
Waktu terus berlalu mereka lewati. hingga tidak terasa kini Aidha sudahlah bisa merangkak sendiri untuk menghampiri Akbar dan Riska.
Pagi itu Aidha tengah meminum susu dari botol nya. sedangkan Riska tengah menyiapkan air hangat untuk Aidha mandi nanti.
Lalu di saat Riska menyiapkan air hangat, Akbar menemani Aidha sambil bicara dengan Salim lewat telepon nya untuk rencana bisnis ke luar kota nanti.
"Iya Lim, lu urus dulu berkas nya ya. sebentar lagi gua ke kantor oke" Ucap Akbar untuk mengakhiri telepon itu.
"Ada apa Bee?, sibuk sekali sepertinya?." Tanya Riska yang kemudian menggendong Aidha.
"Biasa Bee, minggu depan kan aku ada bisnis keluar kota, jadi aku suruh Salim untuk mengurus satu berkas yang nanti akan di berikan kepada client kita." Jawab Akbar.
"Oh gitu, lalu bisnis yang sebelum nya bagaimana?." Tanya Riska lagi.
"Tenang saja Bee, semua sudah di urus. tinggal proses rancang desain gaun dari kamu saja yang belum terselesaikan." Jawab Akbar.
"Ehm.. gaun itu sudah jadi 80% Bee, dan harusnya sudah selesai. namun semua harus di pending karena aku melahirkan kemarin." Ucap Riska.
"Tidak apa-apa Bee, lagi pula kita masih ada waktu 1bulan untuk itu." Balas Akbar sambil tersenyum.
Kemudian Riska pun membalas senyuman Akbar dan menimang Aidha yang sudah hampir menghabiskan susu di botol nya.
"Bee, tadi seperti nya Kresna menelpon mu." Ucap Akbar.
"Biarkan saja Bee, paling mau mengabari tentang balapan tahun besok." Balas Riska.
"Balap?, kamu masih mau balap?." Tanya Akbar yang kesal.
"Ya jika aku bisa kenapa tidak." Jawab Riska.
"Aku kan sudah bilang kalau kamu sudahi saja hobby mu itu, lagi pula sekarang kamu sudah berkeluarga dan ada bayi yang harus kamu jaga juga." Ucap Akbar yang semakin kesal.
"Kamu tenang saja Bee, aku tidak akan mengecewakan kamu kali ini, kamu tidak usah khawatir akan hal itu oke." Balas Riska dengan tenang.
"Terserah kamu saja deh." Ucap Akbar yang kemudian langsung pergi.
Lalu Riska hanya diam saja dan melanjutkan aktivitas nya untuk memandikan Aidha dan merawat nya. sedangkan Akbar yang kesal, langsung mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Hingga tanpa sengaja ia pun hampir menabrak mobil di depan nya karena hilang fokus. kemudian Akbar yang tanggung jawab pun keluar dari mobil dan menghampiri perempuan yang mobil nya hampir ia tabrak tadi.
"Maaf ya Mbak, tadi saya tidak sengaja." Ucap Akbar.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kok." Balas wanita
"Mbak tidak apa-apa kan?." Tanya Akbar yang khawatir.
"Tidak kok." Jawab wanita itu.
Kemudian wanita itu pun membalikkan tubuh nya. hingga mata mereka pun saling pandang seperti melepas rindu yang masih terpendam. karena wanita itu tidak lain adalah Rabella.
"Akbar.." Ucap Rabella sambil tersenyum.
"Bella, yaampun kamu benar tidak apa-apa?." Tanya Akbar.
"Tidak kok, lagi pula aku yakin kamu tidak akan melukai ku." Jawab Rabella sambil tersenyum.
"Apa si?, jangan cari perhatian begitu deh." Ucap Akbar yang risih.
"Aku tidak mencari perhatian Bar, tapi aku tau kamu mengemudi secepat itu pasti karena punya masalah bukan?." Tanya Rabella yang mulai mencari perhatian Akbar.
"Sok tau." Ketus Akbar.
"Haha sudahlah, kalau memang kamu masih membutuhkan aku, kabari aku saja oke. aku pasti akan datang untuk mu jika kamu memanggil ku." Ucap Rabella yang kemudian pergi meninggalkan Akbar.
Lantas Akbar yang sedang kesal dan kecewa pun memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan nya dengan pikiran yang terus memutar pada tawaran Rabella.
"Gua yakin, apapun yang memang milik gua pasti akan kembali pada gua" Ucap Rabella.
@@@@Waktu terus berlalu@@@@
Kini Akbar sudah sampai di kantor, lalu ia segera menghampiri Salim dan Renata yang sudah menunggu Akbar di ruangan nya.
"Lu lama banget dah Bar." Ucap Salim.
"Sorry, tadi ada insiden sedikit di jalan." Balas Akbar.
"Serius??, tapi lu gak apa-apa kan?." Tanya Salim.
"Santai aja Lim." Jawab Akbar.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Salim yang lega mendengar jawaban santai Akbar.
"Yasudah Nata, berkas yang ku pinta sudah siap?." Tanya Akbar yang kemudian duduk di kursi nya.
__ADS_1
"Sudah siap Kak, ini berkas nya dan satu berkas lagi ada pada Salim." Jawab Renata sambil memberikan satu berkas pada Akbar.
"Thanks ya." Ucap Akbar yang kemudian mengambil berkas itu dan membaca nya.
Beberapa menit kemudian, Akbar menutup berkas itu dan menaruh nya di atas meja. lalu ia mengambil berkas selanjutnya yang berada pada Salim.
"Lu yakin ini sudah sesuai Lim?, tidak ada yang terlewat kan?." Tanya Akbar.
"Gua sudah yakin Bar, bahkan gua sudah membaca nya berluang-ulang dengan detail." Jawab Salim.
"Baiklah kalau begitu gua baca dulu." Ucap Akbar.
Dan setelah Akbar membaca kedua berkas itu, ia pun menandatangani nya dan menaruh berkas itu ke dalam laci meja nya. kemudian ia beranjak dan menghampiri Salim.
"Berkas itu memang sudah komplit Lim, Nat, tapi ada satu yang kurang." Ucap Akbar.
"Hah, masih ada yang kurang?, serius lu Bar." Balas Salim yang kaget.
"Sumpah deh Kak, perasaan tadi aku dan Salim sudah membaca dan memeriksa kembali. tapi tidak ada yang kurang Kak, sumpah deh." Sambung Renata yang bingung.
"Berkas itu memang sudah komplit, tapi CEO nya yang belum komplit karena belum sarapan, haha." Tawa Akbar yang memecah kepanikan Salim dan Renata.
"Astaga beg* kali lu, bisa ya pagi-pagi bikin gua jantungan." Ketus Salim.
"Makan nya jadi orang jangan serius-serius. sudah ayo temani gua sarapan, gua laper." Ajak Akbar.
"Heleh, begitu tuh orang yang tidak tau dosa." Ketus Salim.
"Et dah ya udah maaf, masih saja lu umbak-ambek terus sama gua." Balas Akbar yang ketus juga.
"Haish kenapa jadi ribut si?, udah ayo ke kantin mening deh dari pada ribut." Ajak Renata yang langsung menarik tangan Akbar dan Salim.
Lalu mereka bertiga pun tertawa kecil sambil melangkah ke kantin sebelum rapat pertama mereka di mulai.
Bersambung...
Hallo semua, maaf ya aku baru update..
kemarin masih fokus sama kesehatan hehe.. karena emang badan gak bisa sinkron lagi🤗.
kalian semua jangan lupa jaga kesehatan sama pola makan ya di saat seperti ini, apalagi sekarang masih musim nya pancaroba, dimana penyakit mulai berdatangan tiada hentinya.
__ADS_1
selamat membaca ya jangan lupa tinggalkan jejak.. see u next episode