
Dan Riska juga langsung di pindahkan ke ruang Vip room untuk di rawat inap. sedangkan Akbar, dia langsung bertemu Salim dan Renata yang tengah menunggu nya di luar ruangan UGD.
"Terimakasih Salim, kalau tidak ada lu gua tidak tau lagi Riska akan bagaimana jadi nya." Ucap Akbar yang nampak begitu sedih.
"Yang sabar ya Bar, Riska pasti sembuh." Balas Salim.
"Iya Kak Akbar, Riska pasti sembuh. oh ya maaf sebelumnya Kak, kenapa bisa Riska sampai masuk rumah sakit?" Tanya Renata.
"Kami bertengkar Na, terus Riska pun pergi dan balap tanpa izin gua. setelah itu dia kecelakaan di tempat balap nya. untung saja ada Kresna yang membantu nya." Jawab Akbar.
"Yaampun, kok kalian bisa berantam si?, kan kalian baru saja menikah Kak." Ucap Renata.
"Sayang, sudah ah jangan banyak tanya dulu. biarkan Akbar rehat dulu dan menenangkan pikiran nya." Ucap Salim yang begitu mengenal Akbar.
"Oh iya maaf ya Kak," Balas Renata.
Akbar pun hanya bisa tersenyum kecil, lalu merekw bertiga pun ke kamar vip dimana kini Riska sudah terbaring tenang di ruangan itu.
"Ris" Sapa Akbar dengan lirih lalu menghampiri Riska.
Tidak lama dari itu, Renata dan Salim pun ikut masuk ke dalam ruangan dan menemani Akbar yang tengah duduk di samping Riska sambil mengelus tangan Riska.
"Kasian Kak Akbar." Ucap Renata lalu menatap Salim dengan sedih.
"Memang sudah begini jalan nya sayang, kita hanya bisa menjalankan nya dengan ikhlas dan menerima nya." Balas Salim lalu meraih Renata untuk bersandar di dada nya.
Lalu Renata pun bersandar di dada Salim. sedangkan Akbar kembali meneteskan air mata nya dan mengelus rambut Riska.
"Tolong maafkan gua Ris, gua mohon buka mata lu." Ucap Akbar dalam batin nya.
Namun Riska masih tidak merespon nya. hingga tanpa semua orang tau, kini Riska tengah berada di alam lain. dimana banyak sekali kupu-kupu indah dan juga anak harimau yang tengah mengejar kupu-kupu.
"Kenapa ada harimau, tapi kenapa juga ada kupu-kupu?. harimau itu pun sangat lucu tidak ganas seperti pada kebanyakan harimau yang aku jumpa." Ucap Riska yang penuh tanya.
Lalu terdengar suara laki-laki yang kemudian menghampiri Riska yang tengah memperhatikan anak harimau dan kupu-kupu itu.
"Karena tidak selamanya harimau itu ganas Kak, bahkan siapa yang tau kalau anak harimau pun bisa akur dengan hewan lain nya yang tidak buas." Ucap seorang Pria lalu mengelus pundak Riska.
"Hah, lu siapa?" Tanya Riska lalu membalikkan tubuh nya.
__ADS_1
Kemudian Pria itu pun tersenyum dan mengelus pipi Riska yang mungil di tangan nya. sedangkan Riska, dia meneteskan air mata ketika menatap mata indah yang tidak asing bagi nya.
"Ehm, kamu kenapa menangis Dek?. dan mengapa kamu ada di sini?" Tanya Pria itu.
"Kim, kenapa kamu ada di sini juga?" Tanya balik Riska yang masih meneteskan air mata.
"Ini rumah baru ku Dek, dan kamu harusnya tidak berada di sini. belum waktu nya kamu tinggal di sini dengan ku dan yang lainnya." Jawab Pria yang kita sebut saja Gunawan sambil mengusap air mata Riska.
"Ehm.. aku sedih Bang, kenapa Suami ku tidak mau menerima kehadiran ku, dan kenapa aku tidak pernah di perlakukan lembut oleh nya. aku merasa bingung, apa salah ku sebenar nya?." Ucap Riska.
Lalu Gunawan pun memeluk Riska dan mengelus punggung nya. setelah itu, dia pun mulai menjawab pertanyaan Riska dengan tenang.
"Dek, mungkin Suami mu masih tidak bisa menerima kamu sekarang, tapi aku yakin pasti perlahan dia pun akan merima kamu. dan kini ia kasar pasti ada alasan Dek, tidak mungkin Suami Adek kasar tiba-tiba bukan?." Jawab Kim sambil bertanya kembali.
"Sebenarnya, Suami ku memang tidak mencintai ku Kak. karena dia bilang sendiri kalau dia menikahi aku hanya karena ingin mewujudkan impian Bunda, bukan atas dasar cinta." Ucap Riska yang perlahan tersenyum.
Lalu Gunawan pun semakin memeluk erat Riska karena ia tau betapa sedih nya Riska sekarang. setelah itu, Gunawan pun melepas pelukan nya dan merapihkan rambut Riska.
"Dek, mau ikut Abang gak?" Tanya Gunawan.
"Kemana?" Balik tanya Riska.
"Baiklah, aku akan mewujudkan nya." Balas Riska.
Lalu Gunawan pun menggendong Riska ala bridal style dan membawa nya pergi ke sebuah tempat lewat cahaya terang yang menuntun jalan mereka.
Dan tidak lama kemudian, mereka pun sampai di sebuah sungai yang indah. dan ada kasur di tengah-tengah sungai dan air terjun itu.
"Indah sekali Bang." Ucap Riska yang terpukau.
"Ya begitulah. oh ya, kamu baring lah sejenak di kasur itu Dek." Titah Gunawan
"Untuk apa?" Tanya Riska.
"Nanti juga kamu tau." Jawab Gunawan
Lalu Riska pun berbaring di atas kasur, yang kemudian Gunawan duduk di samping Riska yang sudah terbaring tenang.
"Dalam pernikahan, kita harus bisa mempertahankan hubungan satu sama lain Dek, dan dalam pernikahan juga, kita harus bisa saling menjaga, menerima dan setia sesama pasangan." Ucap Gunawan sambil memainkan jari Riska.
__ADS_1
"Aku tau Dek, dan aku pasti akan mencoba semua itu." Balas Riska.
"Ehm.. coba kamu tutup mata sekarang." Titah Gunawan
Lalu Riska pun menutup mata nya. sedangkan Gunawan hanya menatap wajah Riska yang ia sangat rindukan.
"Apa yang kamu dengar?" Tanya Gunawan.
"Aku mendengar tangisan." Jawab Riska.
"Coba kamu dengar baik-baik Kak." Titah Gunawan.
Dan Riska pun kembali fokus pada suara itu, hingga akhirnya terdengar suara Akbar yang semakin jelas berkumandang memanggil Riska dengan tulus.
"Apa yang kamu dengar Dek?" Tanya Gunawan lagi.
"Akbar" Jawab Riska lalu membuka matanya dan duduk.
"Ya kamu benar, Suami mu tengah memanggilmu untuk kembali Dek, ayo temui dia dan saling meminta maaf. karena ini belum saat nya kamu tinggal dengan kami" Ucap Gunawan
"Tapi Bang..." Ucap Riska yang tertahan oleh Gunawan yang membekap mulut Riska dengan pelan.
"Kembalilah Dek, aku bahagia ketika melihat mu bahagia, dan aku akan sangat-sangat gembira jika kamu juga gembira. maka kembalilah pada Suami mu dan berjanji pada ku kalau kalian akan bahagia bersama." Pinta Gunawan.
Kemudian, Riska pun menepis tangan Gunawan dan memeluk nya. setelah itu dia pun mencium pucuk kepala Gunawan dan menghilang menjadi cahaya.
"Aku mencintaimu Dek" Ucap lirih Gunawan dan hilang juga menjadi cahaya.
Bersambung
sebelum nya kan ku kasih tau siapa lah Gunawan ini ya.
Gunawan Saputra adalah Kakak sepupu Riska yang tinggal di luar kota semasa hidup nya dia dekat dengan Riska dan sama-sama menjalankan hidup dengan penyakit yang di derita masing-masing.
Mereka saling menyemangati dan mencoba untuk saling melengkapi. hingga akhirnya Gunawan pun harus pergi mendahului Riska sebelum impian kecil nya terwujud.
_Terimakasih waktu, karena mu ku dapat belajar. dan terimakasih penyakit, karena mu ku jadi wanita tanggung. so terimakasih sayang, kini hanya kamu dan Mom yang aku punya, tetap semangat. bangkit selalu Ar kamu bisa_
__ADS_1
_Ar29_🤗