Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Kejutan


__ADS_3

Waktu pun terus berjalanan, tanpa terasa kini Akbar sudah sampai di rumah. lalu ia pun segera keluar dari mobil setelah di parkirkan sembarangan di halaman rumah nya.


"Pak Nasik!, Pak!." Panggil Akbar yang sedikit berteriak.


Lalu pak Nasik yang mendengar panggilan Akbar pun segera menghampiri nya.


"Ada yang bisa Pak Nasik bantu Tuan?." Tanya Pak Nasik.


"Tolong parkirkan mobil saya ya pak Nasik." Jawab Akbar sambil memberikan kunci mobil ke tangan Pak Nasik.


"Baik Tuan, namun kenapa anda seperti orang panik?." Tanya Pak Nasik lagi.


"Riska demam lagi Pak, maka nya saya buru-buru pulang ke rumah untuk mengechek kondisi nya." Jawab Akbar.


"Hah demam?, loh tadi kan.." Ucap Pak Nasik yang terpotong oleh Bunda Dele.


"Akbar.. kenapa lama banget??, ayo masuk." Panggil Bunda.


"Iya Bun.... pak Nasik saya pergi dulu ya." Izin Akbar yang kemudian pergi meninggalkan Pak Nasik seorang diri.


"Ehm.. tadi kan Nona muda baru saja keluar untuk membeli buah alpukat. lalu kapan beliau demam nya, sedangkan tadi beliau terlihat sangat sehat bugar." Gumam Pak Nasik dalam batin nya.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Singkat cerita, kini Akbar sudah masuk ke dalam rumah dengan kondisi yang sepi tidak seperti biasa nya. karena panik, ia pun langsung berteriak memanggil Bunda Dele maupun Riska.


"Bunda... Bee... hais kenapa sepi sekali" Teriak nya yang terus melangkah menuju kamar nya.


Namun kemudian terdengarlah alunan musik dengan di barengi Riska yang menuruni tangga dengan gaun indah yang satu bulan lalu pernah Akbar pesan di butik. lantas Akbar yang hendak menaiki tangga pun terdiam ketika Riska mulai menghampiri nya.

__ADS_1


"Masyaallah, cantik sekali kamu Bee." Ucap Akbar yang terkagum-kagum.


"Terimakasih Bee." Balas Riska lalu berdiri di hadapan Akbar.


"Ehm.. kata Bunda kamu sakit, jadi aku pulang cepat Bee. dan jangan turun tangga sendiri ya apalagi pakai gaun seperti ini, nanti calon bayi kita kenapa-kenapa." Ucap Akbar sambil mengelus pipi Riska dan perut buncitnya.


"Aku baik-baik saja kok, Bunda hanya mengerjai kamu untuk cepat pulang dan melihat aku memakai gaun ini." Balas Riska sambil tersenyum.


"Ish Bunda ini, aku sebenarnya banyak pekerjaan di kantor Bee, tapi tidak apa-apa deh." Ucap Akbar.


"Ehm.. maaf ya Bee. kalau begitu, kamu mau ke kantor lagi kah?." Tanya Riska sambil melangkah menuju taman dengan Akbar yang terus menggandeng tangan nya.


"Tidak Bee, aku tau di masa kehamilan itu seorang suami haruslah hadir di sisi istri nya selalu, karena istri pasti butuh perhatian lebih dari suami." Jawab Akbar.


"Kamu yakin?." Tanya Riska lagi sambil menatap Akbar.


"Eh Bunda, loh itu kue untuk apa Bun?." Tanya Akbar yang heran dengan kelakuan Bunda hari ini.


"Bagaimana si suami mu itu menantu ku, masa hari jadi pernikahan nya saja lupa." Jawab Bunda dengan ketus.


"Hah??, emang sekarang tanggal berapa Bun?." Tanya Akbar sambil melihat jam tangan nya.


"Tanggal 08 april nak, hais harusnya kamu yang memberi kejutan pada Riska. ini malah kebalik, heleh." Jawab Bunda.


"Aduh maaf Bunda.. Bee, aku juga minta maaf ya. aku benar-benar lupa sekali dengan hari jadi pernikahan kita." Ucap Akbar yang kemudian meminta maaf pada Bunda dan Riska.


"Tidak apa-apa kok Bee, lebih baik kita tiup lilin nya dulu. kasian Bunda, pasti pegal." Balas Riska.


Lalu Bunda Dele pun berdiri di hadapan mereka berdua dan mendekatkan kue nya pada Akbar dan Riska. kemudian, Riska dan Akbar pun meniup lilin tersebut hingga padam.

__ADS_1


Setelah itu, mereka pun mengaminkan doa mereka dan langsung memeluk Bunda Dele. sedangkan Riska yang selesai memeluk Bunda pun langsung meraih kue itu dan memotong nya.


Kemudian, ia pun menyuapkan suapan pertama nya untuk Akbar. di lanjutkan menyuapi Bunda Dele dan juga Bik Ambar yang sedari tadi berdiri di belakang Bunda Dele.


"Muach.. semoga pernikahan kalian langgeng terus ya. jangan sampai koyak hanya karena satu alasan yang belum pasti ada nya. semoga bayi kalian lahir dengan selamat dan dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani. dan pr untuk Akbar, jangan egois dan menyimpulkan sesuatu sendiri tanpa bertanya pada istri mu oke." Pesan Bunda Dele yang kemudian menyuapi Riska dan Akbar.


"Terimakasih Bunda." Ucap mereka sekali lagi.


Setelah itu, mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan makan siang bersama di taman. lalu Akbar yang memang selalu antusias dalam melangkah, mengajak Riska untuk jalan-jalan sejenak ke taman rose flowers di dekat rumah nya.


"Bunda, aku izin membawa Riska ke taman bunga boleh?." Tanya Akbar.


"Boleh kok, tapi hati-hati dan jangan sampai kesorean banget ya." Jawab Bunda Dele.


Kemudian, Akbar pun beranjak pergi dengan Riska ke teras Rumah. lalu Pak Nasik pun membawa mobil ke depan teras dan membukakan pintu mobil untuk Tuan dan Nona muda nya.


"Terimakasih Pak Nasik." Ucap Akbar dan Riska secara bersamaan.


"Sama-sama Tuan dan Nona. oh ya, apakah mau saya antarkan ke tempat dan tujuan kalian?." Tanya Pak Nasik.


"Tidak usah Pak, saya mengemudi sendiri saja dan kesana sendiri saja." Jawab Akbar.


"Baiklah Tuan, hati-hati." Ucap Pak Nasik.


Lalu Akbar pun menutup kaca jendela dan pergi dengan Riska menuju tempat yang tadi sudah Akbar bilang.


Bersambung


Maaf ya gaes aku gak bisa update setiap hari😊tapi insyaallah akan up walau seling satu hari hehe. see you next episode.

__ADS_1


__ADS_2