
Riska begitu sesak menahan semua isak tangis nya, namun ia juga sangatlah berusaha untuk tegar memandang buah hatinya yang kini sudah hilang dari hadapannya.
"Ayank.." Ucap Raihan sambil mengelus pundak Riska.
"Iya Ayank." Balas Riska yang kemudian berbalik dengan senyuman.
"Ayank jangan sedih." Ucap Raihan.
"Iya Mam, jangan sedih ya." Sambung Reival.
"Aku tidak sedih kok, bukankah ini sudah biasa. memang satu keinginan aku yang satu ini hanyalah mimpi kan hehe." Balas Riska sambil tertawa kecil.
Namun tanpa berucap apapun, Raihan segera memeluk Riska yang kemudian di balas pelukan oleh Riska dengan sangat kencang. bahkan Riska meremas punggung Raihan dengan tatapan kosong di mata nya.
"Aku tau kamu tengah menahan rasa sedih mu Ayank, dan aku juga tau sekuat apapun Ayank, kamu tetaplah wanita yang memiliki hati rapuh sama seperti Ibu." Ucap Raihan dalam hati nya.
Lalu ketika Raihan menenangkan Riska, tiba-tiba handphone Reival pun berdering..
"Angkat" Titah Raihan.
"Ehm.. iya Pah." Balas Reival.
๐"Kenapa?." Tanya Reival.
๐"Ada kumpul kampus Reiv, sorry gua lupa ngasih tau lu" Jawab kawan Reival.
๐"Biadabยฒ, oke gua on the way" Ucap Reival.
Kemudian Reival pun menutup teleponnya dan langsung meminta izin pada Raihan. setelah itu ia pergi dengan terburu-buru hingga lupa meminta izin pada Riska karena ia takut terlambat.
Sedangkan Riska yang tengah melepas pelukannya pun menengok ke kanan dan kiri mencari Reival yang sudah tidak ada di sekeliling nya.
"Loh Ayank, Val mana?." Tanya Riska.
"Katanya ada kumpul kampus, tadi tidak sempat izin Ayank." Jawab Raihan.
"Owalah, wes kalau begitu. " Ucap Riska.
Lalu Riska dan Raihan pun mengobrol di kamar sampai Riska tenang. sedangkan Aidha yang sudah bangun dari tidurnya pun kaget mendapati dirinya sudah ada di mobil bersama Akbar.
"Papah.." Ucap Aidha sambil memelototkan matanya.
"Kenapa?, kaget?" Tanya Akbar.
__ADS_1
"Hehe, sejak kapan aku di sini Pah?" Balik tanya Aidha.
"Bukankah harusnya Papah yang bertanya. kenapa kamu ada di villa orang hah?." Tanya Akbar lagi yang membuat Aidha terdiam sejenak.
"Jawab" Tegas Akbar.
"Aku mau tinggal sama Mamah, aku mau bertemu Mamah, aku kangen Mamah dan khawatir." Jawab Aidha dengan jujur.
"Bukankah Papah sudah melarang kamu bertemu ataupun memgobrol dengan wanita itu, kenapa kamu masih ngeyel hah?. " Tanya Akbar lagi.
"Aku bosan ya Papah selalu melaarang ku bertemu Mamah, padalah dia adalah Mamah ku. " Jawab Aidha.
"Pokoknya aku mau tinggal dengan Mamah, sebentar juga gak apa-apa Pah." Sambung Aidha.
"Gak!, mau sampai kapanpun Papah gak izinkan kamu bertemu wanita itu apalagi mengobrol dengan nya." Tegas Akbar.
"Tetserah papah, pokoknya aku mau tinggal sama Mamah." Ucap Aidha dengan ngeyel.
"Papah bilang Gak ya gak!." Balas Akbar.
"Aku mau tinggal dengan Mamah pokoknya Titik!!." Tegas Aidha.
"Tidak!!!" Tegas Akbar.
"Plak!!." Satu tamparan yang keras sampai membuat kupluk jaket Aidha lepas.
"Ehm.." Dehem Aidha sambil memegang pipi kanan nya yang semakin lebam.
"Ehm.. kamu berantam!." Bentak Akbar yang tadinya bersalah namun kembali bergejolak amarah karena wajah Aidha yang lebam.
"Apa peduli Papah!." Jawab Aidha.
"Ya Papah peduli lah, kan kamu anak Papah. Bagaimana bisa wajah mu lebam hah, jawab Papah!." Tegas Akbar.
Namun Aidha diam tanpa menjawab pertanyaan Akbar, hingga Akbar pun mempercepat laju mobil dan menghentikan mobil nya setelah sampai rumah. lalu Aidha yang kesal pun langsung turun dari mobil tanpa lagi menghiraukan Akbar.
"Hey.." Teriak Akbar.
Akan tetapi Aidha tetap melanjutkan langkah nya yang kemudian menjadi lari kecil. hingga ia sampailah ke kamar nya., yang kemudian langsung di kunci oleh Aidha walau Akbar mengetuk pintu nya berkali-kali.
"Ai.. maafkan papah nak.. Buka pintunya." Bujuk Akbar.
"Aku gak mau di ganggu papah egois, pergi.." Usir Aidha.
__ADS_1
Lalu Akbar yang tidak ingin semakin merusak mood Aidha pun segera pergi tanpa lagi memanggil atau membujuk Aidha lagi. sedangkan Reival yang kini sampai di kampus pun harus berhadapan dengan Haerilmi.
Yaps, Haeirilmi adalah siswa cerdas yang bersaing dengan Reival dari sekolah dasar hingga mereka menginjak kuliah.
"Apa lu.." Ucap Reival.
"Santai donk, gua kan diam saja." Balas Haerilmi.
"Minggir" Usir Reival.
"Oke..silahkan" Balas Haerilmi yang kemudian memberikan jalan untuk Reival.
Lalu Reival pun segera bergabung dengan genk nya. setelah itu Herilmi yang memang tidak ingin cari masalah pun segeta pergi tanpa ada rasa akan jahil pada Reival and the genk.
....
Sore hari pun tiba.
....
Terdengarlah sebuah suara dari balik kamar Raihan dan Riska, yang tetnyata kini Riska engah memberikan cium*n pada Raihan untuk melupakan sedihnya dengan di ganti kesenangan dan kepuas*n untuk nya.
"Muach.."
"Ada apa Ayank?., kenapa Ayank sangat agresi* sore ini?" Tanya Raihan.
"Please.." Jawab Riska yang sangat singkat sambil menatap Raihan dengan tatapan kosong.
Kemudian Raihan pun melep*s pakaian nya dan melepas kanci** baju Riska satu per satu sambil tangan nya berger*k di lembah rindang Riska hingga membuat Riska mengeluarkan des*han.
"Ehm.. ah Ayank." Des*h Riska.
Namun Raihan hanya diam dan fokus dengan tujuan Riska. lalu setelah ia tau Riska sudah mencapai klim*ks, Raihan pun langsung mem*sukan pusaka nya pada lembah Riska.
"Ehm.." Des*h Riska kembali..
Lalu pingg*ng Raihan pun maju mundur dengan perlahan hingga cepat, sampai Riska kewalahan tanpa lagi banyak bicara melainkan hanyalah tetdengar des*han kenikm*tan hingga keduanya mencapai puncak klim*ks.
"Ah..terimakasih Ayank." Ucap Riska sambil memeluk Raihan.
"Aku harap Ayank sudah melupakan masalah tadi ya Ayank." Balas Raihan dalam hatinya dengan senyuman lebar di bibir nya.
Setelah itu, Riska dan Raihan pun tidur sejenak melepas lelah karena permainan itu.
__ADS_1
Bersambung..