Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Welcome Aidha Akbar Pratama


__ADS_3

Setelah Akbar meng'adzani bayi nya, ia pun menaruh bayi itu di samping Riska. lalu mengelus rambut nya kembali dengan lembut.


"Bee, terimakasih ya sudah berjuang untuk bayi kita." Ucap Akbar.


"Sama-sama Bee." Balas Riska sambil tersenyum.


Dan setelah Riska melewati semua itu, bayo mereka pun di bawa ke ruangan nya bersama bayi-bayi para pasien di rumah sakit itu. sedangkan Riska kini di temani Akbar di ruangan rawat inap.


Namun Riska hanya menggenggam tangan Akbar sambil menatap Akbar tanpa berkata sedikit pun. akan tetapi Akbar yang mengerti Riska pun mengecup tangan nya dan tersenyum.


"Aku tau kok apa yang sedang kamu pikirkan. kamu jangan khawatir ya Bee, aku tidak akan meninggalkan kamu di saat kondisi mu belum sepenuhnya pulih dan dapat beraktivitas dengan baik." Ucap Akbar sambil mengelus pipi Riska.


"Kamu yakin?." Tanya Riska lagi.


"Aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu." Jawab Akbar sambil tersenyum.


Lalu Riska pun tersenyum karena ia melihat kejujuran di mata Akbar. dan tidak berselang lama, Bunda Dele, Tuan Laurent, Galuh dan Kresna pun masuk ke dalam ruangan rawat inap Riska untuk melihat keadaan Riska.


"Bagaimana kondisi mu sayang?." Tanya Bunda Dele sambil mengelus rambut Riska.


"Jauh lebih baik Bunda, terimakasih sudah menemaniku sampai Akbar tiba di rumah sakit." Jawab Riska.


"Sudah tugas Bunda sayang, dan Bunda sangat senang karena kamu dapat melewati semua ini walau sempat membuat Bunda khawatir." Ucap Bunda Dele.


"Maaf Bunda, hehe." Balas Riska.


"Del gantian dong." Ucap Tuan Laurent sambil menarik tangan Bunda Dele.


"Sabar dong haish.." Balas Bunda Dele sambil melangkah ke belakang Tuan Laurent.


Dan setelah Bunda Dele berganti posisi dengan Tuan Laurent, ia pun mengecup pucuk kepala Riska dan mengelus rambut putri kesayangan nya itu.


"Selamat ya sayang, kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu." Ucap Tuan Laurent.


"Terimakasih Papah, dan kini kamu pun sudah menjadi seorang Opah hehe." Balas Riska sambil tertawa kecil.


"Tapi Papah menolak tua hehe." Ucap Tuan Laurent sambil tertawa untuk menghibur Riska.


"Ah Papah kebiasaan deh menolak tua terus, kan Papah memang sudah tua. buktinya rambut Papah sudah menjadi putih sedikit dan tidak hitam lagi hehe." Ejek Riska.


"Hailih kebiasaan suka meledek Papah ya." Balas Tuan Laurent sambil mencubit pipi cubby Riska.


"Aduh sakit tau.." Pekik Riska sambil memegangi pipi nya yang merah akibat cubitan itu.


"Ih Om kebiasaan deh, masih saja gemas sama Riska, dia kan sudah besar Om." Celetuk Kresna.


"Hailih kalian ini ya sama nya tidak bisa di ajak becanda. ah sudahlah nih gantian Res." Ucap Tuan Laurent yang kemudian melangkah menghampiri Bunda Dele.

__ADS_1


Lalu Kresna dan Galuh secara bersamaan menghampiri Riska. kemudian Galuh memberikan satu bucket bunga yang sebelumnya ia pesan lewat Pak Nasik. sedangkan Kresna membawa kotak musik kecil yang memang kesukaan Riska saat dalam sunyi.


"Selamat ya Adik gua yang cantik namun dudul, sekarang lu sudah resmi menjadi seorang ibu. pesan gua, jaga diri baik-baik dan juga jaga bayi lu oke. so Akbar, tolong jaga anak dan istri lu, jangan sampai gua dengar ada keributan lagi karena jika gua dengar maka Riska akan gua bawa pulang ke rumah Om Laurent." Ancam Kresna.


"Hais lu bisa tidak ngancam sehari kan Res?, astoge ngancam mulu kerjaan lu dah." Balas Akbar.


"Bukan gitu Bar, gua kan mau memastikan kalau Adik gua baik-baik saja." Ucap Kresna.


"Lu tenang saja, gua janji akan menjaga istri dan anak gua kok." Balas Akbar.


"Baguslah kalau begitu. ehm.. ini buat lu." Ucap Kresna sambil memberikan kotak musik kecil untuk Riska.


"Hehe masih ingat saja barang kesukaan gua, thanks ya Res." Ucap Riska.


Kemudian Kresna hanya tersenyum lalu berganti posisi dengan Galuh yang kini berada lebih dekat di samping Riska, wanita idaman nya yang memang tidak bisa dia miliki.


"Selamat ya Ris, ini buat lu." Ucap Galuh sambil memberikan satu bucket bunga mawar kesukaan Riska.


"Thanks Galuh." Balas Riska.


Dan tanpa berlama-lama, ia pun menjauhi Riska karena tidak ingin melukai perasaan Akbar yang memang mudah cemburu dan besar ego nya.


^^^"Pembalap Itu Istri Ku"^^^


Singkat cerita...


"Bee, kira-kira apa ya nama yang cocok untuk Akbar junior ini?." Tanya Akbar sambil mengelus pipi bayi kecil nya itu.


"Ehm.. mungkin Adinda." Jawab Riska.


"Terlalu banyak yang namanya Adinda Bee." Ucap Akbar.


"Lalu apa dong?." Tanya Riska.


"Ehm... Aidha?." Jawab Akbar yang masih berpikir.


"Aidha Akbar Pratama." Sambung Riska.


"Ide yang bagus Bee." Balas Akbar sambil tersenyum.


"Jadi Aidha Akbar Pratama?." Tanya Riska lagi untuk memastikan.


"Yes, dan mulai sekarang Akbar junior kita akan di beri nama Aidha Akbar Pratama, dan semua orang akan mengenal nya sebagai Aidha." Jawab Akbar sambil menjelaskan.


"Welcome Aidha Akbar Pratama." Ucap Riska sambil tersenyum bahagia setelah Akbar menyebutkan nama Akbar junior.


Kemudian Riska dan Akbar pun menyatukan kepala nya lalu menunduk dan mengelus Aidha yang tengah menyusu dengan lahap.

__ADS_1


Namun di tengah kebahagiaan Riska dan Akbar, Rabella pun melancarkan rencana nya untuk merebut Akbar kembali pada pelukan nya.


"Dan gua yakin, setelah ini pasti Akbar benar-benar akan menjadi milik gua." Ucap Rabella pada dirinya sendiri.


"Kalian lalukanlah apa yang sudah gua perintahkan sesuai rencana sebelum nya." Titah Rabella pada suruhan nya.


Hingga malam hari tiba..


Ketika semua orang tengah tertidur, begitu juga Riska dan Akbar. suruhan Rabella pun menyusup ke kamar mereka melalui jendela balkon.


Lalu mengambil Aidha diam-diam. namun Riska yang memang telinga nya tajam pun membuka matanya dan langsung melihat ke arah dua orang penyusup itu.


"Hey!, mau di bawa kemana bayi gua!." Teriak Riska yang kemudian beranjak dari tempat tidur nya.


"Hah?, kenapa Bee?." Tanya Akbar.


"Aidha di culik!." Teriak Riska yang langsung melangkah cepat melupakan rasa sakit di area sensitip nya.


Lalu Akbar yang refleks bangun dari kasur pun lantas dengan cepat mengambil pistol nya dari dalam laci. kemudian ia pun berlari secepat mungkin dan langsung menodongkan pistol ke kepala salah satu penyusup itu.


"Lu pikir bisa dengan mudah hah menculik bayi gua?." Ucap Akbar dengan dingin sambil mengencangkan cengkraman nya pada kerah baju salah satu penyusup itu.


"Kembalikan bayi gua." Ucap Riska yang masih mencoba melangkah menghampiri Akbar dan penyusup.


"Tidak semudah itu!." Teriak satu penyusup lainnya sambil mengambil paksa Aidha dan lari sekencang mungkin menuju balkon.


"Akbar!!, jangan biarkann


Dan balap lari dadakan pun tidak bisa di hindarkan oleh mereka. hingga saat Akbar hendak meraih belakang baju penyusup itu dan mengambil Aidha dari gendongan nya, salah satu penyusup lainnya pun mencoba menghampiri Akbar sambil bersiap menusukkan sebilah pisau kepada Akbar.


Namun Riska yang sigap pun segera memeluk Akbar dan tertusuk pisau tepat di punggung nya. akan tetapi karena Riska menghalangi Akbar, kini Akbar pun berhasil meraih belakang baju penyusup yang menggendong Aidha.


"Ambil Aidha dari nya Bee cepat." Ucap Riska yang mati rasa dengan tusukkan itu.


Lalu Akbar yang belum menyadari akan hal itu segera meraih Aidha dengan paksa dan mendorong salah satu penyusup itu sampai jatuh ke bawah dan mendarat dengan luka yang cukup menyakitkan.


Kemudian penyusup yang menusuk Riska pun menarik kembali sebilah pisau itu dan langsung menyusul kawan nya yang terluka menggunakan seutas tali yang sebelum nya ia pakai untuk memanjat ke kamar Riska dan Akbar.


"Aidha baik-baik saja kan Bee?." Tanya Riska.


"Iya Bee alhamdulillah." Jawab Akbar sambil berlutut dan mengelus pipi Aidha.


Namun di saat Akbar hendak membantu Riska berdiri, ia pun kaget karena punggung Riska mengalami pendarahan yang sangat banyak. hingga akhirnya..


Bersambung..


jangan lupa like, koment, Rate, vote or gift.. thanks gaes..

__ADS_1


__ADS_2