
Di saat Akbar dan Riska menuju taman bunga Rose kesukaan Riska, Galuh tengah membuat sebuah rencana untuk menghancurkan ambisi Rabella yang ingin menyingkirkan Riska.
Namun Rabella juga tidak mau kalah dengan Galuh, hingga ia dan Galuh kini seperti berkompetisi untuk saling menguatkan tujuan mereka.
"Gua tidak akan membiarkan lu menang Bel, gua juga tidak akan membiarkan lu mengusik keluarga Akbar. kini gua tau sebuah kebenaran, kalau gua dan Akbar itu memiliki ikatan." Ucap Galuh.
Lalu Galuh pun kembali mengingat kejadian satu minggu yang lalu. ketika ia berkunjung ke rumah Omah kandung nya, ia juga tidak sengaja bertemu dengan Bunda Dele yang tengah menyuapi Omah nya itu.
"Omah" Panggil Galuh yang kini hanya berdiri memandangi Omah dan Bunda Dele dari jauh.
"Galuh, sini Nak. Omah mau mengenalkan kamu dengan Ibu nya saudara mu." Panggil Omah.
"Saudaraku?, apa maksud Omah." Tanya Galuh yang masih tidak mengerti.
"Kemarilah, Omah ingin menjelaskan sesuatu." Panggil Omah lagi.
Lalu Galuh pun terpaksa menghampiri Omah nya dan kemudian duduk di samping Omah. namun tatapan nya selalu kebawah karena tidak berani menatap Bunda Dele karena ia masih di hantui rasa bersalah karena sudah banyak membuat masalah dengan Akbar.
"Nak, berhubung kamu dan Delena ada di sini. omah mau menjelaskan satu fakta yang harus kamu tau." Ucap Omah.
"Apa itu Omah?." Tanya Galuh.
"Sebenarnya Delena itu adalah kakak dari alm ayah mu. memang tidak banyak orang tau tentang ini karena Delena dan Ayah mu tidaklah tinggal satu atap. kala itu Ayah mu tinggal di swiss, sedangkan Delena tinggal di indonesia dengan Omah. dan di saat Ayah dan Ibu mu bersatu, lalu Ibu mu mengandung mu dan tengah menuju rumah sakit untuk melahirkan, insiden kecelakaan pun tidak bisa terhindari." Ucap Omah yang mencoba menjelaskan pada Galuh tentang latar belakang keluarga nya.
"Ayah mu harus meninggal di tempat, namun Ibu mu masih terus berjuang walau pada akhir nya ia pun harus meninggalkan mu setelah berhasil melahirkan mu walau dalam keadaan prematur. lalu Delena mengadopsi mu untuk menjadi putra nya dan mengurus mu bersama putra tunggal nya yaitu Akbar. namun kamu harus kembali berpisah dengan Delena karena Ayah mu memiliki hutang dengan mafia jadi kamu pun harus pergi dan di besarkan oleh nya tanpa tau latar belakang keluarga mu." Sambung Omah.
"Namun Tuhan kembali mempertemukan kita, hingga tanpa di sadari kamu pun mulai tau sedikit demi sedikit kebenaran tentang mu. maka dari itu, Omah ingin kamu dan Akbar saling menjaga. karena mau bagaimanapun, Akbar adalah keponakan mu dan istri nya sekarang juga keponakan ipar mu nak." Jelas Omah sambil mengelus rambut Galuh.
"Ehmm.. jika memang begitu, kenapa Omah diam saja dan tidak mencoba menjelaskan pada ku tentang rahasia ini Omah?." Tanya Galuh yang kaget sekaligus sedih.
__ADS_1
"Karena hanya ini waktu yang tepat untuk menjelaskan semua nya nak. dan Omah mau setelah kamu tau kebenaran ini, kamu tinggal dengan Delena dan berhenti hidup dengan mafia yany kejam itu." Jawab Omah.
"Tapi Omah, aku tidak bisa meninggalkan Ayah." Ucap Galuh.
"Jika memang begitu, tolong kamu jaga Delena dan Akbar. jangan selalu bertanding soal harta maupun pasangan lagi, dan juga tetaplah teguh dalam pendirian mu jika memang kamu sayang pada Omah." Balas Omah.
Flashback off
"Tapi Omah, aku mencintai Riska. namun, jika memang itu kebenaran nya, aku akan mencoba menyingkirkan rasa cinta ku agar Riska bisa hidup bahagia bersama Akbar." Ucap batin Galuh yang langsung melanjutkan gambaran strategi nya.
..."Pembalap Itu Istri Ku"...
Satu jam pun sudah berlalu..
Kini kembali kepada Akbar dan Riska yang baru saja sampai di taman bunga Rose. di sana Akbar dan Riska menikmati pemandangan indah yang di penuhi bunga Rose.
Lalu setelah capek berkeliling taman, mereka berdua pun pergi ke toko bunga milik Riska yang memang tidak jauh dari taman tersebut.
"Tuan muda dan Nona muda apa kabar?, lama tidak jumpa kesini." Tanya sekertaris Riska.
"Aku tengah mengandung Kak, jadi tidak bisa berkunjung kesini sesering dulu." Jawab Riska.
"Alhamdulillah kalau begitu. semoga nanti persalinan Nona muda lancar tanpa halangan sedikit pun." Ucap Sekertarid Riska.
"Aamiin. oh ya Kak, toko kita ramai atau sepi Kak?." Tanya Riska.
"Alhamdulillah ramai Nona muda, dan kebetulan kita juga ada pesanan untuk minggu depan ke villa dekat rumah Tuan Muda dan Nona." Jawab Sekertaris Riska.
"Benarkah, atas nama siapa yang memesan bunga minggu depan nanti Kak?." Tanya Akbar yang mulai bicara.
__ADS_1
"Tidak ingin di sebutkan namanya, namun nanti kita akan di beri arahan menuju villa itu untuk mendekor bunga di sana." Jawab Sekertaris Riska.
"Hmm begitu ya." Ucap Akbar.
"Oh ya Tuan muda, Nona muda, kalian ingin ku buatkan minum apa?." Tanya Sekertaris Riska.
"Jus alpukat dua ya Kak, sama buatkan spageti kalau ada dan tidak merepotkan hehe." Jawab Riska yang memang sudah biasa memesan dua menu itu setiap hari nya di kala ia masih aktif mengelola toko bunga.
"Siap deh Nona, tunggu sebentar ya." Balas sekertaris Riska yang kemudian pergi ke dapur toko.
"Hais Bee, kamu ini ya suka banget merepotkan orang hehe." Ejek Akbar.
"Ih kamu mah suka ngeledek aja hehe." Balas canda Riska.
"Pasti bawaan dedek bayi nih hehe, masih laper saja kamu ya, padahal tadi sudah makan kue sedikit di rumah." Ucap Akbar sambil mengelus perut Riska dan mengecupnya.
"Namanya juga dede gembyot hehe." Balas Riska.
"Eih.. dia nendang." Ucap Akbar sambil menatap Riska dengan senyuman lebar nya yang penuh kebahagiaan.
"Hihi, kan aku mau kenal lebih dekat sama Papah." Balas Riska sambil tersenyum melihat Akbar tersenyum.
Dan tanpa terasa canda tawa mereka pun kini harus terhenti dengan kedatangan sekertaris Riska yang datang membawa dua jus alpukat dan dus porsi spageti keju kesukaan Riska.
"Selamat menikmati Tuan dan Nona muda, saya permisi dulu ya untuk membantu melayani yang lain menangani pelanggan yang sudah antri." Izin sekertaris Riska sambil menata rapi spageti dan jus alpukat di atas meja.
"Baiklah, terimakasih Kak." Balas Riska.
Kemudian Sekertaris Riska pun pergi meninggalkan Riska dan Akbar yang kini tengah menikmati spageti dan jus alpukat yang tadi Riska pesan.
__ADS_1
Bersambung...