
Dan di saat Riska tengah berjuang melahirkan di rumah sakit, Akbar dan Tuan Ahmed pun selesai metting dengan membawa kabar bahagia. karena kini Tuan Ahmed telah resmi bekerjasama dengan perusahaan Pratama acour.
"Terimakasih Mr. Ahmed karena sudah mau bekerjasama dengan perusahaan kami, dan kami janji akan memberikan yang terbaik dalam kerjasama kita hari ini dan sampai semua proyek nanti kita lalui." Ucap Akbar sambil berjabat tangan dengan Tuan Ahmed.
"Alhamdulillah.. dan kami juga berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kerjasama proyek kita ini Mr. Akbar. baiklah mungkin pertemuan kita sampai di sini Mr. Akbar, saya ucapkan terimakasih dan sampai jumpa." Balas Tuan Ahmed.
"Hati-hati di jalan dan sampai jumpa kembali Mr. Ahmed." Ucap Akbar.
Lalu Tuan Ahmed pun pergi di antar oleh Renata sampai ke depan kantor. dan setelah ia pergi meninggalkan kantor, Kresna pun tiba di kantor dan langsung menarik tangan Renata yang hendak masuk ke dalam.
"Ren" Ucap Kresna.
"Eh Kak Kresna, ada apa?." Tanya Renata.
"Tolong panggilkan Akbar sekarang juga." Jawab Kresna yang kemudian melepas tangan Renata.
"Baiklah masuk dulu saja Kak, duduk sejenak di sofa ya, aku akan panggilkan Kak Akbar." Ucap Renata yang langsung pergi meninggalkan Kresna.
Namun Kresna yang panik serta perasaan nya campur aduk pun hanya bisa berdiri sambil mundar-mandir untuk menunggu Akbar yang sedang Renata panggil.
Sedangkan Renata kini sudah ada di dalam ruang metting dan langsung menghampiri Akbar.
"Kenapa Nata?, Mr. Ahmed sudah selesai di antar kan?." Tanya Akbar.
"Sudah Kak, tapi di depan ada Kak Kresna yang menyuruhku untuk segera memanggil mu." Jawab Renata.
"Kresna?, ada apa dia kesini?." Tanya Akbar.
"Aku tidak begitu tau Kak, tapi dia hanya menyuruh aku memanggilmu saja." Jawab Renata lagi dengan jelas.
"Baiklah kalau begitu suruh OB untuk membereskan semua nya, setelah itu kalian kembali ke ruangan kalian untuk melanjutkan pekerjaan ya." Titah Akbar.
"Baik Kak, ehm.. sayang, ayo kita lanjut pekerjaan." Ajak Renata pada Salim.
"Oke" Balas Salim.
"Gua duluan." Ucap Akbar tiba-tiba dan langsung pergi.
Lalu Renata dan Salim pun kembali ke ruang kerja nya masing-masing. sedangkan Akbar kini tengah melangkah menghampiri Kresna yang terlihat gelisah.
"Kres, ada apa pagi-pagi kesini?." Tanya Akbar.
__ADS_1
"Nanti saja gua jelaskan, ayo kita ke rumah sakit sekarang." Ajak Kresna yang langsung menarik tangan Akbar.
"Weh jawab dulu ada apa?, jangan membuat gua panik." Tanya Akbar lagi.
"Riska melahirkan Bar, dia mau lu mendampingi nya. ah sudahlah lu jangan banyak tanya dulu, ayo cepat!." Jawab Kresna yang sedikit menggertak Akbar.
Lalu Akbar yang sudah tau tentang keadaan genting ini pun segera masuk ke dalam mobil nya. dan kemudian ia pun menancap gas mobil dengan cepat mengikuti mobil Kresna yang sudah melaju terlebih dahulu.
^^^"Pembalap Itu Istri Ku"^^^
Singkat cerita Riska pun sangatkah lemas, karena bayi nya benar-benar susah di dorong. bahkan saat ia menghejan sekuat tenaga pun bayi itu belum cukup merespon nya dengan baik.
Dan di saat Riska lemas pun detak jantung nya tidaklah beraturan. bahkan wajah nya memucat karena ginjal nya tidak bisa memompa dengan baik akibat rasa lelah yang berlebihan.
"Sus, tolong pasangkan alat pernafasan pada Nona muda sekarang. dan Nona, tolong tenanglah dan atur nafas kembali ya." Ucap Dokter yang terus menyemangati Riska.
"Ehm.. Bunda.." Panggil Riska dengan lirih.
"Iya Nak, kamu jangan berpikir yang aneh-aneh ya, you can do it sayang." Balas Bunda yang sudah tau maksud tatapan Riska.
"Tapi aku sudah tidak kuat Bunda, apapun yang akan terjadi nanti ku mohon selamatkan bayi ku dan Akbar ya Bun." Ucap Riska.
Dan di saat keputus asaan Riska mulai melanda, Akbar pun sampai di rumah sakit dan langsung pergi ke ruang bersalin untuk menemui Riska.
Bahkan ia yang khawatir pun langsung masuk ke dalam ruangan tanpa sempat menyapa Tuan Laurent dan Galuh yang sedari tadi sudah menunggu Riska di luar.
"Bee, maaf aku terlambat." Ucap Akbar yang tiba-tiba.
"Nak, akhirnya kamu sampai." Balas Bunda Dele.
"Maaf Bunda aku benar-benar tidak tau kalau Riska akan melahirkan lebih cepat di banding jadwal perkiraan Dokter." Ucap Akbar.
"Tidak apa-apa Nak, yang penting sekarang kamu kuatkan Riska ya karena dia mengalami kondisi kritis saat ini." Balas Bunda Dele.
"Baik Bunda." Ucap Akbar yang langsung menggantikan posisi Bunda Dele.
Dan kemudian Riska yang sudah hilang semangatpun menerima kecupan manis di kening nya dari Akbar yang membuatnya kembali bersemangat.
Setelah itu Akbar menggenggam tangan Riska dan tersenyum menatap bola mata Riska yang mulai sayu dan wajah pucat nya.
"Bee maaf aku datang terlambat, tapi kamu jangan khawatir ya, sekarang aku ada di samping kamu. kamu harus kuat dan aku yakin kamu pasti bisa melewati semua ini." Ucap Akbar yang menyemangati Riska.
__ADS_1
Dan seketika wajah Riska kembali berseri dan tersenyum. lalu ia langsung mengejan kembali sesuai arahan Dokter hingga kepala bayi nya pun mulai terlihat.
"Ayo Bee kamu pasti bisa." Ucap Akbar yang terus menyemangati Riska.
"Aaaaghrr!!," Teriak Riska.
"Sedikit lagi Nona, ayo sedikit lagi lebih kuat." Ucap Dokter yang ikut menyemangati Riska.
Lalu dengan sisa tenaga, Riska pun mengejan sekuat-kuat nya hingga bayi Akbar dan Riska pun melihat dunia dengan iringan tangisan.
"Alhamdulillah..." Ucap Akbar yang bersyukur.
"Oaaghrr.." Suara tangis baby.
"Alhamdulillah bayi nya perempuan" Ucap Dokter.
Yang kemudian langsung menaruh bayi itu di dada Riska untuk menyusu pertama kali dan menyelimuti tubuh nya dengan kain bersih.
Sedangkan Bunda Dele, Tuan Laurent, Galuh dan Kresna yang mendengar suara tangisan bayi pun mulai bernafas lega.
"Bayi kita sudah lahir Bee." Ucap Akbar.
"I.. Iya sayang." Balas Riska dengan lemas dan nafas lega.
"Aku bangga pada mu, terimakasih Bee." Ucap Akbar yang langsung mengecup bibir Riska.
Lalu Riska pun hanya tersenyum dan menatap bahagia bayi yang kini tengah menyusu pada nya untuk pertama kali. setelah itu, Dokter segera membersihkan bayi mereka dan langsung membalut nya dengan rapih agar tidak kedinginan.
Kemudian, Dokter langsung memberikan bayi pada Akbar dan segera di kumandangkan adzan oleh Akbar pads telinga mungil Akbar Junior.
Bersambung..
"*Lelah nya melahirkan tidak akan terasa jikalau sudah melihat mata nya yang berkilau dengan wajah imut nya yang begitu menggemaskan"
*Ar29*
Segitu saja epiosode hari ini, semoga kalian terhibur..
and jangan lupa di like, koment, rate, vote or gift ya..
see you next episode
__ADS_1