
Pagi pun tiba..
Kini Riska tengah duduk di taman rumah Pratama sambil mendengarkan musik di earphone nya. namun, ketenangan dia pun harus terhenti karena Akbar kini mulai melangkah mendekati Riska.
"Ehm.. Bee." Ucap Riska yang kemudian melepaskan earphone nya.
"Kok kamu tau aku mau menghampiri kamu?, kan kamu tengah memakai earphone." Tanya Akbar.
"Melihat seseorang itu tidak hanya bisa di ketahui lewat mata Bee, tapi telinga juga bisa di gunakan untuk mendengar berbagai macam gerakan tanpa harus melihat wujud nya." Jawab Riska sambil tersenyum.
"Ehm.. aku bangga sama kamu Bee." Ucap Akbar.
"Dan aku lebih bangga dengan menjadi pilihan hidup mu walau bukan yang pertama hehe." Balas Riska.
"Kok kamu ngomong begitu" Ucap Akbar dengan wajah yang sedikit sedih.
"Karena cinta pertama mu kan bukan aku. andai Bunda tidak mempertemukan kita dan menyuruh kamu menikah dengan aku, mungkin sekarang aku hanyalah seorang pembalap wanita dan juga petarung wanita." Balas Riska sambil terus tersenyum.
"Kamu jangan mengucapkan itu lagi ya Bee. mulai sekarang, aku janji akan selalu menemani dan mencintai kurang lebih nya kamu. walau aku tau kamu memiliki hobby ekstream, tapi.." Ucap Akbar yang terhenti.
"Tapi apa?." Tanya Riska sambil menatap Akbar dengan sedih dan bingung.
"Tapi kamu tetap akan menjadi istri ku yang paling terbaik dari yang baik." Jawab Akbar sambil memegang pipi Riska.
"Walau aku pembalap?, penjudi?, peminum?, petarung?, apa semua tidak akan memberatkan kamu untuk menerima ku?." Tanya Riska sambil memegang tangan Akbar yang tengah memegang pipi nya.
"Apapun hobby mu, dan apapun masa kelam mu, aku akan menerima semua nya. karena yang terbaik, tertangguh, terkuat dan menarik, hanyalah istri ku." Jawab Akbar untuk meyakinkan Riska.
"Kenapa Bee, aku ini cumalah wanita yang tidak bisa apa-apa, kenapa kamu sangat bangga dengan ku." Ucap Riska.
"Karena.." Balas Akbar yang kemudian menggendong Riska ala Bridal style.
"Pembalap itu istri ku, petarung itu penguat ku, namun penjudi itu harus di ubah oleh ku, maka kamu.. adalah tantangan Pr ku." Sambung Akbar sambil melangkah menuju mobil sport yang bulan lalu Riska dapatkan saat lomba balap sirkuit.
Setelah itu, pak Nasik membukakan pintu yang kemudian Akbar menaruh Riska di kursi mobil di ikuti pak Nasik yang kemudian menutup kembali pintu mobil itu.
__ADS_1
Lalu setelah memastikan Riska duduk dengan baik, Akbar pun menemui Bunda Del untuk pamit. kemudian, ia pun masuk ke dalam mobil sport nya dan melajukan nya dengan kecepatan sedang.
"Terimakasih sayang, aku bersyukur memiliki mu dan di miliki kamu." Ucap batin Riska sambil menatap Akbar dengan tatapan manis.
Kemudian, Akbar yang tau Riska menatap nya pun segera menggenggam tangan Riska sambil fokus menyetir agar Riska dan calon bayi nya selamat sampai tujuan.
"Pembalap Itu Istri Ku"
Sesampai nya di rumah sakit, Akbar langsung menggendong Riska dan jadi pusat perhatian seluruh pasien dan juga banyak orang yang ada di sana.
"Sweet sekali"
"Yaampun tulus nya suami nya apa pacar nya ya itu."
"Idaman banget deh"
Ya kira-kira seperti itulah tanggapan banyak orang. padahal dia gak tau kalau Riska lagi pincang woy🙃haha. "Astoge Author nya sirik aja" Celetuk Riska haha.
Lanjut ke topik..
Namun Akbar yang bangga akan diri nya pun malah bertambah sombong, lalu Riska yang melihat itu pun mencubit hidung Akbar.
"Ih adaw, enggak sayang ih enggak. maaf atuh ya" Balas Akbar.
Namun Riska merajuk akan hal itu. hingga sampailah di ruangan dokter kandungan untuk memeriksa keadaan Riska dan bayi nya terlebih dahulu.
"Selamat pagi Dok." Ucap Akbar sambil tersenyum.
"Selamat pagi Tuan Akbar, silahkan duduk Tuan." Balas Dokter sambil tersenyum juga.
"Oh iya Dok terimakasih. tapi, bolehkah saya menaruh istri saya di atas brangkar?." Tanya Akbar.
"Silahkan Tuan, biar saya bantu." Jawab Dokter yang segera beranjak dari tempat duduk nya.
"Tidak apa-apa Dok, biar saya sendiri saja yang membawa istri saya ke brangkar nya." Ucap Akbar.
__ADS_1
Lalu ia pun melangkah dan menaruh Riska di atas brangkar. setelah itu, Akbar pun duduk di kursi nya sambil konsultasi dengan Dokter tentang keluhan nya.
"Permisi Tuan, apa keluhan Nyonya saat ini kalau boleh saya tau?." Tanya Dokter.
"Istri ku mengalami hal aneh Dok, ia selalu cemas dan sedih tiba-tiba. tidak hanya itu Dok, ia juga selalu berpikir tidak akan melihat bayi kita lahir nanti." Jawab Akbar yang mencoba menjelaskan.
"Dari keluhan yang Tuan berikan, kemungkinan Nyonya muda tengah mengalami baby blues di masa kehamilan nya ini" Jelas Dokter.
"Apa itu baby blues Dok?." Tanya Akbar.
"Baby blues merupakan sindrom yang menyebabkan seorang wanita mengalami perasaan sedih, depresi, panik, tetapi sulit untuk mengungkapkannya. Seluruh perasaan tersebut muncul saat seorang wanita baru memiliki bayi atau tengah menjalani kehamilan." Jawab Dokter secara detail.
"Apa baby blues bisa membahayakan Istri dan calon anak kami Dok?." Tanya Akbar lagi.
"Bagi saya jelas bahaya Tuan, apalagi Nyonya muda juga mempunyai kelainan ginjal. jika baby blues ini benar-benar menguasai pikiran Nyonya muda, pasti kesehatan Nyonya dan calon bayi kalian akan terganggu. maka dari itu, saya akan periksa kesehatan Nyonya muda terlebih dahulu mulai dari pernafasan dan juga aliran darah nya. setelah itu, saya akan mengalihkan kepada Dokter syaraf untuk memeriksa perkembangan baik syaraf Nyonya muda Tuan. apa Tuan mengizinkan kami melakukan pemeriksaan total ini Tuan?." Jawab Dokter dengan jelas dan kemudian bertanya pada Akbar untuk meminta persetujuan.
"Apa serumit itu Dok?, apa pemeriksaan ini tidak akan membuat istri saya depresi?." Tanya Akbar sebelum menyetujui Dokter untuk memeriksa keadaan Riska.
"Jika Nyonya muda bisa mengolah yang baik untuk kesehatan nya dan calon bayi kalian, pasti semua hal yang jelek itu tidak akan datang pada mental Nyonya." Jawab Dokter.
"Apa kamu bisa menjamin akan hal itu hah?." Tanya Akbar lagi.
"Kami akan melakukan yang terbaik Tuan. itulah janji dan prinsip kami sebagai Dokter." Jawab Dokter yang meyakinkan Akbar.
"Baiklah, jika begitu silahkan periksa total istri ku. dan jika kalian tidak bisa menepati ucapan kalian, maka saya akan membunuh kalian semua." Ancam Akbar yang kemudian menghampiri Riska.
"Bee, Dokter bilang apa?." Tanya Riska.
"Kamu harus di periksa total untuk syaraf, dan kelanjutan demi kebaikan tubuh dan mental mu serta anak kita nanti." Jawab Akbar.
"Apa kamu yakin semua akan baik-baik saja Bee?." Tanya Riska lagi.
"Aku berjanji akan selalu ada untuk mu, dan aku percaya bahwa istri dan anak ku bisa melewati semua ini. maka dari itu, turuti kata Dokter ya, agar kamu cepat sembuh." Jawab Akbar sambil menyakinkan Riska agar tidak menolak hal yang akan membuat kesehatan nya jauh lebih baik dari sebelum nya.
"Ehm.. baiklah kalau begitu...."
__ADS_1
...Bersambung dulu gaes. ...
Cie di gantung😅😅, tapi tidak usah sedih ya. karena aku akan up lagi nanti jika ku berluang. jangan bosan dan jangan lupa mampir selalu di novel karya ku. "Pembalap Itu Istri Ku" Ya, dan jangan lupa juga untuk like, koment, rate, vote or gift and share jika kalian suka🙏🙏🥰