Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Akhir cerita


__ADS_3

Di perjalanan Aidha khawatir karena dia tidak ingin Reival kenapa-kenapa hanya karena mengantar dia pulang. tapi Reival dengan percaya diri tanpa takut cuma bisa fokus.


Sesampai nya di rumah Pratama, Reival membuka pintu mobil dan Aidha pun turun dari mobil. lalu Akbar yang sudah menunggu Aidha di ruang tamu pun segera keluar rumah dengan wajah yang ceria namun berubah menjadi dingin tanpa senyuman ketika melihat Reival.


"Kamu lagi, kan Papah sudah bilang kamu gak usah lagi kenal dengan dia Aidha!." Bentak Akbar yang langsung menarik tangan Aidha.


"Tapi Pah... Kak Rei ini cuma menolong ku saja." Balas Aidha.


"Sudahlah kamu sebaiknya masuk, dan kamu sebaiknya pergi sebelum saya berubah pikiran." Usir Akbar.


"Om, seberapa benci om sama Mama, tetap saja Aidha itu anak Mama juga. jadi tiada salah jika Aidha bertemu Mama, karena mama masih ada hak atas Aidha." Ucap Reival.


"Lagi pula Aidha senang dan merasa bahagia bertemu Mama, bukankah itu hal bagus untuk kesehatannya?. Saya juga tau om mau Aidha sehat kan?, kenapa om tidak bebaskan Aidha bertemu Mama. sebaiknya Om pikirkan saja kata-kata saya, karena ini demi kesehatan Aidha. kalau begitu saya pamit." Sambung Reival lalu pergi.


Setelah Reival pergi, Akbar memikirkan kata-kata Reival. Namun hatinya masih keras kepala sehingga ia memutuskan untuk melakukan home campus untuk Aidha yang kesehatannya kian menurun.


1minggu setelah banyak nya kejadian..


Aksi Salim, Hana dan Haerilmi di mulai, dimana mereka melakukan penyerangan terhadap markas Tuan Laurent dengan strategi yang sudah mereka susun.


Lalu setelah memastikan setengah tembok pertahanan Tuan Laurent roboh, sebagian dari anggota mereka segera menyerang villa Raihan.


Hingga Raihan dan Riska yang tengah mengobrol manis pun harus terhenti dengan kedatangan mereka semua yang langsung di pimpin oleh Hana, Haerilmi dan Salim.


"Ada apa ini??." Tanya Raihan.


"Pah, kita di serang oleh Haerilmi." Jawab Reival yang sudah memegang senjata.


"Apa!!, anak itu!!." Teriak Raihan yang geram.


"Ayank, jangan gegabah. Dengarkan aku." Ucap Riska yang langsung memberi strategi kepada Reival dan Raihan.


Setelah strategi di susun oleh Riska, Reival pun keluar dengan beberapa anggota yang kemampuan nya masih di batas tengah yang sudah stay selalu di villa sebelah untuk berjaga.


Lalu pertarungan pun terjadi di luar dengan pimpinan Reival. Dan banyak sekali yang tumbang dengan kematian atau luka. Hingga Reival dan Herilmi pun saling berhadapan dengan tatapan dan emosi yang sama-sama menggebu.


Namun saat itu Haerilmi yang tidak sabaran sudah menyodongkan pistol nya pada Reival yang hanya di balas tatapan tajam dan senyum tipis dari Reival.


"Gua kan sudah bilang, gua itu gak mau cari masalah sama lu Ril." Ucap Reival dengan tenang.


"Tapi jika memang lu memaksa, ya terpaksa gua harus menyerang lu balik bukan dengan cara gua." Sambung Reival yang langsung menodongkan pistol pada Haerilmi.


"Lu pikir lu bisa menang? dengan pasukan lu yang kalah jauh dengan pasukan gua?, dan lu pikir gua takut" Balas Haerilmi yang sudah menarik pelatuk pistol nya.


"Ehm.. gua gak peduli berapa jumlah anggota yang lu bawa, namun jika satu ketua tumbang, bukankah anggota pun akan mundur." Ucap Reival.

__ADS_1


"Maksud lu?." Balas Haerilmi yang bingung.


Kemudian Reival yang sebelum nya menodongkan pistol ke arah Haerilmi pun mengubah arah pistol itu dengan gerakan cepat yang langsung mengenai perut Hana yang tidak sadar akan keberadaan Reival.


"Bunda!!!." Teriak Haerilmi sambil berlari.


Namun usaha nya di tumbangkan oleh Reival yang langsung meluncurkan satu peluru nya ke kaki kanan Haerilmi. hingga satu tembakan lagi pun kembali di luncurkan yang tepat langsung mengenai jantung Hana.


"Begitu cara Bunda lu menghabisi Kakek tepat di hadapan gua." Ucap Reival yang sudah dilanda emosi.


"Bunda.." Ucap Haerilmi yang berusaha menggapai Hana.


Setelah Haerilmi berhasil menggapai Hana. ia pun menangis melihat Hana sudah tidak bernyawa lagi.


"Dia ibu lu juga Rei, kenapa lu melakukan ini padanya?." Tanya Haerilmi yang masih mengelus pipi Hana yang sudah tidak bernyawa.


"Ibu yang tega membunuh Ayah nya sendiri hanya untuk harta, lalu untuk menutupi kesalahan nya, ia memberikan racun pada anak nya namun usaha nya gagal karena seorang Ayah tidak akan membiarkan Anak nya mati di usia muda." Jawab Reival dengan tatapan dingin.


"Dia bukan ibu gua, ibu gua cuma satu, yaitu Mama Riska bukan dia. sampai kapapun akan selalu begitu." Sambung Reival.


Lalu Haerilmi yang geram pun melepas tubuh Hana dan langsung mengangkat pistol nya yang tepat mengenai Riska yang sudah memantau sejak awal.


setelah peluru itu kena pada Riska, Haerilmi yang menyadari itu dengan emosi dan ambisi yang gila pun segera melancarkan dua peluru lagi pada Riska yang tidak di remehkan oleh Riska.


Kemudian saat dua peluru itu hendak mengenai Riska, Raihan yang sigap menjadi perisai pun langsung membawa tameng anti peluru dan melangkah maju dengan Riska yang mengikuti nya di belakang.


Kemudian Riska yang geram segera lari dan menyergap Haerilmi yang baru saja landas ke bawah.


"Ehm.. kemarin saya masih bisa memaafkan mu, namun kau sia-siakan kesempatan yang saya kasih. kamu mencoba mengambil nyawa dua buah hati saya di kampus. dan sekarang kamu menunjukkan sifat aslimu yang sama dengan ibu mu. Jadi saya pun sekarang berubah pikiran, kamu menginginkan kematian, maka terimalah kematian mu." Ucap Riska yang menatap lurus ke depan sambil mengunci leher Haerilmi dengan teknik menyerang yang pernah ia pelajari sebelum nya.


Namun ketika Riska hendak mematahkan leher Haerilmi, Salim dan Raihan pun menghentikan aksi Riska sambil membawa Aidha dan Akbar yang ternyata ikut bergabung dengan mereka.


Ya betul, sebenarnya Salim berpihak pada mereka karena satu ambisi nya. Ia prustasi untuk membuat Akbar luluh akan izin Aidha yang sangat ingin bertemu Riska lebih lama.


Hingga ia memutuskan untuk membuat rencana konyol ini untuk memperlihatkan Akbar bahwa Riska memutuskan pernikahan bukan karena ia tidak sayang Aidha, namun ia lelah dengan sikaf Akbar. tapi hati nya tetaplah hati seorang ibu walau Akbar selalu melarang Riska bertemu Aidha.


"Stop Ayank!." Teriak Raihan yang tengah di balut luka nya oleh Aidha.


"Aku tidak akan membiarkan nya hidup!!!." Teriak Riska.


"Ayank, lihat siapa yang aku bawa?. bunkankah status anak itu pun sama dengan anak kita." Ucap Raihan yang menuntun Reival dan Aidha.


"Maafkan dia Riska, aku tau rasa nya sakit dan kamu jadi memiliki trauma aku minta maaf. Dan sekarang untuk menebus semua itu, aku izinkan berlian kita bertemu dengan mu. tapi jangan biarkan berlian mu melihat kamu yang seperti ini." Ucap Akbar sambil mengikuti langkah Raihan.


"Iya Ris, lu itu the real mom dan maafkan gua karena rencana gua perang ini harus terjadi. tapi cuma ini Ris cara agar lu bisa berdamai dengan Akbar." Sambung Salim.

__ADS_1


Namun Riska tidak mendengarkan mereka karena sudah di kuasai oleh emosi. hingga Reival dan Aidha pun di lepaskan genggaman nya oleh Raihan.


"Lihat Papah." Ucap Raihan.


Lalu Aidha dan Reival menatap Raihan yang mengelus pipi mereka dengan senyuman. Kemudian Raihan yang selalu tenang dalam situasi apapun itu mencoba memberikan rasa tenang juga pada Aidha dan Reival yang panik karena tidak mau Riska melukai anak yang sebenarnya hanya mengikuti alur ibu nya yang jahat.


"Aidha dan Reival adalah berlian, berlian nya mamah dan papah. Kalian sayang dengan mamah bukan?." Tanya Raihan.


"Kami sayang Mamah, kami tidak mau mamah melakukan ini Pah." Jawab Aidha dan Reival bersamaan.


"Maka dari itu, pergilah dan tenangkan Mamah. karena sejati nya seorang ibu adalah bidadari yang rela berkorban untuk buah hati nya. cepat, Mamah sudah menunggu kalian." Ucap Raihan.


"Papah.." Ucap Aidha pada Akbar untuk meminta izin.


"Pergilah temui Mamah." Balas Akbar yang langsung mengizinkan.


Kemudian Reival dan Aidha pun pergi dan langsung memeluk Riska dari belakang dan berbisik.


"Mah, sekarang ai sudah boleh ketemu Mamah. jadi mamah jangan ada rasa dendam dan menyalahkan diri sendiri terus ya." Ucap Aidha.


"Dan Mama juga sudah menjadi ibu yang baik untuk Val maupun Ai, tidak hanya itu, Mama juga adalah pahlawan untuk kami dan kami melihat itu Mam." Sambung Reival.


"Jadi kembali lah Mah.. Jangan seperti ini. kami sayang Mamah." Ucap Aidha dan Reival.


Kemudian Riska pun melepaskan Haerilmi yang sudah lemas. Lalu ia memeluk Reival dan Aidha sambil menangis tanpa bersuara.


"Pembalap itu istri ku"


Singkat cerita..


Kini Akbar sudah kembali ceria dan menjalankan tugas nya sebagai CEO dan Ayah yang baik untuk Aidha. Sedangkan Aidha yang sudah di bebaskan dari sikaf egois Akbar pun kini mulai banyak menghabiskan waktu dengan Riska dan Reival yang memang tidak bisa jauh dengan Riska.


Lalu Raihan yang sekarang tengah menjalankan tugas nya pun kini bekerja sama dengan Akbar sehingga bisnis kedua nya tidak ada lagi permusuhan.


Sedangkan Riska yang melihat pemandangan indah itu pun merasa tenang dan bahagia tanpa ada lagi rasa khawatir maupun rindu yang ia pendam.


Karena sekarang keluarga impian yang ia selalu nantikan pun sudah ia dapatkan. suami yang baik dan saling mengerti dengan nya serta mendukung hobby nya, Reival yang sekarang mulai dewasa dan selalu mewujudkan impian nya.


Aidha yang dia rindukan kini sudah kembali pada nya dengan ceria. dan Akbar yang selalu ia takuti pun sudah terlepas dari egois nya.


......


Dan karena semua sudah berakhir bahagia, cerita "Pembalap Itu Istri Ku" Pun harus tamat.


Terimakasih kepada para readers dan para fans novel ini, terimakasih sudah selalu stay memberikan banyak masukkan, koment dan kritik, like dan juga vote.

__ADS_1


Terimakasih semua.. Sampai jumpa.. 😘😘


__ADS_2