
Tidak lama kemudian, Renata pun masuk ke ruangan bersama Dokter yang sebelum nya Akbar panggil.
Lalu Dokter segera memeriksa kondisi Riska yang tiba-tiba pingsan.
"Bagaimana kondisi istri saya Dok?." Tanya Akbar.
"Anda tidak perlu khawatir Tuan, Nona muda hanya mengalami dehidrasi dan kecapek'an saja." Jawab Dokter.
"Syukurlah kalau begitu, terimakasih ya Dok." Ucap Akbar.
"Sama-sama, kalau begitu saya pamit kembali ke klinik ya Tuan muda." Balas Dokter.
Kemudian Akbar pun mengangguk dan menyuruh Renata mengantar Dokter itu keluar ruangan nya. lalu Renata pun menjalankan tugas nya dan mengoper tugas selanjutnya pada Salim.
"Sayang, tolong antar Dokter ke klinik ya." Titah Renata sambil tersenyum.
"Iya sayang, mari Dok." Ajak Salim.
Lalu Dokter pun kembali ke klinik di antar Salim. sedangkan Renata kembali ke ruangan Akbar untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kak tolong jawab aku, Kak Riska kenapa?." Tanya Renata.
"Sebelumnya kamu pasti sudah tau kan karena Riska juga sudah izin pada mu akan kemana?." Balik tanya Akbar.
"Iya Kak, tapi aku tidak tau apa yang di lakukan Kak Riska hingga ia menjadi drop seperti ini Kak." Jawab Renata.
"Ehm.. Sesuatu yang di lakukan dengan mempertaruhkan nyawa, pasti akan ada konsekuesi nya. but, kamu gak usah khawatir, Riska itu wanita kuat dan tidak akan semudah itu tumbang hanya karena satu beban." Ucap Akbar sambil mengelus pipi Riska.
"Aamiin, tolong jaga Kak Riska ya, aku tidak mau kehilangan Kakak ku." Balas Renata.
Kemudian setelah berbincang, Renata pun keluar dari ruangan Akbar. lalu ia menghampiri Salim yang sudah kembali ke dalam kantor.
"Kamu pasti mau tanya kenapa Riska down?." Tanya Salim.
"Iya sayank, apa yang sebenar nya terjadi." Jawab Renata.
"Riska hanya menjalankan tugas dari Tuan Laurent sebagai bentuk bakti pada nya. dan aku baru saja membaca berita, bahwa Rabella di temukan pingsan dengan penuh darah namun luka nya sudah di jahit rapih tanpa celah." Tutur Salim.
__ADS_1
"Kamu serius?, lalu sekarang bagaimana keadaan Rabella?." Tanya Renata yang sedikit panik.
"Rabella baik-baik saja, semua penjaga di rumah nya pun aman. dan aku yakin, pasti Riska terlihat dalam insiden Rabella." Jawab Salim.
"Apa kamu yakin kalau Kak Riska bisa melakukan semua itu tanpa bantuan sayang?, bukankah itu hal yang mustahil." Ucap Renata.
"Riska itu seorang mafia, dia juga petarung terbaik dari MMA, dan aku yakin pasti dia bisa melakukan semua itu tanpa bantuan siapa-siapa." Balas Salim.
Lalu Renata yang mendengar penuturan Salim pun seketika terdiam setelah mendengar penuturan Salim yang membuatnya merinding.
"Kenapa?, kamu takut dengan Riska?." Tanya Salim.
"Ehm.. ti.. tidak sayang." Jawab Renata yang sedikit gugup.
"Kamu tidak usah takut dengan Riska, dia tidak akan menyakiti selagi kita juga tidak mengusik ketenangan nya. dan kamu juga jangan khwatir tentang dia akan di ketahui jejak nya oleh polisi atau tidak, karena seorang mafia terlatih tidak akan mudah di tebak surpries nya." Tutur Salim yang kemudian mengelus pipi Renata.
Setelah Salim menjelaskan banyak hal pada Renata, ia pun mengantar Renata ke ruangan nya. setelah itu, Salim mengetuk ruangan Akbar yang kemudian langsung di buka oleh Akbar.
"Kenapa?." Tanya Akbar dengan dingin.
"Bagaimana keadaan Riska?." Tanya balik Salim.
Kemudian, Salim pun menerima arahan Akbar dan masuk ke dalam ruangan Akbar. dan setelah itu Salim duduk di kursi, sedangkan Akbar duduk di meja dengan sedikit menekuk wajah nya.
"Lu kenapa Bar?, lu marah dengan Riska hah?." Tanya Salim.
"Iya Lim, bagaimana bisa dia menjalankan misi yang berhubungan dengan Rabella tanpa seizin gua." Jawab Akbar.
"Karena jika dia izin lu, maka tugas nya tidak akan selesai semudah sekarang ia sudah menghukum Rabella dengan sebaik mungkin." Ucap Salim sambil menatap Akbar.
"Ehm.. ya gua akui lah kalau gua masih menyimpan rasa dengan nya, tapi kan tetap saja gua suami nya." Balas Akbar yang sedikit kesal.
"Kalau memang lu suami nya, kenapa lu masih mencintai orang lain hah?, sedangkan lu sudah mempunyai seorang istri." Ucap Salim.
"Gua tau gua salah Lim, dan gua juga sudah berusaha melupakan dia. gua baru sadar kalau selama ini gua sudah mencintai wanita yang salah." Balas Akbar.
"Sudah begini saja lu baru sadar bod*h, sudahlah sebaiknya lu fokus keluarga lu karena nyawa mereka semua ada di tangan lu, paham." Tegas Salim memperingati Akbar.
__ADS_1
Setelah itu Akbar pun menghampiri Riska kembali dan terus mengelus rambut pirang nya. namun di sisi lain, Rabella yang tengah di rumah sakit pun baru saja siuman.
"Ehm.. gua masih hidup kan??." Tanya dia pada diri sendiri.
"Dimana gua sekarang??." Sambung Rabella sambil melihat seisi kamar rumah sakit.
"Tenang Bu, anda sedang di rumah sakit." Jawab suster.
"Syukurlah, ehm.." Ucap Rabella sambil mengingat kembali kejadian sebelum nya.
Lalu setelah ia benar-benar ingat, Rabella pun bertanya pada Suster siapa yang membawa nya ke rumah sakit sedangkan semua penjaga maupun pelayan nya itu pingsan.
"Sus, siapa yang membawa saya ke rumah sakit?." Tanya Rabella.
"Tidak ada Bu, hanya saja kami mendapat panggilan telepon entah dari siapa yang pasti seseorang itu memanggil ambulance untuk anda." Jawab Suster.
"Apakah dia perempuan?." Tanya Rabella lagi.
"Iya dia perempuan, baiklah Bu, saya permisi dulu." Jawab Suster yang kemudian pergi dari hadapan Rabella.
"Ehm.. jika memang dia ingin membunuh gua, kenapa dia menolong gua. ehm.. apa jangan-jangan dia hanya ingin menghancurkan gua dan membuat image gua jatuh di hadapan Akbar." Pikir Rabella dalam batin.
Hingga Rabella yang terus berpikir pun merasa sangatlah heran sehingga ia memutuskan untuk menyusun rencana kembali walau secara mendadak.
..."Pembalap Itu Istriku"...
Beberapa hari setelah kejadian..
Terlihatlah sosok Riska yang begitu berbeda, dimana dia kini lebih peminim dengan dress indah yang dari hari ke hari membuat wajah nya terlihat lebih segar.
Hingga cinta Akbar kini semakin besar pada Riska, apalagi sifat Riska kini mulailah lebih anggun dari sebelum nya. walau hobby nya masih tetap sama yang pasti membuat Akbar kadang badmood dan over thinking.
Bersambung..
Kira-kira, bagaimana ya kelanjutan dari kisah Akbar dan Riska?, ya simak di next episode ya.
Oh ya, Othor minta maaf ya karena lama banget up nya, soalnya Othor nya lagi renov rumah. doakan ya semoga renov rumah nya cepat selesai, agar othor bisa kembali aktivitas up novel seperti biasanya.
__ADS_1
See you gaes..