Dele pun masuk dengan membawakan makan siang untuk Riska dan secangkir kopi untuk Tuan Laurent. namun entah kenapa Riska merasa ada yang beda dari tatapan Tuan Laurent dan Bunda Dele yang kian seperti berkata.
"Terimakasih ya Bunda." Ucap Riska.
"Sama-sama. Kamu habiskan ya makan siang mu, Bunda mau melanjutkan masak dulu dengan Ambar." Balas Bunda Dele yang kink sudah melangkah menuju pintu kamar.
"Tunggu Bun." Ucap Riska.
"Ada apa sayang?, apa masih ada yang kamu butuhkan?." Tanya Bunda Dele.
Kemudian Riska pun beranjak dan melangkah menghampiri Bunda Dele yang sudah setengah berjalan menuju pintu kamar.
"Aku ingin bertanya, apakah Bunda mempunyai perasaan selain teman kepada Papah La?." Tanya Riska dengan wajah penasaran nya.
"Bunda yakin dengan jawaban Bunda?." Tanya Riska yang mulai serius.
"Yakin sayang, lagi pula Bunda hanya memiliki perasaan itu saat masa sekolah dulu. kini kan kita sudah masing-masing, mana mungkin Bunda masih mempunyai perasaan yang sama seperti dulu." Jawab Bunda Dele sambil tersenyum.
"Memang nya dulu status Bunda dan Papah itu apa, kalau boleh aku tau?." Tanya Riska yang kini sudah seperti polisi.
"Dulu.." Bunda Dele mulai bercerita.
...****************...
...Flashback on... ...
Semasa sekolah dulu, Bunda Dele dan Tuan Laurent adalah sepasang kekasih. namun cinta mereka harus kandas ketika Ayah Bunda Dele menjodohkan nya dengan seorang pengusaha muda dengan jarak dua tahun lebih muda dari Bunda Dele.
Bukan Tuan Pratama yang dulu di jodohkan, namun seorang pengusaha yang mempunyai gelar mafia di salah satu kota besar di indonesia yang tidak lain adalah Ayah nya Galuh.
__ADS_1
Suatu hari...
"Laurent, maaf hubungan kita harus berakhir di sini. karena aku tidak bisa membantah keinginan Papah." Ucap Bunda Dele.
"Aku tau kok Del. maka dari itu, aku ingin memberikan kamu ini sebagai kenangan." Balas Tuan Laurent.
"Apa ini?." Tanya Bunda Dele.
"Ini jas putih yang aku rancang untuk aku kenakan nanti saat mempersunting kamu. namun ku rasa semua sudah selesai, maka dari itu aku ingin kamu menyimpannya untuk putra mu nanti jika masih cocok dengan zaman." Jawab Tuan Laurent.
"Terimakasih Laurent, aku minta maaf sekali lagi dan aku sudah menyesal harus kenal dengan mu jikalau hadirku hanya untuk singgah dengan mu." Ucap Bunda Dele.
Kemudian Bunda Dele pun pergi dengan membawa kenangan terakhir dari Tuan Laurent yang kini di pakai oleh Akbar ketika mempersunting Riska dulu.
Namun di saat perjodohan itu berlangsung, ternyata Ayah Galuh tidaklah menerima perjodohan itu karena Bunda Dele selalu menolak dengan seribu alasan karena ia tidak menyukai Ayah nya Galuh.
Hingga akhir nya, Bunda Dele pun mencari Tuan Laurent namun beliau tidak pernah bertemu lagi dengan nya setelah hari terakhir pertemuan mereka.
...****************...
...Flashback Off...
"Dan Bunda pun menikah dengan Ayah nya Akbar lalu memiliki Akbar. setelah Ayah Akbar meninggal hanya ia lah yang Bunda miliki. namun kamu hadir sehingga kami bisa bertemu kembali setelah sekian lama." Ucap Bunda Dele lalu pergi meninggalkan Riska.
"Jadi begitu ya, berarti masih ada cinta di antara mereka." Ucap batin Riska.
"Kalau begitu, aku harus bicara pada suami ku untuk menceritakan semua ini." Ucap batin Riska lagi.
Bersambung..
*Karena perasaan tidak bisa di timpa kebohongan. Dan mata tidak bisa di bohongi. Lalu hati tidak bisa di khianati.*
_Ar29
__ADS_1