Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Misi pertama


__ADS_3

Setelah Riska sampai di sebuah rumah besar dan megah, ia pun langsung menaruh motor nya di dekat pepohonan. lalu ia segera menyusup ke dalam dan membuat semua penjaga pingsan dengan peluru bius yang sudah ia satukan dengan panah.


"Ehm.. lebih baik begini dari pada kalian semua melawan dan harus mati." Ucap batin Riska.


Setelah itu, ia pun masuk ke dalam dengan kunci buatan. lalu mengetuk pintu kamar pemilik rumah dengan sangat lembut dan hati-hati.


"Masuk saja Bik, letakkan sarapan ku di nakas." Titah seorang wanita.


Lantas Riska segera masuk ke dalam lalu duduk di sofa kamar wanita yang tidak lain adalah Rabella. kemudian Rabella yang kaget pun langsung terduduk di kasur.


"Siapa lu?." Tanya Rabella.


"Siapa ya, entah. intinya gua tidak akan membiarkan hidup lu bahagia di atas penderitaan gua." Jawab Riska yang kini memakai penutup wajah.


"Gua sedang tidak main-main ya, lu jawab gua atau gua teriak." Ancam Rabella.


"Teriaklah, lagi pula semua orang tidak akan ada yang mendengar suara lu." Balas Riska sambil tersenyum iblis.


Kemudian Rabella pun begidik merinding melihat senyuman Riska. bahkan angin kecil pun menghembus simpang siur seketika mendukung suasana hari itu.


"Kenapa?, lu masih bingung kenapa gua di sini?." Tanya Riska.


"Kalau ya, sini gua jelaskan." Sambung Riska.


Setelah itu, Riska pun menarik Rabella dengan kasar keluar kamar, kemudian menuruni satu per-satu anak tangga. lalu betapa kagetnya Rabella ketika ia melihat seisi penghuni rumah nya tergeletak begitu saja hingga membuat wajah nya semakin memucat.


"L.. lu mau bawa gua kemana!." Tanya Rabella yang semakin ketakutan.


Namun Riska diam saja tidak menggubris sedikitpun apa yang Rabella tanya. hingga tak lama kemudian, Riska menghentikkan langkah nya di ruang kerja nya.


"Baiklah, duduk" Titah Riska.


"Duduk!!!" Bentak Riska.


Lalu Rabella yang sangat ketakutan pun memilih menuruti semua yang di perintahkan Riska. sedangkan Riska kini tengah duduk di atas meja sambil menatap Rabella.


"Baiklah, gua akan bertanya dan lu harus menjawabnya dengan jujur." Ucap Riska.


"Ba.. baik." Balas Rabella.

__ADS_1


"Ketika lu di luar negri, apa yang sudah lu lakukan?." Tanya Riska yang diam-diam merekam suara dengan handphone nya.


"Gua.. gu..a kuliah dan menjalankan perusahaan Ayah." Jawab Rabella dengan gugup.


"Menjalankan perusahaan Ayah lu, atau berniat jahat untuk menjatuhkan seseorang dari perusahaan lain hah?." Tanya lagi Riska sambil memukul meja hingga membuat retakkan di meja kaca itu.


Lalu apa yang Riska lakukan pun membuat Rabella semakin merinding. hingga akhirnya Rabella pun kelepasan akan satu hal yang sudah ia rencanakan berbulan-bulan.


"Ya, gua sengaja melakukan itu agar perusahaan Akbar hancur. lalu dia bisa meminta pertolongan gua dan kita bisa hidup bersama." Ucap Rabella yang keceplosan.


"Begitu?." Balas Riska.


"Ehm.. iya, gua hanya ingin Akbar bersama gua, dan gua tidak peduli Anak ataupun Istri nya. bahkan kini semua anak buah gua sudah gua kerahkan untuk mengepung rumah Akbar dan membunuh bayi itu." Ucap Rabella dengan senyum iblis nya.


"Karena bayi itu hubungan Akbar dan Riska semakin erat, sampai gua tidak mempunyai celah untuk mendapatkan Akbar." Sambung Rabella.


"Tapi sayang nya gua sudah merekam semua ucapan lu dan langsung gua share ke Akbar." Balas Riska yang kemudian mengambil handphone yang ia sembunyikan dan mengirimkan pesan suara itu pada Akbar.


"Bangs*t!, siapa lu sebenarnya hah!." Bentak Rabella sambil menghampiri Riska dengan emosi yang menggebu-gebu.


Kemudian, Riska pun mengeratkan ikat pada topeng nya. lalu menusukkan sebilah pisau pada perut Rabella hingga ia pun teriak kesakitan dan berdarah-darah.


"Apa mau lu sebenar nya hah?." Tanya Rabella sambil menahan sakit.


Hingga Rabella pun semakin menjerit kesakitan. namun di saat Riska kembali ingin membabi buta Rabella, Rabella pun segera mengambil pistol dari laci nya dan menembakkan peluru pada Riska.


Lalu Riska pun memegang perut nya tanpa merasakan sakit sedikit pun, hingga akhirnya Rabella pun pingsan. namun di saat pingsan nya, Riska mengobati luka Rabella dengan kemampuan medis yang pernah ia pelajari.


Setelah itu, Riska pun segera pergi ke kantor. dan sesampainya di sana, ia segera masuk ke dalam kantor menuju ruangan Akbar.


"Ehm.. Gua harap tidak ada yang curiga dengan gua." Ucap batin Riska yang langsung membuka jaket nya.


Kemudian, Riska pun ke kamar mandi dan membedah sendiri luka di perutnya untuk mengeluarkan peluru yang sebelumnya Rabella tembak.


"Ehm.." Dehem Riska.


Namun di saat Riska menyayat sedikit demi sedikit perut nya, tiba-tiba ada sebuah tangan memegang tangan Riska yang tengah membedah luka nya.


"Bee.." Panggil lirih Riska sambil menatap Akbar yang kini berada di hadapan nya.

__ADS_1


"Aku bantu ya." Balas Akbar yang kemudian mengambil alih pisau bedah itu.


Dan di saat Akbar membedah luka itu dan mengeluarkan peluru di dalam nya, Riska hanya diam menatap Akbar yang begitu tenang.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Beberapa menit kemudian, Akbar menjahit luka Riska dan memerban nya. dan setelah itu, Akbar menggendong Riska menuju kamar rahasia nya.


"Sebenarnya apa misi kamu Bee?." Tanya Akbar yang kini tengah membaringkan Riska di kasur.


"Aku hanya mau kamu tau kalau orang yang kamu cintai itu tidaklah baik." Jawab Riska.


"Apa maksud mu?, kenapa kamu selalu membuat ku kesal dengan membahas dia dan dia terus hah." Kesal Akbar.


Namun kali ini Riska hanya diam tanpa membalas debatan Akbar. hingga setelah suasana kembali membaik, Riska pun membuka topeng nya dan mengambil handphone dari saku nya.


"Dengar baik-baik Bee." Ucap Riska.


Lalu rekaman video pun menggema di telinga Akbar. dimana Rabella mengucapkan pengakuan yang membuat Akbar kaget setengah mati.


"Apa sekarang kamu masih mampu mencintai wanita yang ingin membunuh putri mu?." Tanya Riska.


"Ta.. tapi bagaimana bisa kamu merekam semua ini?." Balik tanya Akbar dengan lemas.


"Karena hari ini adalah hari sial Rabella, misi dari Ayah adalah menjatuhkan perusahaan Rabella karena ia sudah korupsi dan merugikan banyak pihak." Jawab Riska.


"Namun setelah aku mendapatkan semua bukti dengan bantuan rekan-rekan ku, ya aku juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan besar ini juga." Sambung Riska.


"Lalu apa yang kamu lakukan untuk nya Bee?, kamu tidak membunuh lagi kan hah?." Tanya Akbar yang panik karena ia khawatir dengan Riska.


"Rabella tidak akan mati semudah itu, yang pasti aku sudah memberikan satu pelajaran. namun PR ku sekarang yaitu menjaga Aidha yang nyawa nya dalam bahaya." Jawab Riska yang kemudian pingsan.


"Bee!!." Teriak Akbar kaget.


Lalu Akbar yang panik pun langsung memanggil dokter ke kantor untuk memeriksa Riska yang pingsan tiba-tiba.


Bersambung..


Maaf ya semuanya, aku baru up lagi.

__ADS_1


karena memang sedang fokus dengan Real dulu.


Terimakasih untuk kalian yang selalu menantikan up novel kesayangan kita ini. see you di next episode


__ADS_2