
Setelah Riska selesai sarapan, Bunda Dele pun memanggil pelayan untuk menyiapkan air hangat.
"Bik siapkan air hangat untuk Riska mandi ya." Titah Bunda Dele.
"Siap Nona besar." Balas Pelayan.
"Akbar, kamu jagain Riska dengan baik ya. nanti kalau masih demam kita berobat okey." Ucap Bunda Dele lalu pergi ke dapur.
Dan setelah pelayan selesai menyiapkan air hangat, Akbar pun segera menyuruh nya keluar dan mengunci pintu.
Lalu Riska pun beranjak dan mencoba meminta bantuan Akbar untuk mengantar nya ke kamar mandi.
"Akbar, bisakah kamu membantu aku sebentar?" Tanya Riska.
"Lu kan masih bisa jalan, kenapa malau menyusahkan gua si?" Tanya Akbar balik.
"Oh iya maaf Akbar." Ucap Riska lalu melangkah sendiri ke kamar mandi.
Lalu Akbar yang melihat Riska melangkah dengan lemas pun hanya diam duduk di kasur dan pura-pura tidak peduli.
Sedangkan Riska hanya menatap Akbar dengan senyuman dan menutup pintu kamar mandi. lalu di dalam kamar mandi pun Riska mulai berendam air hangat dan membasuh tubuh nya sambil terus bertanya-tanya di benak nya.
"Ehm.. aku serasa seperti belum menikah. apa-apa sendiri, mau makan tidak di pedulikan, mau minum pun tidak ada yang perhatian. ehm.. mungkin ini nasib anak sebatang kara kali ya?, atau Akbar malu ya punya Istri seperti aku?, ehm.. sudahlah aku masih bingung dengan ini semua." Ucap Riska pada diri nya sendiri.
Lalu Akbar yang diam-diam mendengar kembali ucapan demi ucapan Riska pun hanya bisa diam dan bersedih.
"Sebenar nya gua juga tidak mau menyiksa lu Ris, tapi gua harus bisa membuat lu tidak betah lalu kita berpisah." Ucap Akbar.
..."Pembalap Itu Istri Ku"...
Setelah Riska selesai mandi, dia pun keluar hanya dengan berbalut handuk. lalu Akbar yang melihat kemolekan tubuh indah Riska pun hanya bisa menelan saliva nya.
Sedangkan Riska yang tidak menyadari Akbar menatap nya pun hanya melangkah dan memakai pakaian nya pelan-pelan.
Lalu Akbar yang mulai kembali fokus pun langsung mengalihkan pandangan nya dan segera menegur Riska.
__ADS_1
"Pakailah pakaian mu dengan tertutup!" Tegur Akbar lalu segera masuk ke kamar mandi.
"Maaf Akbar" Balas Riska.
Lalu setelah mendapat teguran, Riska pun segera memakai handuk nya lagi dengan benar dan memakai pakaian sambil menutup tubuh nya agar tidak memperlihatkan aurat nya.
Dan setelah Riska memakai pakaian, Akbar pun keluar dari kamar mandi hanya dengam boxer nya. hingga tubuh roti sobek nya pun terlihat jelas oleh mata Riska.
"Kenapa melihat gua seperti itu?, mesum lu." Tegur Akbar.
Lalu Riska pun kembali memalingkan wajah nya karena takut di bentak lagi oleh Akbar.
Setelah itu, Akbar pun memanggil Riska sambil mengambil sebuah kemeja dan dasi.
"Ris, tolong bantu gua memakai kemeja dan dasi." Titah Akbar.
"Sebentar Akbar." Balas Riska yang masih sibuk dengan sisir rambut nya yang menyangkut di rambut indah nya.
"Cepat!" Bentak Akbar.
"I.. iya Akbar." Ucap Riska lalu memakaikan kancing kemeja Akbar sambil mengusap air mata nya.
Lalu Akbar yang melihat Riska meneteskan air mata pun hanya diam dan terfokus dengan rambut Riska yang berantakan.
"Udah selesai Akbar, mana dasi nya?" Tanya Riska.
Lalu Akbar pun memberikan dasi itu tanpa mengucapkan satu patah kata pun. dan setelah Riska selesai memakaikan dasi di kerah baju Akbar, dia pun mengambil sebuah jas namun Akbar kembali menyuruh Riska untuk menaruh jas nya lagi ke lemari.
"Taruh kembali jas itu." Ucap Akbar.
"Iya Akbar." Balas Riska lalu menaruh jas lagi ke lemari.
"Kemarilah" Titah Akbar.
Lalu Riska pun menghampiri Akbar. dan setelah itu, Akbar membuka kancing baju Riska. namun Riska hanya diam saja tanpa melawan sedikit pun.
__ADS_1
Setelah membuka seluruh kancing baju Riska, Akbar pun membuang nya ke bak cucian dan memakaikan sebuah dress pada tubuh Riska.
"Kita mau kemana Akbar?" Tanya Riska.
"Gua mau mengajak lu ke tempat yang lu suka, jadi lu harus tampil cantik." Jawab Akbar yang tiba-tiba saja baik.
Lalu Riska pun hanya tersenyum melihat Akbar yang baik pada nya. setelah Riska memakai pakaian yang Akbar ingin, Riska pun di rias oleh Akbar hanya dengan polesan lipstik dan rambut yang Akbar sisir rapih lalu menjepit nya.
"Lu tidak perlu harus tampil berlbihan hanya untuk memuaskan suami lu, cukup natural saja lu sudah cantik. ayo ikut gua." Ajak Akbar sambil mengulurkan tangan nya.
Setelah itu, Riska pun menggenggam tangan Akbar dan melangkah keluar kamar megikuti ajakan Akbar walau ia tengah demam.
Lalu Bunda Dele yang melihat itu pun langsung menghampiri Akbar dan Riska karena khawatir mereka akan kemana di saat Riska tidak baik-baik saja.
"Akbar kamu mau mengajak Riska kemana?, kan dia lagi sakit." Tanya Bunda Dele.
"Riska akan sembuh setelah ikut dengan ku Bun, percayalah pada ku kali ini saja." Jawab Akbar meyakinkan Bunda Dele.
"Baiklah, jaga Riska dengan baik dan hati-hati di jalan." Ucap Bunda Dele.
Lalu Akbar dan Riska pun mencium pipi Bunda Dele dan pergi keluar rumah dan langsung capcus membelah jalanan dengan mobil sport kesayangan Akbar.
Bersambung..
^^^"Seburuk apapun kamu, aku tetap akan menyayangimu. karena ku yakin hanya kasih sayang lah yang dapat megubahmu, bukan cinta yang akan membutakan kamu."^^^
^^^_Ar29_^^^
Hai gaes, thanks ya sudah mendukung karya ku dan setia selalu menemaniku.
semoga kalian baik-baik saja dan selalu lancar rezeki.
Maaf juga ya kalau aku lama up karena aku nya sudah gak bisa sesehat dulu hehe. walau begitu aku akan tetap luangkan waktu kok buat menemani kalian di next episode.
stay terus gaes, jangan lupa like, koment, rate, gift atau vote ya, nah jangan lupa juga fav love hehe see u..
__ADS_1