Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Terimakasih Suami ku


__ADS_3

Setelah lama Akbar mengemudi, akhir nya mereka pun sampai si sebuah gedung kecil dan Riska pun turun dari mobil dengan kebingungan.


"Ini dimana Akbar?" Tanya Riska.


"Ya tempat yang gua janjikan. masuklah ada sebuah kejutan di dalam.


" Jawab Akbar.


Lalu Riska pun langsung masuk ke dalam gedung dan di kunci oleh Akbar dari luar.


Dan Riska pun memukul-mukul pintu dan berteriak histeris saat melihat banyak nya orang tengah di tewaskan di dalam gedung itu.


"Akbar!!, buka pintu nya please aku mencintai mu. aku ingin hidup dengan mu sebentar saja dan mati tidak dengan cara ini. kumohon!!" Teriak Riska.


Namun Akbar hanya diam saja dan tertawa, hingga suara Riska pun hilang tanpa ada lagi teriakan.


Lalu setelah itu, Akbar yang panik pun langsung membuka pintu. dan terlihatlah Riska sudah di kerumuni suruhan Akbar dan di berikan obat hangat di dekat hidung Riska agar mudah terhirup.


"Kenapa bisa begini hah!, gua kan hanua minta kalian takut-takuti dia bukan malah membuatnya pingsan!" Teriak Akbar.


"Ma.. af Tuan, Nona muda tiba-tiba pingsan begitu saja." Balas salah satu suruhan Akbar.


"Hadeh!" Teriak Akbar lalu menggendong Riska ke dalam mobil.


Lalu Akbar pun langsung tancap gas ke sebuah apartement dan setelah sampai ia pun langsung membaringkan Riska di kasur sebuah kamar.


"Ris bangun Ris." Ucap Akbar.


Dan tidak lama kemudian, Riska pun membuka mata nya dan langsung meremas jari jemari Akbar.


"Papah.." Ucap Riska.


"Tidak ada Pak Laurent, tapi gua ada Ris." Balas Akbar lalu menggenggam tangan Riska.


"Akbar, ehm.. maaf aku merepotkan kamu lagi." Ucap Riska lalu duduk dan bersandar.


"Tidak Ris." Balas Akbar.


"Maaf juga aku tadi sepertinya mimpi buruk. apa kita sudah sampai?" Tanya Riska yang tiba-tiba tidak ingat apa-apa.


"Kenapa lu seperti lupa Ris?, ada apa sebenar nya dengan lu." Ucap batin Akbar.

__ADS_1


"Akbar, kita dimana?." Tanya Riska memecahkan lamunan Akbar.


"Di apartement, oh ya gua minta maaf ya." Ucap Akbar.


"Tidak apa-apa kok Bar, lagian apartement nya bagus kok. kamu tidak perlu meminta maaf." Balas Riska.


"Oh iya, ini obat lu di minum dulu." Ucap Akbar.


Lalu Riska pun meminum obat nya dan perlahan berbaring lagi. dan setelah itu, Akbar pun mengecup kening nya dan pergi meninggalkan Riska menuju dapur untuk masak.


Sedangkan Riska yang salting (salah tingkah) karena kecupan Akbar pun hanya bisa tersenyum lebar.


Next cerita..


Kini Akbar sudah kembali lagi ke kamar membawa dua porsi steak daging dan juga kentang rebus. setelah itu dia pun menyuapi Riska baru makan setelah Riska menghabiskan makan nya.


Lalu Akbar yang memang dingin pun langsung beranjak lagi ke dapur dan membiarkan Riska kembali istirhat di kamar.


Hingga waktu pun tidak terasa semakin larut. dan kini Akbar tengah berkumpul dengan kawan-kawan nya yang entah dari siapa mereka tau kebaradaan Riska dan Akbar saat ini.


Lalu Akbar pun berbincang dengan kawan-kawan nya dengan asik. namun akhirnya keasikan itu menjadi sebuah kesunyian ketika salah satu Teman Akbar memberitau sesuatu.


"Kalau Wanita jal*ng, ya gua pinjam lah beberapa jam buat memua*skan gua haha." Sambung nya.


"Lu kalau ngomong bisa di jaga tidak?, dia Istri gua dan lu jangan merendahkan nya begitu saja." Jawab Akbar dengan tegas.


"Oh Istri lu, gua kira cuma nikah kontrak. lagian lu juga beruntung si dapat dia, sudah cantik, baik, sexy dan suka main di clube lagi haha." Ucap salah satu teman nya.


"Maksud lu apa si dari tadi menyudutkan Istri gau teus!" Bentak Akbar.


Lalu teman-teman nya pun memberitahu foto Riska yang tersebar luas tengah jalan dengan Pria, bahkan sampai tidur dengan Pria.


"Bangs*t!, balik lu semua!" Usir Akbar.


"Oke lu usir kita, tapi inget ya Bar. suatu hari nanti pasti Istri lu akan membawa petaka untuk lu." Balas salah satu Teman Akbr lalu pergi.


Lalu Akbar yang sudah terpancing emosi pun segera menghubungi Salim untuk mencari info mengenai foto itu. dan setelah itu, Akbar pun langsung menaiki tangga dan menghampiri Riska yang kebetulan hendak pergi keluar.


"Masuk lu parasit!" Bentak Akbar.


"Ada apa ini Bar?" Tanya Riska.

__ADS_1


"Apa maksudnya foto ini hah!." Tanya Akbar sambil membentak.


Lalu Riska pun melihat gambar itu dan mencoba menjelaskan nya. setelah itu Riska pun angkat suara sedikit untuk klarifikasi.


"Foto itu sudah lama ku ambil, tapi maaf sekali tempat dan sedang melakukan apa itu di sana semua fitnah Bar, gua memang minum tapi gua tidak punya pria manapun dengan faras seperti ini, sedangkan foto pulg*r ini hanya editan." Ucap Riska.


"Oke kalau lu masih suci, ayo gua akan tunjukkan seberapa suci lu malam ini." Balas Akbar lalu segera menarik Riska dan mendorong nya ke kasur.


Lalu Akbar yang kepalang emosi pun langsung melucuti tubuh Riska dan mengikat kedua tangan nya dengan kain panjang.


Dan tanpa basa-basi, Akbar pun langsung memasukkan junior nya ke dalam lembah rawa tanpa mendengar Riska yang terus memohon karena tidak siap melakukan nya.


"Ach!!, sakit Akbar." Ringis Riska.


"Tidak usah akting Ris, gua tau lu itu tidak mungkin kesakitan." Balas Akbar yang tidak mempedulikan Riska.


Lalu karena Riska terus memberontak, akhir nya Akbar pun terpaksa menampar Riska hingga dia terdiam.


"Diam juga lu, apa permainan gua ini masih belum cukup memuaskan mu hah!," Tanya Akbar.


"Ach.. Ehmstt.." Suara des*h Riska dengan ringisan tanpa menjawab pertanyaan Akbar.


"Baiklah, gua akan memberikan lebih dari ini!" Ucap Akbar lalu menggoyangkan pinggang nya semakin kencang.


"Aagh.. Bar jangan kencang-kencang." Ucap Riska.


Namun Akbar yang sudah kepalang emosi pun hanya mengikuti emosi nya. hingga beberapa jam kemudian, junior Akbar pun berhasil menyemburkan larva pada lembah rawa itu.


Hingga dia pun tetidur pulas di samping Riska. sedangkan Riska langsung beranjak dan meminum vitamin untuk menambah stamina nya.


Lalu Riska pun berbisik pada Akbar "terimakasih Suami ku." Bisik Riska lalu tidur di samping Akbar.


Setelah itu, mereka pun terlelap tidur karena capek nya bergulat ria di kasur hehe..


bersambung..


^^^_Cinta itu tidak perlu di balas, karena melihat mu bahagia, tersenyum, tertawa, itu sudah lebih dari cukup di banding harus memaksakan mu hanya untuk mencintai ku_^^^


^^^-Ar'30 Januari 2022^^^


Oke segitu saja episode hari ini, bila ada tyfing mohon koreksi nya hehe, jangan lupa like, koment, saran, rate, vote dan gift ya hehe.

__ADS_1


__ADS_2