
Kemudian Aidha yang cukup lama berpikir pun mendapat titik terang, dimana wajah nya yang bingung pun di ganti dengan senyuman.
"Kenapa sayang?." Tanya Riska.
"Mama dan Papah benar, aku adalah kekuatan Papa Akbar. ehm.. sekarang pasti Papah khawatir deh sama aku." Jawab Aidha.
"Papah akan mengabari nya nanti." Ucap Raihan sambil mengelus rambut Aidha.
"Makasih Papah Han." Balas Aidha dengan wajah yang sangat ceria seperti ekspresi Riska ketika senang.
Sedangkan di sisi lain, Akbar masih tengah menyetir mobil dengan rasa panik yang semakin menjadi. dan ia melihat setiap inci jalam tanpa ada yang terlewati dengan begitu teliti.
Lalu tidak lama dari itu, terdengar bunyi handphone Akbar, yang ternyata sebuah panggilan telepon dari Salim yang memang tengah dalam perjalanan. kemudian, Akbat pun langsung mengangkat nya.
📞"Akbar, lu dimana?" Tanya Salim.
📞"Menurut lu?" Balik tanya Akbar.
📞"Aish.. lu dimana Bar?, gua lagi di jalan nih on the way nyusul lu." Ucap Salim.
📞"Udah gua share location Lim." Balas Akbar.
📞"Oke deh. inget, lu gak usah panik. Aidha anak kuat, gua yakin dia akan baik-baik saja." Ucap Salim.
📞"Tentu saja, dia seperti Ibu nya. dan gua harus menemukan dia dengan cara apapun karena gua gak akan bisa hidup tanpa dia." Balas Akbar.
📞"Yasudah gua tutup teleponnya. bye.." Ucap Salim.
📞"Ok so bye-bye." Balas Akbar.
Setelah itu, panggilan telepon berakhir, lalu Akbar kembli fokus pada jalan. namun karena rasa panik nya semakin melanda, ia menghentikan mobil nya di tepi jalan untuk meneguk air putih dan menghela nafas guna menenangkan diri sejenak.
Dan ketika ia tengah menenangkan pikiran, masuklah sebuah notif pesan dari Raihan untuk Akbar yang berisi *Aidha ada di sini, lu gak perlu khawatir. datang saja kesini sekarang*, kemudian tanpa basa-basi Akbar pun langsung melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
.....
Ketika mereka mengobrol, Reival yang sebelumnya pergi keluar pun masuk lagi ke dalam membawa Dokter rumah. kemudian Dokter segera memeriksa kondisi Riska maupun Aidha yang sama-sama sempat drof.
"Bagaimana Dok keadaan Istri dan Putri ku?." Tanya Raihan.
"Semua baik-baik saja, detak jantung normal, hanya saja nona muda harus lebih banyak olahraga dan pola mkan harus teratur." Jawab Dokter.
__ADS_1
"Baik Dok, terimakaaih ya." Ucap Raihan.
"Sama-sama Tuan.. kalau begitu saya pamit kembali ke rumah sakit ya, permisi." Balas Dokter.
"Pah, Reival antra Dokter dulu ya." Izin Reival.
"Oke" Balas Raihan.
Setelah pemeriksaan, Riska pun beranjak dari kasur. namun Aidha yang terlihat masih lemah pun masih berbaring di kasur karena Riska menyuruhnya untuk istirahat sejenak agar kondisi nya mulai stabil.
"Ayank, aku mau bicara." Ucap Riska.
"Oke, mau bicara apa Ayank?." Tanya Raihan.
Kemudian Riska dan Raihan pun menjauh dari tempat tidur dan mengobrol sejenak tentang Aidha.
"Boleh?." Tanya Riska.
"Boleh kok Ayank. tapi kita harus minta izin Akbar dulu untuk ini semua." Jawab Raihan.
"Yey, terimakasih Ayank." Ucap Riska sambil memeluk Raihan.
"Aku akan selalu membuat mu senang Ayank, dan itu janji ku." Ucap Raihan di dalam hati nya.
"Loh Ayank, sepertinya ada keributan di bawah." Ucap Riska.
"Ayo kita kesana" Balas Raihan.
Kemudian Riska dan Raihan pun keluar kamar meninggalkan Aidha yang tengah istirahat. setelah mereka sampai di tempat asal keributan itu, Raihan segera menarik Reival dengan pelan untuk menasihatinya karena kini yang tengah di hadapan Reival adalah Akbar dan Salim.
"Papah tidak mengajarkan kamu untuk menaikkan nada suara jikalau ada yang lebih tua bertanya tanpa mengajak keributan. dan Mama mengajarkan kamu untuk sopan bukan untuk sok jagoan, paham." Ucap Raihan.
"Ya Pah, maaf Reival salah." Balas Reival.
"Ehm.. ya Akbar, Salim, masuklah." Ucap Raihan yang mempersilahkan Akbar untuk masuk.
"Thanks" Balas Akbar yang kemudian masuk ke dalam rumah yang di susul oleh Salim.
"Reival, sebaiknya kamu temani Aidha di kamar dan jangan ulangi kesalahan mu lagi." Titah Riska.
"Baik Ma, sorry to that." Balas Reival yang langsung meninggalkan Riska, Raihan dan Akbar.
__ADS_1
.......
Waktu terus berjalan, kini Akbar, Raihan, Riska dan Salim pun berkumpul di ruang tamu yang sudah di setting makanan juga oleh art villa Raihan.
"Ok gua gak mau basa-basi, sekarang dimana Anak gua?." Tanya Akbar.
"Sabar dulu Bar, kan kita bisa bicara dulu dengan baik Santai lah sejenak, lagi pula Aidha di rumah ibu nya kan bukan penculik." Jawab Salim.
"Lu kan tau gua gak punya banyak waktu," Ucap Akbar.
"Ya gua tau, tapi kan lu harus sopan sama orang yang sopan dengan lu juga Bar." Balas Salim.
"Sudah jangan ribut. Aidha ada di kamar sedang tidur, dan dia tidak ingin pulang. tapi kita berdua sudah membujuknya untuk pulang kok, jadi lu tenang saja Bar." Ucap Raihan yang langsung jadi penengah pertengkaran itu.
"Baiklah, kalau begitu dimana kamar itu, gua mau langsung membawa Aidha pulang." Ucap Akbar.
"Kenapa buru-buru sekali Bar, aku saja baru bertemu dengan Aidha sebentar dan merawat nya sebentar." Ucap Ruska.
"Ya gua gak peduli, yang pasti gua gak akan biarkan Aidha terlalu lama bersama lu maupun keluarga kecil lu ini." Balas Akbar yang benar-benar acuh.
"Tapi aku kan ibu nya, mau sampai kapan aku tidak boleh merawat Aidha?, dan kenapa aku gak.boleh bertemu dengan anak ku sendiri" Tanya Riska sambil menahan tangis.
"Lu sudah tau letak kesalahan lu, dan harusnya lu mikir akan hal itu. dan ya, lu kan sudah memilih jalan lu sekarang, gua harap lu gak perlu lagi mengingat kalau lu juga punya anak dan pernah menikah selain dengan Raihan sebelumnya." Jawab Akbar dengan lantang tanpa jeda.
"Ya aku.." Ucap Riska yang terhenti.
"Istri gua memang sudah bukan lagi menjadi istri lu sekarang, dan kesalahan dia di masa lalu pun sudah ia akui hingga detik ini pun ia sadar apa kesalahan nya. tapi kan lu yang selalu menghalangi istri gua untuk bertemu anak nya. lalu kenapa sekarang saat buah hati lu ingin bertemu ibu nya itu lu larang juga?." Ucap Raihan yang membuat Akbar diam.
"Bar, benar kata Raihan. lu gak boleh egois dan mau sampai kapan pun Aidha tetaplah anak Riska juga." Sambung Salim dengan pendapat nya.
"Gua gak peduli Lim, mau sampai kapan pun gua gak akan biarkan Aidha bertemu dengan wanita seperti dia dan gua juga tidak akan mengizinkan dia merawatnya walau memohon ." Balas Akbar.
Lalu Akbar yang sudah emosi dan di balut banyak kegelapan di mata dan hati nya pun segera beranjak dan mulai mencari Aidha di kamar atas. sedangkan Riska yang kaget pun segera mengejar Akbar di susul Raihan dan Salim.
Dan setelah lama mencari, Akbar pun sampai di kamar Riska dan Raihan. lalu ia pun masuk dan langsung menghampiri Aidha namun di halangi oleh Reival yang tengah menjaga nya.
"Jangan buat keributan dan memancing amarah ku." Ucap Reival.
"Gua datang bukan untuk ribut, lu jangan halangi jalan gua. dan juga lu tidak boleh ikut campur karena ini bukan urusan lu. jadi minggir." Balas Akbar yang mendorong pelan Reival.
Kemudian Akbar pun menggendong Aidha yang tengah tertidur lelap. lalu Riska yang melihat itu pun langsung menghampiri Akbar. namun Akbar tidak menghiraukannya hingga Riska pun hanya bisa diam sambil melihat Aidha pergi dengan Akbar hingga hilang dari hadapan nya.
__ADS_1
Bersambung...