
"Ehm.. baiklah kalau begitu aku akan turuti, tapi dengan satu syarat." Ucap Riska.
"Syarat apa?." Tanya Akbar.
"Aku mau kamu balap mobil seperti yang pernah kamu lakukan tiga tahun lalu." Jawab Riska.
"Bagaimana kamu tau tentang balap mobil itu Bee?." Tanya Akbar yang kaget.
"Karena Bunda pernah cerita kalau kamu mempunyai impian untuk jadi seorang pembalap mobil, namun semua itu harus kandas ketika Ayah meninggal." Jawab Riska dengan tatapan kosong nya.
"Ehm.. sudahlah Bee, mintalah syarat lain saja, aku tidak ingin melakukan balap mobil lagi." Ucap Akbar.
"Kenapa?." Tanya Riska.
"Karena.." Ucap Akbar yang terpotong karena tidak ingin mengingat masa lali nya.
"Ehm.. karena Rabella bukan?, kalian bertemu karena balap namun berakhir karena aku hadir secara tiba-tiba lalu di jodohkan dengan mu. dan kamu mulai berhenti mengejar mimpi mu agar kamu tidak lagi teringat kenangan dengan Rabella bukan?." Tanya Riska.
"Tidak Bee, aku memang sudah tidak mau balap mobil lagi. bukan berarti semua alasan bersangkutan dengan Rabella." Jawab Akbar.
"Jika memang itu benar, maka buktikan lah." Ucap Riska lalu beranjak dari brangkar.
"Bee, ayolah jangan seperti ini." Balas Akbar sambil memegang tangan Riska.
"Jika kamu sayang pada ku, ya penuhi lah syarat yang aku pinta." Ucap Riska.
"Baiklah, aku akan penuhi. tapi kamu janji ya harus dengarkan apa kata Dokter untuk kesehatan kamu dan bayi kita." Balas Akbar.
Lalu Riska pun hanya tersenyum sambil menatap mata Akbar dengan tatapan tenang. setelah itu, Akbar langsung menggendong Riska menuju mobil nya setelah selesai check up.
Kemudian, Akbar mengemudikan mobil sport nya menuju sirkuit yang Riska bilang. hingga mereka sampai di sirkuit, entah ada angin apa yang jelas di sirkuit itu sudahlah ada Rabella, Galuh, Kresna, Salim dan juga Renata.
"Kenapa ada mereka di sini Bee?." Tanya Riska.
"Aku tidak tahu." Jawab Riska.
"Aku tau ini rencana mu kan?, jujur Bee." Tanya Akbar lagi yang mulai kesal.
"Jika ku bilang tidak tahu ya berarti tidak tahu Bee, sudahlah, aku di sini mengajak mu untuk balap bukan berdebat." Jawab Riska yang mulai kesal.
__ADS_1
"Oke!, apa imbalan nya jika ku menang atau lawan menang?." Tanya Akbar yang ikut kesal.
"Menuruti tiga keinginan pemenang." Jawab Riska yang kemudian turun dari mobil yang kemudian di sambut oleh Kresna.
"Apapun rencana mu, aku akan terima tantangan mu Bee." Ucap batin Akbar sambil tersenyum.
Dan kemudian, di saat Akbar sudah bersiap di star sirkuit, handphone nya pun bergetar dengan notif pesan dari Riska. hingga Akbar pun langsung membuka pesan itu sambil menunggu lawan balap nya.
"Mobil mu sudah Kresna modif, kecepatan dari mobil itu melebihi kecepatan mobil sport biasa nya. jadi akan ku pastikan kamu menang hari ini tanpa debat." Ucap Riska dalam pesan nya.
"Aku tau kamu tidak akan membiarkan ku malu dalam setiap langkah ku Bee, terimakasih." Balas Akbar.
Dan tidak lama kemudian, terlihatlah mobil lawan kini sudah ada di samping mobil sport Akbar yang tidak lain tidak bukan ialah Salim.
"What!!." Celetuk Akbar yang kaget.
"Hehe, kanget ya bos que." Balas Salim.
"Lu ngapain di sini dudul, kantor bagaimana hah?." Tanya Akbar yang kesal.
"Hehe, kantor aman Bar. sudahlah lu jangan memikirkan kantor dulu, sekarang lu pikirkan saja cara memenangkan balap hari ini dari gua." Jawan Salim dengan wajah yang menantang Akbar.
Kemudian, cewek seksoy pun berdiri di tengah-tengah depan mobil mereka sambil membawa bendera. hingga suara mobil pun kini meramaikan sirkuit itu dengan gerengan nya.
"Oke are you ready?, one, two, theree." Teriak wanita seksoy lalu mengibaskan bendera nya untuk menandakan balap telah di mulai.
"GO!!." Teriak wanita seksoy.
Lalu Salim dan Akbar pun mulai melajukan mobil sport nya. dan kini Salim sudah berada jauh di depan mobil Akbar hingga Renata pun bersorak dengan para pendukung Salim.
Namun Riska yang tersenyum picik pun ikut bersorak bersama Kresna yang sudah tau trik yang di pakai Akbar. begitu juga Rabella yang ikut teriak untuk menyemangati Akbar di sudut yang berlawanan dengan Riska dan Kresna.
Hingga membuat Riska panas melihat Rabella yang sok menyemangati Akbar. dan kemudian, Riska yang cemburu pun langsung melemparkan sebuah koin dari saku nya tepat mengenai mata Rabella.
"Hahaha" Tawa kecil Riska.
"Hais Riska, lu jangan jahil begitu." Ucap Kresna.
"Suruh siapa caper (cari perhatian) sama suami orang." Balas Riska yang kemudian menatap Rabella yang meringis kesakitan.
__ADS_1
"Lu tidak apa-apa Bel?." Tanya Galuh sambil memegang wajah Rabella.
"Mata gua kena lempar koin Gal." Jawab Rabella.
"Ehm.. apa rasa nya sakit?." Tanya Galuh lagi.
"Cuma pedih Gal." Jawab Rabella.
"Yasudah lu tunggu sebentar ya, gua mau ambil es dulu." Ucap Galuh.
"Untuk apa?." Tanya Rabella.
"Kompres mata lu Bel, nanti kalau di biarkan malah bengkak." Jawab Galuh yang langsung pergi meninggalkan Rabella untuk mengambil es.
"Ehm.. kenapa lu jadi baik begini sama gua Gal, dan kenapa jantung gua jadi deg-degan saat lu mulai memperhatikan gua." Ucap batin Rabella yang kemudian fokus lagi pada balapan.
..."Pembalap Itu Istri Ku"...
Di saat Salim hendak mencapai garis finish, mobil sport Akbar pun tiba-tiba menyalib dengan cepat mobil Salim, hingga ia sampai garis finish dan balapan pun di menangkan oleh Akbar.
Lalu Rabella yang melihat kemenangan Akbar pun langsung berlari dan memeluk Akbar yang kini sudah ada di depan mobil. kemudian wajah Akbar pun terlihat ceria ketika Rabella menemani kemenangan nya.
"Kamu hebat sekali." Ucap Rabella sambil menatap Akbar dan mengelus pipi nya.
"Terimakasih Rabella, mungkin ini juga berkat dukungan kamu." Balas Akbar sambil tersenyum.
Namun Riska yang tadinya hendak menghampiri Akbar pun menghentikan langkah nya sejenak. dan kemudian, Akbar pun di hampiri Kresna yang langsung menepuk pundak Akbar untuk menyadarkan Akbar dari gembira kemenangan nya.
"Bar, gua rasa sudah sayang-sayangan nya." Ucap Kresna yang dingin.
"Ehmm.. sorry," Balas Akbar yang langsung menjauh dari Rabella.
"Jika lu masih menghargai istri lu, hampiri lah dia yang sedari tadi menunggu kabar gembira ini tapi lu malah menyambut pelukan orang lain sebelum Riska." Jelas Kresna.
Lalu Akbar yang sadar pun segera menghampiri Riska yang tengah berdiri dari jauh. ia diam namun bibir nya tetap tersenyum untuk menyambut Akbar.
Bersambung..
jangan lupa like, koment, rate, vote or gift and fav love ya bila kalian suka❤. thanks all.
__ADS_1