Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
bercermin sebelum berkata


__ADS_3

Singkat cerita kini Riska dan Raihsn sudah sampai di kantor, namun ketika Riska hendak keluar mobil, kepala nya pun sedikit merasakan nyeri di bagian belakang kepala.


"Ayank tidak apa-apa?." Tanya Raihan.


"Iya ayank, semua baik-baik saja. ayok kita masuk, sebentar lagi metting akan di mulai." Jawab Riska sambil mengajak Raihan.


"Iya Ayank." Ucap Raihan yang kemudian turun dari mobil terlebih dahulu.


Setelah Raihan keluar dari mobil, ia pun membukakan pintu untuk Riska dan menggandeng tangan Riska dengan senyuman. lalu mereka pun masuk ke dalam kantor bersama di sambut semua karyawan yang sudah antusias membuatkan hadiah kecil untuk mereka.


"Selamat ya Pak, semoga samawa." Ucap sekertaris Raihan.


"Terimakasih, harusnya tidak perlu repot seperti ini." Balas Raihan.


"Tidak apa-apa Pak, lagi pula ini semua masih belum setimpal dengan semua jasa Bapak dan juga Ibu selama ini." Balas Sekertaris.


Lantas itu pun membuat Riska tersenyum bahagia, apalagi ketika ada yang memberikannya banyak sekali bunga mawar yang begitu ia suka.


Hingga kembalilah Riska teringat masa lalu nya dengan Akbar yang membuat kedua bola matanya berkaca-kaca. namun Raihan pun menyadari kalau Riska sedang tidak baik-baik saja.


Yang kemudian dengan sigap pun Raihan langsung mengajak Riska masuk ke dalam ruangan setelah merayakan surprise kecil dari all karyawannya.


"Ayank.." Panggil Raihan.


"Iyaa Ayank." Sahut Riska sambil tersenyum.


"Ayank teringat masa lalu kah karena bunga mawar itu?." Tanya Raihan.


"Gak lah Ayank, lagi pula ini hanya bunga mawar kesukaan ku, jadi ya aku senang saja hehe." Jawab Riska yang berbohong.


"Kamu jelek Ayank kalau lagi berbohong." Ucap Raihan yang kemudian memeluk Riska guna menenangkannya.

__ADS_1


"Aku memang tidak bisa menghapus banyak kenangan ayank dengan masa lalu ayank, tapi aku bisa mengganti lembaran masa lalu ayank dengan berjuta kenangan indah yang akan membuat ayank lupa akan suka maupun duka di masa lalu ayank yang seharusnya tidak lagi Ayank ingat." Sambung Raihan.


Kemudian Riska pun membalas pelukan itu dan menangis di pelukan Raihan meratapi nasib nya yang dulu sakit namun kini di hadapi dengan pria yang begitu baik dan tulus menghargai nya.


"Udah jangan nangis, nanti Ayank jelek kalau nangis." Ucap Raihan sambil menyeka air mata Riska.


"Terimakasih Ayank." Ucap Riska sambil tersenyum.


"Ehm... muach.. sama-sama." Balas Raihan.


Setelah itu, Riska dan Raihan pun siap-siap untuk metting dan melakukan aktivitas kerja dengan cukup baik di awali metting serta pekerjaan yang tertunda.


Di sisi lain..


Aidha dan Reival sudah sampai di kantin kampus sebelum lanjut belajar. lalu Aidha memesan bubur dan menyuapi Reival yang pastinya langsung di makan oleh nya walau ia sudah sarapan di rumah.


"Kenapa beli cuma satu Dek?, pesanlah yang banyak nanti aku bayar." Titah Reival.


"Gak deh Kak makasih, lagi pula Ai sudah sarapan tadi. oh ya bagaimana luka nya sudah meningan." Tanya Aidha.


"Alhamdulillah, by the way siapa yang membuat kakak seperti ini?." Tanya Aidha lagi.


"Sebentar lagi kamu juga akan tau." Jawab Reival.


Tidak lama kemudian, Haerilmi pun datang dengan ketiga anak buah nya ke kantin untuk sarapan pagi. lalu ketika di meja Reival pun Haerilmi berhenti dan menatap Reival dengan tajam.


Namun tatapan itu bukan membuat takut Reival melainkan ia sangat tertantang oleh Haerilmi. sedangkan di saat mereka berdua saling menatap tajam, Aidha yang mulai paham dengan jawaban Reival pun beranjak dari kursi.


"Ehem.." Dehem Aidha yang berdiri menghalangi tatapan Haerilmi pada Reival.


"Kenapa lu menghalangi pandangan gua?." Tanya Haerilmi.

__ADS_1


"Kepada Tuan Haerilmi khana yang terhormat, bisakah anda tidak mengganggu kami yang tengah sarapan?." Tanya balik Aidha.


"Maksud lu?." Lagi-lagi Haerilmi bertanya.


"Tatapan lu itu mengganggu kita yang sedang makan dan itu juga membuat gua sangat risih. jadi tolong, jika lu hanya ingin sarapan, maka pergilah ke tempat duduk lu tanpa harus mengganggu kita." Jawab Aidha dengan jelas.


Kemudian Haerilmi yang kesal pun menarik kerah baju Aidha sehingga memancing amarah Reival yang tadinya mencoba tenang kini malah di landa emosi yang mendalam akibat dendam.


"Lepasin" Ucap Reival yang masih santai.


"Lepasin anj*ng!!" Ucap Reival dengan tegas.


"Kenapa emang nya hah?, lu takut dia mati?, memang siapa dia?, cuma cewek sampah yang di tinggal ibu nya bukan haha." Ejek Haerilmi.


Di saat Haerilmi mengejek Aidha, Reival pun langsung mencengkram tangan Haerilmi. namun cengkraman itu tidak membuat Haerilmi melepaskan cengkraman nya pada kerah Aidha.


Hingga akhirnya Aidha yang mulai merasa sesak nafas pun menepuk pundak Reival dan menampar Haerilmi dengan keras hingga ia melepaskan cengkraman nya.


"Ehm.. Huft. Huft..." Suara Nafas Aidha yang terengah engah..


"Berani sekali lu nampar wajah gua hah." Tegur Haerilmi.


"Itu balasan buat lu Haer, lagi pula itu salah lu sendiri." Balas Reival.


"Gak usah lu ikut campur bab*" Ucap Haerilmi.


"Gua gak akan ikut campur kalau yang lu ganggu itu bukan adik gua bangs*t" Balas Reival sambil menaril kerah Haerilmi.


"Yang lu hina itu adik gua. dan gua ingatkan sama lu, adik gua tidak pernah di tinggalkan oleh ibu nya karena sampai detik ini pun mereka masih komunikasi dengan baik. dan lu, jangan pernah menghina adik gua sebelum lu bercermin." Jelas Reival.


"Dan ingat, lu bilang kami anak buangan yang besar tanpa ibu di samping kami, tapi maaf, lu sendiri juga harus ingat karena lu lahir tanpa memiliki Ayah dan sampaib sejauh ini lu gak tau Ayah lu yang mana, paham." Sambung Reival yang membuat Haerilmi diam.

__ADS_1


Setelah itu Reival pun melepaskan cengkaraman nya dan menggendong Aidha menuju Uks tanpa lagi menghiraukan Haerilmi yang mematung karena kalah telak oleh Reival.


Bersambung..


__ADS_2