Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Terbukalah sebuah hati


__ADS_3

Dan karena suara alunan musik itu terasa begitu keras namun indah, Riska pun yang terbangun dari tidur nya kaget bukan kepalang karena dia tidak mengenali dimana sekarang ia tengah istirahat.


"Loh aku dimana?, Suami ku.. kamu dimana?" Cari Riska lalu beranjak masih dengan infus yang setia menemani nya dikala drop.


Dan tidak lama kemudian, Akbar pun masuk ke dalam sambil membawa segelas susu putih dan sop ayam untuk Riska.


"Hey, kenapa kamu beranjak dari tempat tidur sayang?, kamu harus nya istirahat dulu." Ucap Akbar lalu menaruh makan malam Ratih di atas nakas.


"Aku mencari mu, oh ya kita dimana ini ehm..." Ucap Riska lalu terhenti oleh Akbar.


"Sayang, gitu lah masih malu-malu saja untuk memanggil sayang haha." Ejek Akbar lalu mengajak Riska duduk di sofa.


"Ih kamu mah suka becanda saja." Balas Riska lalu duduk di sofa bersama Akbar.


"Hehe, oh ya tadi kamu bertanya ini dimana ya?." Tanya Akbar.


"Iya sayang, kita dimana dan kapan kita pindah kesini. bukan nya kita tadi di rumah sakit ya?." Jawab Riska yang kemudian bertanya lagi pada Akbar.


"Kita di villa milik ku sayang, villa ini memang sengaja di buat untuk di persembahkan kepada istri ku nanti. yang ternyata kamu lah orang nya hehe." Ucap Akbar sambil menyuapi Riska.


"Masyallah, sebegitu indah nya menikah dengan mu sayang. aku saja setiap hari hanya melihat rumah lama ku, lalu ke rumah Ayah Laurent juga hanya sesekali saja. selebih nya ya menginap di toko bunga nya Ibu." Balas Riska sambil tersenyum walau tersimpan luka.


Lalu Akbar yang melihat mata Riska pun kini mulai mengerti dengan sikap nya. Dan setelah selesai makan malam, Dokter yang Akbar panggil sebelum nya pun sudah tiba dan langsung memeriksa Riska.


"Oh ya Dok, apa istri ku sudah mulai membaik Dok?." Tanya Akbar sambil menggenggam tangan Riska.


"Alhamdulillah sudah Tuan, infus sudah bisa di lepas dan hanya tinggal memulihkan imun saja. oh ya Tuan, bisa kita bicara berdua sebentar?." Jawab Dokter lalu bertanya pada Akbar untuk meminta izin nya.


"Boleh Dok." Jawab Akbar lalu pergi sedikit menjauh dari Riska.


"Begini Tuan, maaf saya lancang tapi kemarin setelah periksa, Nona muda bertanya pada saya tentang kehamilan. apakah anda berniat untuk cepat memiliki anak Tuan?." Tanya Dokter dengan sopan.


Lalu Akbar pun tersenyum pada Riska yang di balas senyuman oleh nya. setelah itu Akbar kembali memalingkan wajah nya dan mulai bicara serius dengan Dokter.

__ADS_1


"Pertama, jika boleh saya tau, apa penyakit yang di derita istri saya Dok?." Tanya Akbar.


"Nona muda memiliki kelainan ginjal karena selalu menkonsumsi makanan yang tidak sehat untuk organ dalam nya." Jawab Dokter.


Dan Akbar pun syok mendengar nya, namun ia kembali bertanya lagi tentang semua penyakit Riska. hingga Dokter pun terpaksa memberitahu semua tentang Riska pada Akbar karena untuk kebaikan Riska juga.


"Selain itu apakah ada penyakit lain Dok?." Tanya Akbar lagi dengan gemetaran karena tidak sanggup mendengar pernyataan ini.


"Nona muda mempunyai trauma terhadap hujan sejak orang tua nya meninggal, lalu Tuan besar Laurent menemukan nya di jalan dengan lumuran darah. dan sejak saat itu, kamilah yang merawat Nona muda hingga kini." Jawab Dokter.


"Pada awal nya semua baik-baik saja Tuan, tapi kami terkejut karena tidak hanya ginjal yang bermasalah, tapi syaraf Nona muda pun terserang karena banyak nya beban dan trauma yang ia dapat. hingga kemarin saat Nona bertanya tentang kehamilan pun saya menjawab dengan hati-hati agar Nona percaya diri, bahkan saya berniat untuk membantu kesehatan Nona jika Tuan ingin segera memiliki keturunan." Sambung Dokter.


"Terimakasih ya Dok sudah merawat dan memberikan banyak sekali info tentang istri saya. dan tentang Anak, saya tidak lah menuntut istri saya untuk cepat memiliki keturunan, karena saya tidak ingin ia tertekan." Balas Akbar dengan senyuman.


"Dan juga jika Tuhan memang memberikan kami keturunan dengan cepat, maka saya akan terima dan jika belum rezeki pun saya pasti akan terima semua nya." Sambung Akbar.


"Alhamdulillah jika Tuan muda bisa berpikir dewasa. saya jadi ikut tenang dan semoga kalian cepatlah punya momongan ya." Ucap Dokter.


"Haha, aamiin. yasudah terimakasih Dok." Balas Akbar.


"Maafkan aku sebelum nya ya sayang." Ucap Akbar.


"Lupakan saja sayang, aku sudah melupakan itu semua." Balas Riska.


"Kenapa kamu begitu baik kepada ku?, walau aku memperlakukan kamu buruk bahkan sampai kamu sakit." Tanya Akbar yang kemudian duduk di samping Riska.


"Sebagai seorang Istri, prinsip ku sebaik atau seburuk apapun suami kita harus menjaga aib nya dan selalu berbakti kepada nya sayang." Jawab Riska sambil tersenyum.


Lalu Akbar pun tertegun mendengar nya dan refleks langsung memeluk Riska dengan erat. Akbar mencium pucuk kepala nya dan tidak lupa bersyukur.


"Ya Allah maafkan hamba yang sudah menyia-nyiakan seorang Istri yang begitu menyayangi ku. terimakasih juga ya Allah karena engkau sudah membuka mata hati ku untuk melihat Riska yang memang seharus nya ku rawat bukan ku siksa." Ucap batin Akbar yang mulai meneteskan air mata.


"Sayang, janganlah terlalut dalam sedih dan penyesalan, kamu sudah bisa mengakui kesalahan kamu saja itu sudah cukup untuk ku, jadi aku tidak marah atau kesal lagi pada mu." Ucap Riska sambil mengelus punggung Akbar.

__ADS_1


"Aku mau, kamu membuka lembaran baru sayang. walau aku tau sulit karena kamu belum bisa sepenuh nya menerima ku." Sambung Riska.


"Aku sudah menerima mu sayang, namun ego selalu mengalahkan aku hingga ku tega melukai hati mu sampai kamu bisa berbuat nekat yang menghasilkan luka di fisik dan mental kamu. tolong maafkan aku sekali lagi sayang, maafkan aku." Balas Akbar yang menangis sejadi-jadi nya.


"Kan aku sudah bilang, aku sudah memaafkan kamu, jadi kamu tersenyumlah dan mulai buka lembaran baru agar kamu bisa kembali memulai hidup kamu yang lebih baik oke." Ucap Riska sambil melepas pelukan Akbar.


Lalu Akbar pun mengangguk sambil terus menatap Riska yang kini tengah mengusap air mata Akbar dan mengecup tangan Akbar begitu lama.


"Maafkan aku sayang, tolong maafkan aku." Ucap Riska ketika dengan pelan ketika mencium telapak tangan Akbar.


"Sayang, kok kamu diam saja, kenapa?." Tanya Akbar yang kemudian menuntun Riska untuk duduk sempurna.


Namun Riska hanya tersenyum sambil menatap Akbar, yang kemudian Akbar pun membalas tatapan itu lalu mengecup kening Riska.


"Ayo kamu tidur dulu, hari sudah malam dan kamu perlu banyak istirahat agar cepat pulih." Titah Akbar.


"Baiklah" Balas Riska lalu beranjak mengambil selimut di lemari.


"Loh kamu mau ngapain sayang?." Tanya Akbar yang bingung terheran-heran.


"Tidur" Jawab Riska sambil menggelar selimut ke lantai villa.


"Mulai sekarang kamu tidak butuh ini lagi, karena mulai detik ini sampai ku mati kamu harus tidur dengan ku." Ucap Akbar sambil menggendong Riska ala bridal style.


Lalu Riska pun kaget sekaligus senang dengan penuturan Akbar. dan setelah Akbar membaringkan Riska di tempat tidur, dia pun berbaring juga sambil menarik selimut untuk menghangatkan tubuh mereka.


Dan tidak lupa juga di balik selimut tebal itu, kini Akbar sudah memeluk Riska ke dekapan dada nya yang seperti roti sobek dengan rasa spesial beronde ronde haha.


Bersambung gaes..


Yups aku minta maaf bila mana masih banyak tyfing ya, mohon koreksi nya juga oke.


Bila kalian suka tolong di like, koment, vote or gift, rate and fav love.

__ADS_1


See you all


__ADS_2