
Setelah selesai mempelajari semua nya, Akbar dan Riska pun tiba di kantor dengan di bantu Pak Nasik yang selalu setia mengantar Tuan dan Nona muda nya.
"Kursi roda nya Pak." Pinta Akbar.
"Sebentar Tuan muda." Balas Pak Nasik.
Lalu Pak Nasik pun mengambil kursi Roda dan menaruh nya di depan Akbar. kemudian, Akbar pun menggendong Riska dan mendudukan nya di atas kursi roda tersebut.
"Terimakasih Pak Nasik." Ucap Akbar.
"Sama-sama Tuan. oh ya Tuan, maaf nanti mau di jemput jam berapa?" Tanya Pak Nasik dengan ramah dan soapn nya.
"Jam empat sore ya Pak, jangan ngaret atau telat oke." Jawab Akbar.
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Pak Nasik.
"Hati-hati Pak." Balas Riska.
Lalu Akbar pun masuk ke dalam di bantu dua satpam yang menjaga kantor untuk menaikkan kursi roda itu ke tangga kecil sebelum lobby.
Setelah itu, Akbar pun mendorong kursi Roda sambil menggenggam tangan Riska yang juga membalas genggaman Akbar.
"Akbar, apa kamu tidak risih?" Tanya Riska.
"Risih kenapa?" Balik tanya Akbar yang tetap so cool.
"Ya kamu tidak melihat apa?, banyak sekali yang memperhatikan kita." Jawab Riska yang tidak percaya diri.
"Kamu risih ya?." Tanya Akbar lagi.
"Heem Bar." Jawab Riska.
Kemudian, Akbar pun berhenti melangkah dan menghela napas panjang. lalu menghembuskan nya pelan-pelan dan mulai membuka suara.
__ADS_1
"Jika kerja kalian hanya memperhatikan Istri ku yang tengah sakit, sebaik nya kalian angkat kaki dari kantor dan saya pecat hari ini juga, paham!" Tegas Akbar lalu kembali mendorong kursi roda.
Lalu Riska pun tersenyum dan menatap Akbar yang kemudian membalas tatapan Riska dengan sangat hangat dan dalam.
Sedangkan semua karyawan dan karyawati di sana pun langsung kembali bekerja karena takut dengan ancaman sang direktur alias bos kantor yang dingin bin galak itu.
Singkat cerita..
Metting pun tiba, Direktur dari perusahaan yang akan bekerja sama dengan Pratama Acour pun kini sudah duduk di kursi kebanggaan.
Dan tidak lama kemudian, Akbar dan para rekan nya pun masuk ke dalam bersama Riska yang tengah duduk di kursi rodal di bantu oleh Renata yang mendorong kursi roda nya.
"Selamat siang semua nya, maaf Tuan kami membuat Anda menunggu." Ucap Akbar memulai pembicaraan nya.
"Selamat siang juga Tuan Akbar, senang bertemu dengan anda. oh ya Nona, apakah anda Riska?." Tanya Pak Direktur.
"Ya itu saya Tuan." Jawab Riska sambil tersenyum danl berdiri dari kursi roda lalu memindahkan infus ke samping nya.
"Maaf Tuan Akbar, Nona Riska kenapa harus ikut metting jika sedang sakit.?" Tanya Pak Direktur.
Lalu Pak Direktur pun tersentuh dengan kata-kata Riska, hingga ia pun langsung menandatangani kontrak tanpa metting terlebih dahulu.
"Jika semua pemimpin perusahaan mempunyai pikiran bijak dan jiwa bisnis seperti anda, pasti semua client pun akan langsung setuju bekerjasama tanpa harus pikir panjang Nona." Ucap Pak Direktur memuji Riska.
"Dan Tuan Akbar, selamat ya atas pernikahan kalian. karena saya puas dengan sikaf Nona Riska, maka saya anggap kerjasama kita adalah hadiah untuk pernikahan kalian. dan semoga kedepan nya kita bisa terus bekerjasama seperti ini Tuan dan Nona." Sambung Pak Direktur.
"Terimakasih Tuan, semoga apa yang anda impikan menjadi nyata dan kita bisa bekerjasama dengan baik tanpa ada kendala apapun." Balas Akbar.
Dan kemudian Pak Direktur dan Akbar pun bersalaman tanda persetujuan, lalu Pak Direktur pun pergi setelah semua berkas sudah di setujui dan tandatangani nya.
Setelah itu, Akbar pun membalikkan tubuh nya dan tersenyum pada Riska, lalu ia pun langsung memeluk Riska dan mengusap rambut nya.
"Terimakasih sayang, karena mu client terbesar kita dapat setuju untuk bekerjasama dengan kita." Ucap Akbar.
__ADS_1
"Aku tidaklah melakukan apa-apa sa.. sayang, aku hanya ingin memenuhi janji ku pada mu dan Bunda Dele untuk memajukan perusahaan dengan baik." Balas Riska yang kaget karena di panggil sayang untuk pertama kali nya.
"Aku mencintai mu." Bisik Akbar.
"Aku juga Akbar." Balas Riska.
Lalu Renata, Salim dan para rekan yang ikut menyaksikan moment romantis itu pun langsung bertepuk tangan untuk menandakan kesuksesan mereka hari ini. setelah itu, Akbar pun refleks melepas pelukan nya dan hanya menggenggam tangan Riska kembali.
"Selamat ya Bar, lain kali jangan begitu ya. ini bukan kamar kalian weh jangan buat kita jadi baper karena kalian." Celetuk Salim.
"Hailih seperti lu tidak begitu saja Lim, lu lebih ekstream ya dari kita kalau pasal asmara." Balas Riska.
"Jeh lu ngajak ribut hah!." Bentak Salim.
"Lu beon!." Balas bentak Akbar.
"Nah kan malah ribut." Ucap Renata dengan pelan.
Namun ketika Salim dan Akbar hendak bertengkar, tiba-tiba Riska pun lemas dan hampir saka terjatuh. dan untung saja Akbar segera menahan Riska dan menggendong nya.
"Salim, telepon Pak Nasik. Nata, tolong pesankan saya apartement di dekat sini untuk dua hari kedepan. saya harus pergi ke rumah sakit lagi untuk mengecheck keadaan Riska." Titah Akbar.
"Baik." Balas Salim dan Renata bersamaan.
Dan ketika Pak Nasik sudah sampai di kantor, Akbar pun segera membawa Riska dan masuk ke dalam mobil menuju rumah sakit.
"Bertahan ya Ris, sebentar lagi kita sampai kok." Ucap Akbar sambil mengelus pipi Riska.
"Aku akan bertahan untuk mu Akbar." Balas Riska.
Bersambung..
Yaudah dulu ya semuanya, segini dulu espisode hari ini, happy reading and enjoy selalu gaes.. Jaga kesehehatan dan see you next time..
__ADS_1
Dont forget to like, coment, rate, gift or vote and share. See u..