
Singkat cerita, kini Riska sudah bersama Bunda Dele di dalam mobil. lalu Pak Nasik pun segera melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang.
Namun Riska yang tidak sabaran pun menyuruh Pak Nasik menghentikan mobil nya dan turun dari dalam mobil.
"Pak, keluar dulu deh." Ucap Riska sambil mengetuk kaca mobil.
Lalu Pak Nasik pun membuka pintu mobil dan keluar dari mobil sesuai perintah Riska. namun Bunda Dele yang bingung pun ikut keluar dari dalam mobil.
"Nak, kamu mau apa?" Tanya Bunda Dele.
"Mengemudikan mobil ini Bun biar cepat sampai." Jawab Riska.
"Lah jangan Nak, biarkan Pak Nasik saja yang mengemudikan mobil nya ya." Bujuk Bunda Dele yang khawatir.
"Tidak usah khawatir Bunda, aku sudah terlatih." Ucap Riska.
"Hust.. jangan begitu Nak, ingat kamu lagi mengandung." Balas Bunda yang masih berusaha membujuk Riska.
"Bunda takut ya kejadian yang menimpa Akbar kembali terulang oleh ku?." Tanya Riska sambil tersenyum.
"Hem.. iya sayang." Jawab Bunda.
"Bunda tidak usah khawatir ya, sebaik nya Bunda dan Pak Nasik masuk ke dalam mobil dan duduk manis." Titah Riska.
"Tapi Nak.." Balas Bunda Dele yang langsung di sambar oleh Riska.
"Jangan khawatir, Bunda masuk lah." Ucap Riska.
Kemudian Riska pun membukakan pintu mobil, lalu Bunda Dele pun terpaksa menuruti keinginan Riska begitu pula dengan Pak Nasik.
Lalu Riska menutup pintu mobil dan masuk ke dalam mobil dan bersiap mengendalikan mobil sesuai ingin nya.
"Oke are you ready??, pasang sabuk pengaman dan kita meluncur. oke gaes.... let's go!!!." Teriak Riska.
Kemudian mobil pun melaju seperti angin yang mengombang ambingkan segala isi nya. namun di sisi lain, Akbar tengah di sibukkan oleh pekerjaan nya yang luar biasa menumpuk.
"Astaga Salim!!, woy cebong!! sini lu." Teriak Akbar.
"Meleh.. bentar dudul." Balas Salim.
Dan di saat Salim sudah ada di hadapan Akbar, kepala nya pun langsung di jitak oleh tangan Akbar yang keras macam batu hehe...
"Anjer sakit." Pekik Salim.
"Ini berkas kenapa numpuk begini di meja gua hah?." Tanya Akbar.
"Hehe, ya maaf. kemarin gua ya gitu hehe sama Renata, paham kali Bar hehe." Jawab Salim dengan kode-kodean.
"Hais, kerjaan tidak beres malah kek gitu lu sama Nata. dah lah cepet nikah lu, jangan sampe Nata kenapa-kenapa baru lu nikahin." Tegur Akbar.
"Iya-iya" Balas Salim.
"Sorry Lim, gua tidak mau lu seperti gua yang hasilnya malah ngerusak cewek walau cewek itu sendiri yang meminta nya duluan." Ucap batin Akbar.
"Kenapa lu diam saja?." Tanya Salim sambil memukul pelan belakang kepala Akbar.
"Tidak apa-apa Lim, sudahlah sebaiknya sekarang lu bantu gua selesaikan semua berkas ini." Jawab Akbar yang langsung memberi setumpuk berkas pada Salim.
"Aih" Lengkuh Salim.
__ADS_1
Setelah itu Akbar pun membaca berkas demi berkas yang kemudian ia tandatangani di bantu oleh Salim yang ikut memeriksa isi berkas.
Di sisi lain, Riska sudah sampai di rumah sakit dengan kondisi Bunda Dele dan Pak Nasik yang syok karena kemudi ugal-ugalan ala Riska.
"Alhamdulillah, sudah sampai juga akhirnya hehe. yok Bun kita turun." Ajak Riska yang langsung keluar dari dalam mobil.
"Nyonya, Nona muda benar-benar cocok dengan Tuan muda." Ucap Pak Nasik yang pusing tujuh keliling.
"Haha.. betul sekali." Balas Bunda Dele yang masih pusing.
"Bunda.. ayo.." Teriak Riska yang membuka pintu mobil.
"Yasudah Nasik, tolong kamu tunggu di sini sebentar ya. saya mau ke dalam dulu dengan Riska." Pesan Bunda Dele.
"Siap Nyonya." Balas Pak Nasik.
Kemudian, Bunda Dele pun keluar dari mobil. lalu melangkah bersama Riska ke dalam rumah sakit untuk check up kondisi Riska dan kandungannya.
...π "Pembalap Itu Istri Ku"π ...
Singkat cerita..
Kini Riska dan Bunda Dele sudah berada di rumah kembali setelah dari rumah sakit dan menghabiskan waktu untuk belanja bulanan dan juga beberapa cemilan.
Namun di saat Riska hendak masuk ke dalam kamar, tiba-tiba kaki nya di gigit oleh sesuatu yang membuatnya geli namun sakit juga.
"Aw hehe.. astaga apa ini." Ucap Riska sambil tertawa dan melihat ke bawah.
Dan betapa kaget nya Riska, karena sekarang ada baby tiger siberia putih yang tengah bermain di kaki nya. sedangkan Bunda Dele hanya tersenyum dengan Akbar yang kini sudah ada di samping nya menatap Riska yang kini berjongkok sambil mengelus baby tiger itu.
"Kamu ngapain di sini?, siapa yang membawa mu hem?." Tanya Riska yang kemudian menggendong baby tiger.
"Jadi kamu benar-benar membeli nya untukku?." Tanya Riska sambil menghampiri Akbar dan Bunda Dele.
Lalu Akbar hanya mengangguk ketika Riska bertanya seperti itu. kemudian Riska pun memeluk Akbar sambil mencium baby tiger itu.
^^^π*FlashBack*π^^^
Sebenarnya saat Aknar berangkat ke kantor, ia menelpon Galuh untuk membeli baby tiger yang masih sangat bayi.
"Gal, gua bisa minta tolong tidak?." Tanya Akbar.
π"Apa?" Jawab Galuh.
"Lu punya kenalan pecinta hewan?." Tanya Akbar.
π"Yea ada, tidak jauh dari kantor Ayah." Jawab Galuh.
"Apa dia memiliki anak harimau yang masih sangat bayi?." Tanya Akbar lagi yang kini mencoba fokus dengan jalan.
π"Hah?, memang nya lu mau memelihara baby tiger gitu?." Tanya balik Galuh yang aneh mendengar pertanyaan Akbar.
"Biasalah Gal, Riska ngidam baby harimau putih" Jawab Akbar yang sedikit prustasi karena permintaan isrtri nya itu.
π"Haish??, baiklah kalau memang itu permintaan Riska, gua akan mencari baby harimau itu sampai ketemu." Ucap Galuh dengan penuh semangat.
"Eit nanti dulu." Balas Akbar.
π"Why?." Tanya Galuh.
__ADS_1
"Jangan bilang lu melakukan ini karena masih memiliki rasa pada Riska?." Tanya Akbar.
π"Enggak lah Bar, gua cuma mau membantu lu saja. lagian gua sudah menyingkirkan rasa itu sebaik mungkin agar lu dan Riska merasa nyaman tanpa gangguan siapapun lagi Bar." Jawab Galuh yang meyakinkan Akbar.
"Baiklah, jika memang seperti itu tujuan lu, bantu gua untuk membahagiakan Riska. tapi buat hari ini saja, selebihnya lu jangan ikut campur lagi rumah tangga gua. kalau lu ikut campur....." Ucap Akbar dengan wajah datar.
"Gua bun*h." Sambung Akbar yang mengancam Galuh.
π"Hufftt.. oke." Balas Galuh yang langsung memutus panggilan itu.
π"Hallo!!, weh gua belum selesai ngomong woy!" Teriak Akbar yang kesal pada Galuh.
Kemudian Akbar pun langsung melempar handphone nya pada jok mobil belakang. setelah itu, ia menambah kecepatan laju mobil agar cepat sampai ke kantor.
^^^π€¨Flashback Offπ€¨^^^
......
...πππππ...
"Kamu suka?." Tanya Akbar sambil mengelus rambut Riska.
"Yea.." Jawab Riska dengan gembira.
"Berapa usia harimau itu Nak?." Tanya Bunda Dele.
"Dia baru dua minggu, dan aku sudah menyiapkan kamar khusus untuk menghangatkan tubuh nya dan keperluan nya sesuai dengan arahan pemilik sebelum nya." Jawab Akbar.
"Baguslah kalau begitu, lantas apa kamu bisa mengurus nya?." Tanya Bunda Dele lagi.
"Insyaallah Bunda." Jawab Akbar.
"Baiklah kalau begitu kamu temani Riska dulu ya, Bunda mau membersihkan badan dulu." Ucap Bunda Dele.
"Baik Bun." Balas Akbar.
"Dah Riska." Ucap Bunda Dele sambil mengelus rambut Riska sejenak.
"Bye bye." Balas Riska sambil terus menciumi baby tiger itu.
Kemudian Riska dan Akbar pun bermain dengan bayi harimau itu hingga Riska yang kelelahan pun tertidur di samping bayi harimau yang tengah memainkan rambut pirang Riska.
"Hust.. Mamah mu sudah istirahat, kamu pun harus istirahat oke." Ucap Akbar yang langsung memindahkan bayi harimau itu ke dalam kandang nya dan menghidupkan penghangat juga untuk bayi harimau itu.
...Bersambung... ...
^^^"Benar bukan kalau bahagia Riska itu sederhana?, makannya dengerin Othor Barπ π π π "^^^
yo jangan lupa like...
koment..
rate..
vote..
gift...
papayo next episodeeeeeππππβΊ
__ADS_1