Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Mengantar Cleo pulang


__ADS_3

Lalu Cleo pun melanjutkan makan nya dengan Riska dan Akbar yang kini tengah bergelut dengan laptop nya.


"Sayang, sarapan dulu gih." Titah Riska sambil membersihkan sisa makanan di bibir mungil Cleo dengan tisu.


"Iya nanti sayang, nanggung ini." Balas Akbar.


"Yasudah nanti di makan ya roti isi nya selagi masih hangat pasti rasanya lebih enak." Ucap Riska lalu keluar kamar untuk menaruh gelas dan piring kotor.


Dan ketika Riska tengah ke dapur, Cleo yang penasaran dengan aktivitas Akbar pun beranjak dari kasur, lalu menghampiri Akbar.


"Om sedang membuat apa ya?." Tanya Cleo dengan sangat polos.


"Kamu kenapa malah kesini Nak?, Om lagi mengerjakan tugas kantor yang tertunda." Jawab Akbar lalu menaruh laptop nya.


Kemudian Cleo pun melihat layar laptop dan menatap wajah Akbar yang kini tengah tersenyum pada Cleo.


"Om tampan sekali." Puji Cleo.


"Kamu bisa saja, Cleo juga cantik sekali." Balas Akbar lalu mendudukkan nya ke atas pangkuan nya.


"Makasih Om, ehm.. om lagi buat apa?" Tanya Cleo.


"Lagi baca dokument sama pelajari isi nya untuk metting minggu depan." Jawab Akbar.


"Om sama seperti Ayah, aku jadi kangen sama Ayah." Ucap Cleo.


"Kamu akan segera bertemu dengan Ayah mu Cleo" Balas Akbar.


"Aamiin" Ucap Cleo.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Riska pun kembali membawa obat untuk Cleo dan dia. lalu duduk di samping Akbar yang kini tengah Cleo suapi roti yang sudah Riska buat untuk nya.


"Lagi makan ya hehe, maaf aku ganggu ya. Cleo, minum obat dulu ya." Ucap Riska sambil duduk di sofa.


Lalu Cleo pun berhenti menyuapi Akbar, kemudian ia segera meraih obat yang di berikan oleh Riska dan meminum nya. lalu Riska pun senang ketika melihat Cleo sudah mulai aktif lagi, dan Akbar yang melihat Riska nampak senang dan pintar merawat seorang Anak pun mulai berpikir untuk memulai program kehamilan.


...∆Pembalap Itu Istri Ku ∆...


Waktu pun terus berlalu, kini Akbar dan Riska pun tengah bersiap untuk mengantar Cleo pulang ke rumah nya tanpa sepengetahuan Cleo.


"Om, Tante, kita mau kemana ya?." Tanya Cleo.


"Mengajak kamu pergi jauh dari sini, agar kamu aman dan bisa bertemu Ayah mu." Jawab Riska.


"Benarkah itu Tante?." Tanya Cleo yang mulai gembira.


"Yey!!" Teriak Cleo yang sangat gembira.


Lalu Akbar pun segera menancap gas mobil dan membelah jalanan. namun di sisi lain, Galuh tengah beraksi untuk mengambil alih para customer Akbar untuk beralih pada nya.


Dengan penyamaran yang luar biasa, kini Galuh sudah menerobos masuk ke dalam kantor Pratama sebagai OB. yang pasti posisi kantor kala itu tengah sibuk karena memang sudah memasuki akhir bulan, hingga dengan mudah nya Galuh sudah ada di dalam ruangan Akbar dan mulai membuka laptop yang memang sudah ada di atas meja kantor Akbar.


Namun lagi-lagi Galuh kesulitan untuk memindahkah beberapa dokument penting itu ke flasdisk nya karena Riska sudah mengamankan semua aset yang di miliki Akbar.


"Riska!, kenapa si lu itu cerdas sekali dalam hal keamanan aset penting." Keluh Galuh dalam batin nya.


Hingga, Salim pun tiba-tiba masuk ke dalam ruangan yang refleks mengagetkan Galuh yang tengah menyamar sebagai OB. namun dengan cepat Galuh pun bersembunyi di bawah meja kerja Akbar karena ia tau walau ia menyamar pasti akan tetap ketahuan jikalau Salim sudah melihat wajah nya.


"Hais Riska dudul, kebiasaan nih berkas gua lu taruh sembarangan." Ketus Salim sambil mengubrak-abrik seisi ruangan Akbar.

__ADS_1


Dan tanpa sengaja Salim menjatuhkan sebuah pulpen milik Akbar ke lantai, hingga Galuh pun panik karena Salim. Pasti akan mengambil pulpen yang jatuh itu di lantai.


"Hais!." Ketus Salim lalu mulai membungkuk untuk meraih pulpen itu.


Namun sayang nya ketika Salim hendak menggapai pulpen itu, Renata pun tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerja Akbar untuk memanggil Salim.


"Sayang, ayo kita sudah telat nih untuk metting sore ini sebelum pulang." Ucap Renata.


"Oh iya maaf aku sempat lupa tadi, ayo kita jalan saja sekarang." Balas Salim.


Lalu Renata dan Salim pun keluar dari ruang kerja Akbar dengan terburu-buru, sedangkan Galuh kini keluar dari persembunyian nya dan menghela napas lega.


"Huftt, hampir Saja." Ucap Galuh.


Dan setelah itu, Galuh pun terpaksa pergi dari kantor lewat jendela secara diam-diam, karena menurut nya situasi sudah tidak aman untuk ia memulai aksi nya.


"Hah, lagi-lagi gagal dan gagal." Keluh Galuh yang kemudian pergi dengan mobil nya yang sebelum nya sudah ia sembunyikan.


Dan kembali lagi kepada Riska dan Akbar. kini mereka sudah tiba di sebuah kota kecil dan rumah yang begitu megah di antara pohon yang rindang mengelilingi sekitar rumah itu.


Lalu Cleo yang sudah tidak asing dengan rumah itu pun langsung berteriak gembira karena dia berhasil pulang dengan selamat di antar Riska dan Akbar.


"Tante, Om, itu rumah Ayah." Ucap Cleo sambil menunjuk rumah megah itu.


"Benarkah?, ayo kita kesana sekarang ya." Balas Akbar yang kemudian memarkirkan mobil nya.


Setelah memarkirkan mobil nya, Akbar, Riska dan Cleo pun turun dari mobil menuju teras rumah megah itu.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2