
Pagi tiba..
Akbar dan Riska masih terlelap tidur, hingga akhir nya terdengarlah suara bising dari luar yang kemudian membangunkan Akbar yang memang sensitif.
"Hais masih pagi buta sudah mengganggu saja." Ketus Akbar lalu beranjak dan keluar dari kamar.
Lalu Akbar pun keluar dan melihat dari jendela apa yang tengah terjadi. ternyata suara dari seorang Anak kecil yang tengah memberikan sebuah kode entah dia dalam bahaya atau apa Akbar tidak tau.
Hingga ia pun memutuskan untuk keluar dari vila dan membawa Anak itu ke dalam vila secepat mungkin.
"Dek, kenapa pagi-pagi sudah membuat suara bising seperti ini nak?" Tanya Akbar dengan baik-baik.
"Kakak, aku di culik lalu aku berusaha membuat sinyal agar bisa lolos dari mereka." Jawab Anak itu sambil menunjuk dua orang pria kekar di luar vila.
"Kemana orang tua mu hah sampai ceroboh begini." Ucap Akbar.
"Aku di culik saat keluar dari sekolah Kak, dan orang tua ku pasti tengah khawatir pada ku." Balas Anak itu yang kemudian menunduk menahan tangis.
Tidak lama kemudian, Riska yang menyadari Akbar sudah tidak ada di kamar pun segera keluar dari kamar. lalu menghampiri Akbar yang tengah bersama Anak tadi.
"Sayang, ini siapa?." Tanya Riska.
"Kamu sudah bangun sayang, Anak ini tengah di culik oleh mereka." Jawab Akbar dengan pelan.
"Yaampun, kamu baik-baik saja nak?." Tanya Riska sambil berlutut mengelus pipi Anak itu.
"Aku hanya..." Jawab Anak itu yang terpotong karena pingsan.
"Yaampun sayang, bagaimana ini?." Tanya Riska yang mulai panik.
"Tenang sayang jangan panik, aku akan panggil Dokter oke." Jawab Akbar sambil menenangkan Riska dan menelepon Dokter.
__ADS_1
Kemudian Akbar menggendong Anak itu dan membaringkan nya di atas kasur, dan sambil menunggu Dokter, Riska pun mengompres kening anak itu dengan handuk basah karena ia mengalami demam.
"Cepat bangun ya nak, jangan seperti ini. karena kondisi ini membuat ku banyak trauma." Ucap Riska yang semakin panik dan sedih.
"Dia akan baik-baik saja sayang, kamu jangan panik ya." Balas Akbar lalu memeluk Riska dan mengelus kening nya.
Beberapa menit kemudian..
Dokter pun tiba di Villa, lalu Akbar segera membawa nya ke kamar untuk memeriksa kondisi Anak itu dengan detail tanpa ada yang terlewat.
Dan setelah memeriksa anak itu, Dokter pun menuliskan resep obat yang sama dengan obat milik Riska. hingga Akbar yang membaca resep obat itu pun bertanya pada Dokter.
"Dok, bukankah ini obat untuk penderita asma dan ginjal?, tapi yang satu ini obat apa Dok kalau boleh saya tau?." Tanya Akbar.
"Kebetulan saya mengenal anak ini Tuan, dan anak ini memang menderita gagal ginjal, asma dan jantung lemah sejak kecil karena Ibu beliau memang mengalami kecelakaan sebelum melahirkan anak ini sehingga membuat anak ini menjadi lemah daya tahan tubuh nya." Jawab Dokter secara detail.
"Yaampun kasian sekali anak ini. tapi Dok jika anda mengenal anak ini, siapakah orang tua nya dan tinggal dimana dia?." Tanya Akbar.
"Oh iya saya juga kenapa tidak bertanya pada Tuan bagaimana bisa anak ini ada bersama anda." Balas Dokter yang kebingungan.
"Rumah beliau cukup dekat dari sini,. dan orang tua anak ini seorang mafia sama seperti Tuan Laurent." Jawab Dokter.
"Siapa nama Ayah nya.?" Tanya Akbar.
"Tuan Bara Khamid." Jawab Dokter.
"Baiklah terimakasih info nya Dok,." Ucap Akbar.
"Sama-sama Tuan, saya izin kembali ke rumah sakit ya Tuan, permisi." Balas Dokter.
Setelah Dokter pergi, Akbar dan Riska pun memutuskan untuk merawat anak kecil itu lalu menenangkan Riska yang tengah panik dan ikut drop.
__ADS_1
"Sayang, kenapa anak sekecil itu harus mengalami hal sama dengan ku" Ucap Riska sambil meneteskan air mata.
"Inilah takdir sayang, kamu yang sabar ya. aku yakin dia pun kuat seperti mu, jadi kamu harus positif thinking trus ya" Balas Akbar.
"Aku takut dia mati." Ucap Riska yang mulai melantur.
"Tidak sayang, dia kuat. kamu yang tabah dan harus tenang oke." Balas Akbar lalu memeluk Riska.
Lalu Riska pun mulai merasa nyaman dan tenang di pelukan Akbar, walau sesekali hati nya pedih karena mengingat diri nya pun memiliki penyakit yang sama dengan anak itu.
"Pembalap itu Istri Ku"
Waktu terus berlalu, dua jam sudah mereka lewati hari itu. kini Anak kecil itu mulai menyuap satu suapan dari tangan Riska, lalu tersenyum ketika melihat bola mata Riska yang memang sangat menyejukkan setiap orang yang menatap nya.
"Tante cantik." Puji anak kecil itu.
"Terimakasih nak, oh ya nama kamu siapa?." Tanya Riska.
"Aku Cleo, rumah ku cukup jauh dari sini. Ayah orang baik, tapi suka bertarung untuk om tampan." Jawab Cleo (anak kecil yang Akbar dan Riska tolong).
"Salam kenal Cleo, aku Riska dan suamiku bernama Akbar. oh ya Ayah kamu suka bertarung, wow sama seperti Ayah ku dan aku dong hehe." Respon Riska sambil terus menyuapi Cleo.
"Wah, ternyata Tante dan Ayah Tante juga sama ya hehe. pokok nya kalau aku sudah pulang nanti, aku akan ajak Tante dan Om untuk bertemu Ayah dan Bunda deh janji." Ucap Cleo.
"Tante pasti tunggu saat yang manis itu Cleo, yausudah ayo di habiskan dulu." Balas Riska sambil tersenyum.
Lalu Cleo pun melanjutkan makan nya dengan Riska dan Akbar yang kini tengah bergelut dengan laptop nya.
Bersambung..
Maaf ya gaes up nya lama hehe, ada problem soalnya kemarin kemarin makan nya lama toh update nya.
__ADS_1
Nya atos heula nya, aku pamit undur lagi yo.. Jangan lupa like, koment, saran, rate, bila kau suka dengan novel ku, jangan lupa di fav love dan gift oke.
Papayo..