
Dan ketika Akbar, Salim dan Renata sampai di kantin khusus kantor pratama acour. mereka pun sarapan pagi sambil mengobrol sebelum melanjutkan aktivitas kerja yang sempat mereka tunda.
"Bar, lu kenapa telat ke kantor?, coba jawab yang jujur sebenarnya insiden apa yang lu alami sebelum sampai di kantor?." Tanya Salim.
"Jujur gua masih tidak mengerti dengan jalan pikir Riska. dia masih mau melanjutkan hobby balap nya walau ia tau konsekuesi nya itu apa dan sudah berkeluarga." Jawab Akbar.
"Lalu?." Tanya Renata.
"Ya sudah tadi pagi gua debat, so gau kebut-kebutan di jalan, dan nyaris saja hampir menabrak mobil yang ternyata dikemudikan oleh Rabella." Jawab Akbar.
"Terus lu berbincang dengan dia gitu?." Tanya Salim.
"Iya Lim, gua tanya keadaan dia dan yasudah gua lanjut ke kantor." Jawab Akbar.
"Lain kali lu hati-hati Bar, di tambah lu ketemu mantan dan mantan terus akhir-akhir ini. jangan sampai mantan lu tau kalau lu sedang renggang dengan Riska sehingga dia bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan." Ucap Salim mengingatkan Akbar.
"Iya benar Kak, lagian mantan kamu itu masih sayang sama kamu. kalau suatu hari dia ada niat jahat, jangan sampai hubungan kalian hancur hanya karena parasit itu." Sambung Renata.
"Thanks ya masukkan nya, dan kalian juga jangan khawatir soal itu oke. karena gua sudah berjanji kalau gua tidak akan berpaling lagi." Balas Akbar.
"Ehm.. yasudah ayo habiskan makanan kalian, sebentar lagi kita metting bukan?, jangan sampai telat." Titah Akbar.
Lalu mereka pun menghabiskan sarapan mereka. namun di sisi lain, kini Riska tengah melamun sambil menjaga Aidha yang tidur setelah di mandikan.
"Ehm.. kenapa hobby ku ini di tentang?, padahal aku tidak balap liar lagi. kenapa aku selalu salah terus dimata Akbar ya?, apa Akbar masih mencintai Rabella?." Pertanyaan demi pertanyaan itu terus berputar di hati dan pikiran Riska.
"Tapi jika memang ya, ehm.. apa aku bisa ikhlas melepas Akbar untuk ketiga kali nya?." Ucap batin Riska.
Namun lamunan itu terhenti ketika kedatangan Kresna dan Aurora mengagetkan Riska.
"Hust.." Tiup Kresna di telinga Riska.
"Ih Kresna, lu ngagetin gua saja." Ucap Riska.
"Hehe habisnya lu ngelamun saja, dari tadi Rora manggil, lu malah diam saja." Balas Kresna.
"Maaf, gua tidak mendengar nya." Ucap Riska.
"Lagi ngelamun apa si Ris?." Tanya Aurora.
__ADS_1
"Tidak kok.. oh ya kalian sejak kapan sampai di rumah?." Tanya Riska yang mengalihkan pembicaraan.
"Baru saja kok, kebetulan kita baru saja selesai ke acara MMA di markas Om Laurent, terus kita mampir dulu deh ke sini." Jawab Kresna.
"Oh gitu, terus Papah tidak ikut?" Tanya Riska lagi.
"Om Laurent sibuk Ris, soalnya besok ada bisnis keluar kota. jadi dia cuma titip salam saja untuk lu." Jawab Kresna.
"Baiklah kalau begitu, ehm... kalian sudah makan?." Tanya Riska.
"Kebetulan sudah, kita kesini juga kan bukan untuk makan hehe." Jawab Kresna.
"Iya Ris, masa kita bertamu cuma buat makan hehe." Sambung Aurora.
"Haha.. ya gua kira gitu mau mampir sekalian makan, SMP (Sudah Makan Pulang) haha." Canda Riska.
"Dasar ya lu, tidak pernah berubah." Balas Kresna.
"Oh ya Riska, tadi kami mampir ke toko khusus pakaian bayi, kami belikan beberapa pakaian untuk junior. semoga saja pas ya ukurannya dan tidak kebesaran atau kekecilan." Ucap Aurora sambil memberikan bingkisan pakaian bayi.
"Wah.. terimakasih ya Rora, Kresna, jadi ngerepotin saja. and by the way nama junior kita itu Aidha." Balas Riska sambil mengambil dan menaruh bingkisan itu.
"Insyaallah besok kami akan umumkan untuk keluarga, lalu setelah 40 hari kita sedekahan untuk akiqah Aidha dan umumkan nama nya ke seluruh penjuru." Jawab Riska sambil mengelus pipi Aidha.
"Semoga lancar ya nanti, and by the way kita tidak bisa lama-lama ya." Ucap Kresna.
"Lah cepat banget, memang mau kemana si buru-buru sekali?." Tanya Riska.
"Gua ada pemotretan satu jam lagi Ris, jadi tidak bisa lama-lama." Jawab Aurora.
"Baiklah kalau begitu hati-hati ya, thanks loh sekali lagi buat hadiah nya." Ucap Riska.
"Sama-sama, kita pamit ya." Ucap Kresna dan Aurora bersamaan.
Lalu Kresna pun memeluk Riska dan mengelus rambut nya, setelah itu Aurora pun memeluk Riska juga dan pergi meninggalkan rumah Pratama.
..."Pembalap Itu Istri Ku." ...
Singkat cerita.. kini waktu terus berjalan.. hingga pagi kini berganti menjadi malam.
__ADS_1
Namun Akbar belum juga pulang, hingga Riska sangat cemas memikirkan dia karena teleponnya tidak juga di angkat-angkat.
Dan Bunda Dele juga ikut cemas ketika melihat menantu nya masih terus berdiri di depan pintu sambil menimang Aidha yang baru saja tidur karena rewel seharian ini.
"Riska.." Panggil Bunda Dele.
"Iya Bunda." Jawab Riska yang kemudian menghampiri Bunda Dele.
"Kamu sebaiknya istirahat dulu ya, temani Aidha, biar Bunda saja yang menunggu Akbar pulang." Ucap Bunda Dele.
"Tidak usah Bunda, nanti Bunda repot. lebih baik Bunda istirahat duluan saja, biar nanti aku dan Aidha menyusul setelah Akbar pulang." Balas Riska sambil tersenyum.
"Yasudah Aidha biar tidur sama Bunda saja ya gantian, kamu pasti pegal kan seharian nimang Aidha yang tumben rewel." Ucap Bunda Dele.
"Baiklah Bunda, tapi Bunda tidak keberatan kan?." Tanya Riska.
"Tidak kok" Jawab Bunda Dele.
Kemudian Aidha pun di timang Bunda Dele dan di bawa ke kamar untuk istirahat bersama nya malam ini. sedangkan Riska masih berdiri di depan pintu menanti Akbar walau sudah larut malam.
Lalu dua jam kemudian..
Akbar baru tiba di rumah, ia segera memasukkan mobil ke bagasi dan mengetuk pintu rumah. lalu Riska yang sudah menunggu nya pun segera membuka pintu dan mengecup tangan Akbar.
"Kok kamu baru pulang Bee?." Tanya Riska.
"Nanti saja bertanya nya, aku capek." Jawab Akbar yang langsung beranjak pergi tanpa menghiraukan Riska.
Kemudian Riska pun menyusul Akbar yang berjalan sedikit sempoyongan dengan wajah yang berantakkan. setelah mereka tiba di kamar, Akbar pun langsung merebahkan diri nya di kasur tanpa mengganti dulu pakaian kerja nya.
"Ehm.. kamu habis minum ya Bee, pasti kerjaan lagi banyak ya sampai kamu kecapean dan minum." Ucap Riska yang tersenyum sambil melepas satu per satu pakaian Akbar.
Hingga hanya menyisakan celana pendek Akbar. setelah itu, ia taruh pakaian Akbar ke bak dan menyelumuti nya. lalu Riska yang sudah mengantuk pun ikut berbaring di samping Akbar dan tidur sambil memegang tangan Akbar.
Bersambung....
^^^"Menanti mu tidaklah membuat ku rugi, dan menyayangi mu tidaklah membuat ku terluka. Karena cinta tidak berarti harus di balas, dan penantian tidak berarti harus di balas perhatian. ^^^
..._Riska (26juli2022) ...
__ADS_1
Baik segini saja episode kali ini, jangan lupa dukung selalu dengan like, koment, rate, vote or gift ya gaes.. thanks all..