Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Kan .. Kan..


__ADS_3

"Diam dulu lah sayang." Ucap Riska yang risih karena Akbar terus mengecup kening nya.


"Ayolah, kamu kan Istri ku. masa suami tidak boleh mengecup istri" Balas Akbar.


"Aku lagi mengetik sayang, sabar dulu sekejap oke. please don't touch me." Ucap Riska lalu kembali mengetik.


"Oke, oke" Balas Akbar lalu duduk di kursi nya sambil melihat pesan demi pesan dari whatshaap Riska.


Dan ketika Akbar melihat isi pesan chat Kresna dan Riska, mata nya pun melotot seketika setelah melihat ada kata "BALAP" lagi.


"What!!, kamu mau balap lagi?." Ucap Akbar lalu menaruh handphone Riska.


"Ehm.. iya." Balas Riska yang terlihat santai menanggapi Akbar.


"Untuk apa?." Tanya Akbar yang kembali dingin.


"Because i like that, so 50juta itu kan lumayan untuk di tabungkan, and mobil bisa untuk koleksi kamu nanti." Jawab Riska yang masih mengetik.


"But i not like that, aku hampir saja kehilangan nyawa kamu karena balap, lalu kamu masih mau ikut balap hanya karena hadiah nya?. apa uang dari ku tidak cukup untuk membeli apapun yang kamu mau?, so mobil, aku tidak membutuhkan nya." Ucap Akbar yang kesal.


Lalu Riska pun mensudahi aktivitas nya yang sedari tadi mengetik, setelah itu menyimpan berkas dokument dengan baik di dalam laporan Akbar.


Kemudian, ia pun memutarkan kursi nya dan menatap mata Akbar baik-baik dengan wajah yang baru pertama kali Akbar lihat.


"Why?." Tanya Akbar.


"Uang mu cukup untuk membeli apapun sayang, dan apapun yang kamu berikan pada ku itu lebih dari cukup. namun, balap itu hobbi ku, uang itu kebutuhan ku, dan kamu hidup ku." Jawab Akbar.


"Jika aku ini hidup mu, kenapa kamu lebih memilih ikut balap motor itu di banding duduk di rumah bersantai seperti layak nya wanita normal?" Tanya Akbar.


"Aku tanya sama kamu ya, apa hobbi kamu?." Tanya Riska balik.


"Menggambar dan olahraga." Jawab Akbar.


"So, jika aku melarang kedua nya, apa kamu mau menuruti itu?." Tanya Riska.


"Ya jelas tidak, itu kan hobbi ku. mana mau aku di batasi atas hak ku." Jawab Akbar.


"Sekarang kamu tau kan apa maksud ku?." Tanya Riska lalu beranjak dari tempat duduk nya.


Lalu Akbar pun memeluk Riska dari belakang dengan erat, hingga Riska pun merasa sesak karena Akbar terlalu kencang mendekapkan tangan nya di perut Riska.

__ADS_1


"Sa.. sakit sayang." Ringis Riska yang terbata-bata.


"Lebih baik begini atau kamu kecelakaan karena balap itu hah?." Tanya Akbar.


Namun Riska tidak menjawab pertanyaan dari Akbar, hingga Akbar pun terus mengencangkan pelukan nya. sampai pada akhir nya, Riska pun menyandarkan kepala nya di dada Akbar dan terdiam.


"Sayang.. ehm, kamu tidak lagi becanda kan hey." Ucap Akbar lalu melepas pelukan nya.


Lalu Riska pun tergeletak jatuh ke lantai dengan napas yang tersenggal-senggal. dan kemudian Akbar pun menggendong Riska ke luar ruangan sambil memanggil Salim.


"Lim.. woy Salim!!." Teriak Akbar.


"Iya.. iya kenapa Bar?." Balas Salim sambil berlari menghampiri Akbar.


"Siapkan mobil dan antarkan gua segera ke rumah sakit terdekat." Titah Akbar.


"Lah Bar, ini Riska kenapa?." Tanya Salim.


"Tidak ada banyak waktu gua menjelaskan nya Lim, cepat lu siapkan mobil dan antar gua!." Bentak Akbar yang khawatir terhadap Riska.


"Oke oke" Balas Salim lalu pergi.


"Pembalap Itu Istri ku"


"Sudah Bar?." Tanya Salim.


"Ya, go away now!." Jawab Akbar yang mulai panik.


Lalu Salim pun langsung menancap gas menuju rumah sakit terdekat, sedangkan Riska kini membuka mata nya dan menggenggam erat tangan Akbar.


"Kita mau kemana?." Tanya Riska.


"Klinik" Jawab Akbar sambil mengelus rambut Riska.


So beberapa menit kemudian, Salim pun memarkirkan mobil di depan pintu rumah sakit, lalu membukakan pintu untuk Akbar. dan kemudian, para perawat pun segera membawa brangkar menghampiri Riska dan Akbar.


"Sabar ya sayang, bertahan lah." Ucap Akbar sambil ikut berlari mendorong brangkar.


Namun Riska hanya tersenyum kecil melihat ke khawatiran Akbar yang kini menjadi sebuah kebahagiaan bagi nya tersendiri.


Lalu sesampai nya di UGD, Riska pun langsung masuk ke dalam ruangan dan segera di tangani Dokter. sedangkan Akbar, ia menunggu di luar ruangan di temani Salim.

__ADS_1


"Bar, kenapa Riska bisa sampai pingsan dan sesak nafas begitu hah?." Tanya Salim.


"Dia mau balapan lagi, so gua pun kesal dan mendekap nya begitu sangat bertenaga. hingga Riska pun terkapar lemas entah kenapa." Jawab Akbar.


"Bar, lu lupa ya kalau Riska kan tidak seperti wanita pada umum nya, fisik nya kan memang berbeda dan harus di jaga. so, kenapa lu malah menjadi monster bukan hero untuk nya." Ucap Salim.


"Ya lebih baik Riska celaka dan sembuh karena luka dari gua bukan di banding balap liar lalu mati di tempat?." Tanya Akbar.


"Ya gua tau lu khawatir dengan Riska. tapi coba lu lihat Riska sekarang, kalau dia tidak segera di tangani, apa lu yakin dia bisa hidup?." Balik tanya Salim.


Lalu Akbar pun terdiam setelah mendengar apa yang di katakan oleh Salim. hingga tanpa terasa obrolan perdebatan mereka pun sangat lama dan tanpa mereka sadari, Dokter juga sudah keluar dari ruangan.


"Bar, Dokter" Ucap Salim memberi tahu Akbar.


"Oh ya, thanks." Balas Akbar lalu menghampiri Dokter.


"Bagaimana kondisi Istri saya Dok?." Tanya Akbar pada Dokter.


"Begini Tuan, Nona muda mengalami sesak nafas begitu hebat karena penyumbatan dari pembuluh darah yang tersambung dengan ginjal pada manusia, hingga penyumbatan sementara itu pun membuat ginjal tidak berfungsi dengan baik dan membuat penderita nya jadi sesak nafas." Jawab Dokter.


"Yaampun, tapi sekarang bagaimana kondisi Istri saya Dok?." Tanya Akbar yang semakin khawatir.


"Beliau sedang istirahat Tuan, anda bisa bertemu dia kok sebentar sebelum di pindahkan ke vip room" Jawab Dokter.


"Terimakasih Dok." Ucap Akbar yang langsung masuk ke dalam ruangan.


Setelah itu, Dokter pun menyapa Salim dan pergi untuk memeriksa pasien lain. sedangkan Salim hanya menunggu Akbar dam Riska di luar ruangan.


Bersambung..


Hello gaes, by the way to day me and my love anniversarry ke 4tahun, hehe.


Harapan ku kedepan nya semoga langgeng terus, sehat selalu untuk Bee, panjang umur, rezeki nya makin lancar, selalu bersyukur atas apa yang di peroleh nya.


And yang paling penting, semoga me and you big dream itu terkabul ya sayang.


One more happy Anniversarry for me and Bee.


#Anniversarry 4years


#08'04'2022

__ADS_1


Jangan lupa di like, koment, rate, vote or gift and fav love ya gaes... See you..


__ADS_2