Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Malam yang indah Raihan&Riska


__ADS_3

Setelah semua beres, Tuan Laurent pun memeluk Raihan dan memberikan ucapan selamat atas pernikahan mereka.


"Selamat ya Han, sekarang kamu sudah resmi menjadi suami Riska, maaf Papah tidak bisa hadir karena ada bisnis yang tidak bisa di tunda. intinya Papah menitipkan Riska pada mu, tolong jaga dan hargai dia sebagai istri mu." Ucap Tuan Laurent.


"Terimakasih Pah, aku janji akan menjaga Riska dengan baik." Balas Raihan.


"Baiklah kalau begitu Papah pulang dulu ya, salam untuk Riska. papah janji sebetar lagi akan bertemu dia setelah semua kerjaan dan bisnis ini selesai. " Ucap Tuan Laurent.


"Baik pah." Balas Raihan yang tanpa basa-basi.


Setelah itu, Raihan ke kamar untuk menemui Riska dan Reival. lalu Reival yang ketakutan di tinggal Riska pun hanya diam di pelukan Riska dengan pisau lipat yang ia simpan di saku jaketnya.


"Semua sudah aman Rei" Ucap Raihan yang mencoba menenangkan Reival.


"Papah tidak bohong kan?." Tanya Reival.


"Tidak Rei" Jawab Raihan.


"Syukurlah Papah, oh ya Mama sudah tidur." Ucap Reival yang merasa lega.


"Baiklah, sekarang kamu tidur juga ya." Balas Raihan.


"Oke Pah, selamat malam." Ucap Reival dan pergi meninggalkan Raihan dan Riska.


Sedangkan Raihan segera mengunci pintu dan menutup jendela untuk berjaga-jaga. kemudian membuka jas nya sambil di bantu oleh Riska yang sebenarnya hanya pura-pura tidur.


"Ayank.. aku kira kamu sudah tidur" Ucap Raihan.


"Aku belum tidur ayank, aku hanya tidak mau Val khawatir pada ku." Balas Riska sambil membuka kancing baju Raihan.


"Tapi Ayank baik-baik saja kan?." Tanya Raihan sambil mengelus pipi Riska.


"It's oke ayank." Jawab Riska yang kemudian membuka kemeja Raihan dan menaruhnya di bak baju kotor.


Setelah itu Riska berdiri di jendela untuk membuka perhiasan yang masih menempel di tubuh nya. sedangkan Raihan kini tengah mengelus pundak Riska dan mengecup leher nya.


"Ehm.. ayank.." Ucap Riska.


"Kenapa Ayank, masih belum biasa ya." Balas Raihan yang kemudian naik ke atas kasur.


"Hehe, nanti juga pasti akan biasa kok Ayank." Ucap Riska yang kemudian ikut berbaring di atas kasur.

__ADS_1


Kemudian Raihan pun memiringkan badan nya dan melepas perhiasan Riska yang tidak jadi di lepas karena tidak enak dengan Raihan.


"Sudah ayank, yuk bobo. nanti biar aku saja yang lanjut lepas." Ucap Riska sambil memegang pipi Raihan.


Namun tanpa berkata apapun, Raihan hanya membalas dengan kecupan pada tangan Riska dan kembali membaringkan tubuhnya dengan benar.


Lalu Riska yang mencoba mengartikan tatapan Raihan pun mengerti apa yang Raihan inginkan. hingga ia pun memeluk Raihan dengan lembut sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa Ayank, jangan di paksakan. ayank bobo dulu ya." Ucap Raihan sambil mengelus rambut Riska.


"Lakukan saja yang biasa pengantin baru lakukan Ayank. aku tau ayank juga pasti ingin melakukan nya malam ini kan?." Tanya Riska sambil tersenyum.


"Iya, tapi aku juga tidak mau egois karena kan Ayank harus banyak istirahat." Jawab Raihan.


"It's oke ayank, ayo lakukanlah aku sudah siap." Ucap Riska untuk meyakinkan Raihan.


Kemudian Raihan pun melepas pelukan Riska dan menatap Riska untuk memastikan dia tidak terpaksa melakukan nya malam ini.


Dan setelah memastikan bahwa Riska serius dengan kata-kata nya, Raihan pun kembali memiringkan badan nya dan mengecup pundak Riska.


"Muachh..."


Suara kesenangan di antara kedua nya. lengkuh*n yang penuh ken*kmatan dan gair*h membuat Raihan dan Riska semakin terhiasi dan semangat malam itu.


Kemdian setelah Raihan mengecup pundak Riska, ia mulai mengecup leher Riska dan menggigit kecil di titik tertentu sehingga membuat Riska pun melengk*h dan merem*s pundak Raihan.


"Agh.. ehm..." Lengk*han itu...


"Ini tidak akan sakit kok Ayank." Bisik Raihan.


Yang terus memberikan kecupan indah hingga sampai ke bibir Riska yang sedari dulu ia penasaran rasa nya. walau ini bukan pertama kali bagi mereka, namun Raihan mencoba memberikan yang terbaik untuk Riska.


"Muach... muach.." Suara kec*apn.


"Ehm.. muach.." Balasan kec*pan.


Kemudian kec*pan itu berubah menjadi sebuah ci*man yang liar. dimana dua bibir tebal itu saling beradu dan li**h mereka pun menjadi liar memua*kan segala gai**h yang tidak tertahankan.


Dan ketika ci*man itu berlangsung, Riska pun melepas kancing kemeja Raihan satu per satu dan membuka kemeja itu perlahan. kemudian Raihan pun melepas ci*man itu dan turun dari kasur.


"Ayank mau kemana?." Tanya Riska.

__ADS_1


"Tidak kemana-mana Ayank." Jawab Raihan yang kemudian membuka arjoli nya.


Dan di saat Raihan membuka arjoli nya, Riska pun membuka gaun nya pelan-pelan yangs segera di bantu oleh Raihan karena dia tidak ingin Riska kesulitan sedikitpun.


"Ayank.. ayank sudah yakin untuk memberikan nya pada ku malam ini?." Tanya Raihan sekali lagi.


"Aku sudah yakin Ayank." Jawab Riska dengan singkat.


Karena kini Riska lah yang tadinya diam sekarang malah menjadi gai**h di buat Raihan sebelum nya. lalu tanpa berlama-lama Raihan pun kembali membaringkan Riska dan bermain-main dengan dua bongkahan bola yang masih tertutup kain hingga Riska mengeluarkan lengk*han dan des*han.


"Ehm.. agh.. pelan-pelan Ayank." Ucap Riska.


"Aku akan melakukannya dengan sangat hati-hati kok Ayank." Balas Raihan.


Dan setelah itu Raihan membuka kain penutup nya dan langsung memainkan dua bola kenyal itu dengan lebih li*r. ******* nya, memil*n nya dengan lembut seperti ia tau apa yang bisa membuat Riska tenang dan puas.


Setelah puas di situ, Raihan membuka celana nya dan melepas helai demi helai kain yang menutupi tubuh Riska. dan kemudian Raihan pun meleb*rkan kedua kaki Riska dan melihat satu lembah di selimuti rumput tipis dan melanjutkan aksi kedua nya.


"Agh.. ayank.." Des*h Riska yang tidak tertahankan.


"Ehm.. yeah.." Yang membuat Raihan semakin semangat.


Hingga singkat cerita, setelah Raihan memastikan Riska sudah mencapai puncak pertama nya, ia pun kembali bertatap-tatapan dengan Riska dengan senyuman di kedua nya.


Lalu Raihan pun menyelipkan rambut Riska dan memberikan kembali ciu*man di bibir Riska. yang kemudian ia lanjutkan dengan memasukan keris pusaka nya ke lembah tipis Riska yang sudah tidak tertahankan dengan sangat hati-hati.


"Agh.." Lengk*h Riska.


"Aku akan melakukan nya dengan pelan kok Ayank, jangan khawatir." Bisik Raihan di telinga Riska.


Yang di balas senyuman oleh nya. lalu Raihan pun menggoy*ngkan keris pusaka nya dengan sangat hati-hati agar Riska nyaman. hingga Riska kembali mencapai puncak kedua nya.


Dan setelah itu mereka pun melanjutkan berbagai gaya hingga kedua nya mencapai puncak inti. Yang kemudian Raihan pun membaringkan tubuhnya di samping Riska dan menarik selimut lebih tinggi untuk menutupi Riska yang begitu kelelahan di sertai kepu*san yang terlihat di wajah nya.


"Terimakasih Ayank." Ucap Raihan lalu mengecup bibir Riska dan meraih tubuh Riska ke dekapan nya.


Namun tidak ada balasan apapun dari Riska. Melainkan hanya terdengar detak jantung yang masih memburu dan juga nafas yang lengah masih di atur.


Lalu malam itu pun menjadi malam indah yang mereka lewati hingga kedua nya tertidur..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2