Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
kedatangan Aidha.


__ADS_3

"Minum dulu Ayank." Ucap Raihan sambil memberikan segelas air putih.


Lalu Riska pun meminum air putih itu sampai habis dan kembali membaringkan tubuh nya. setelah itu Raihan pun mengelus rambut Riska dengan lembut sambil mendekatkan hanphone ke telinga nya.


"Iya, periksa semua bagian termasuk cctv." Titah Raihan.


"Ayank kenapa wajah nya tegang sekali, semua baik-baik saja kan?." Tanya Riska sambil menatap Raihan.


"Semua baik-baik saja kok Ayank jangan banyak khawatir. sekarang Ayank istirahat dan jangan banyak pikiran. maaf ya aku merahasiakan semua ini dari Ayank." Jawab Raihan dengan sangat lembut.


Kemudian Riska menutup matanya sesaat sambil menggenggam terus tangan Raihan dengan sangat erat. sedangkan Reival yang sedari tadi menunggu Riska dan Raihan pun beranjak dari tempat duduk nya karena jenuh menunggu.


"Mama.. Papah.. ayo sarapan.." Teriak Reival sambil berlari menaiki anak tangga dengan cepat.


"Ma, Pah, ayolah kenapa lama sekali." Ucap Reival sambil mengetuk pintu kamar.


"Masuklah Rei." Balas Raihan.


Lalu Reival pun masuk ke dalam dan kaget melihat Riska yang masih terbaring lemas di temani Raihan.


"Loh Mama kenapa??." Tanya Reival sambil duduk di kasur dan menggenggam tangan Riska.


"Mama tidak apa-apa kok, kamu kenapa teriak-teriak hah?." Balik tanya Riska untuk mengalihkan pertanyaan Reival.


"Aku menunggu Mama dan Papah untuk sarapan, tapi Mama dan Papah lama banget, yaudah aku samperin deh. tau nya Mamah lagi kambuh." Jawab Reival.


"Maaf ya Mama dan Papah pasti membuat Val menunggu. yasudah yuk kita sarapan dulu ya." Ajak Riska yang kemudian duduk bersandar.


"Sudah jangan paksakan dulu. Ayank istirahat dulu, biar aku bawakan sarapannya nanti ke kamar ya kita makan di sini bersama." Ucap Raihan.


"Iya Mam, kita makan di sini saja bersama." Balas Reival.


Kemudian Raihan dan Reival pun ke ruang makan untuk mengambil menu pagi di bantu asisten rumah tangga mereka. lalu setelah sarapan siap di atas meja kamar, mereka bertiga pun sarapan bersama dengan cara sederhana.

__ADS_1


. . .....


Namun di saat moment bahagia itu berlangsung, tiba-tiba terdengar suara bel pintu yang langsung membuat salah satu asisten ruang tamu mereka mengetuk pintu kamar guna meminta izin Raihan dan Riska.


Setelah mendapat persetujuan, Asisten rumah tangga itu pun mempersilahkan tamu itu masuk ke dalam rumah dan pergi menyiapkan orange juice.


Lalu Reival pun menghentikan sarapannya yang baru beberapa suap. kemudian ia pergi meninggalkan sarapan bersama dan langsung turun ke bawah menuju ruang tamu.


"Lu siapa?, bertamu pagi-pagi buta." Tanya Reival tanpa basa-basi.


"Kakak." Ucap Aidha yang langsung memeluk Reival.


Lantas Reival pun kaget karena Aidha memeluk nya sambil menangis sesegukan. bahkan tangan dan wajah nya penuh memar.


"Ai.. kamu kenapa?, tangan dan wajah kamu luka seperti ini. kamu habis apa?." Tanya Reival yang panik sambil memegang kedua pipi Aidha.


"Mereka memukulku karena aku anak papah. aku tidak bisa melawan semua karena mereka banyak sekali." Jawab Aidha.


"Siapa mereka?." Tanya Reival dengan dingin.


"Aku akan membalas dia nanti, sekarang kita bertemu Mama dulu ya sekalian mengobati luka mu." Ajak Reival.


Kemudian Aidha pun pergi ke dalam kamar bersama Reival untuk menemui Raihan dan Riska yang sebelumnya Reival tinggal di dalam kamar untuk sarapan.


Namun di sisi lain, Akbar yang tadinya bahagia karena ia berpikir Riska sudah tau semua tentang rahasia Raihan kini berubah menjadi khawatir karena Aidha sudah tidak ada di kamar.


"Bibik... Aidha kemana!." Teriak Akbar.


"Maaf Tuan, Bibik tidak melihat Nona muda sedari pagi. terakhir Bibik melihatnya kemarin malam." Jawab Bik Imah.


"Cepat telepon Salim dan katakan aku tidak bisa masuk kerja dulu." Ucap Akbar.


"Memang nya Nona muda kemana Tuan?, kenapa Tuan panik?." Tanya Bik Imah sambil menekan nomor telepon Salim pada ttombol telepon rumah.

__ADS_1


"Aidha hilang Bik, tadi aku membuka kamar nya yang tidak terkunci. jadi sekarang aku mau mencarinya dulu.." Jawab Akbar yang langsung pergi.


"Oke Tuan hati-hati.., oh ya halo Tuan Salim, iya loh maaf Bibik mengganggu ya. Begini Tuan, Nona muda hilang, jadilah Tuan Akbar langsung pergi mencari dan izin tidak masuk kerja dulu." Ucap Bik Imah dengan logat nya.


"Baik Bik terimakasih, saya akan suruh Renata untuk menghandle tugas kantor dan menyusul Akbar." Balas Salim.


"Baik Tuan terimakasih." Ucap Bik Imah.


Dengan terburu-buru, Salim juga ikut pergi menyusul Akbar setelah mendapatkan share location dari Akbar .


....


Kembali pada Villa.


Kini Reival pun masuk sambil membawa Aidha ke hadapan Riska dan juga Raihan yang kebetulan sudah selesai makna dan tengah berbincang.


"Aidha.." Ucap Riska yang langsung beridiri menghampiri Aidha.


"Mah.." Balas Aidha yang langsung memeluknya.


"Loh kamu kok di sini?, kenapa nangis Nak?, apa Papah kamu menyakiti kamu?." Tanya Riska sambil mengelus rambut Aidha dengan lembut.


"Katakan saja Nak." Lanjut Raihan yang ikut menghampiri Aidha juga.


"Papah tidak melakukan apapun, bahkan dia tidak tau aku kabur dari rumah. aku hanya ingin menemui Mamah, namun ada musuh Papah menyerang ku tiba-tiba dan aku kalah jumlah." Jawab Aidha yang kemudian melepas pelukan nya.


"Aku tidak tau, kenapa Papah banyak memiliki musuh dan kenapa harus aku target nya. aku juga kesal karena Papah selalu melarang ku untuk menemui Mamah, maka dari itu ini jalan satu-satu nya." Lanjut Aidha.


"Nak, Papah kamu adalah salah satu pembisnis terbaik di kota ini. bahkan perusahaannya banyak memiliki cabang sehingga ia pasti di sibukkan dalam bekerja. Dan kamu, kamu adalah kelemahan Akbar karena saat ini ia hanya memiliki kamu. jadi wajar jika banyak pesaing yang ingin menghancurkan Papah kamu melalui Kamu Nak." Jelas Raihan sambil tersenyum dan tatapan hangat nya.


"Iya sayang, Papah Raihan benar. kamu adalah kekuatan Papah Akbar dan kamu juga adalah kelemahan nya. maka dari itu jangan pernah tinggalkan dia dan tetap jaga diri baik-baik ya sayang. bantu Papah juga di kantor ya, kan sekarang Aidha sudah besar." Sambung Riska sambil mengelus rambut Aidha.


Kemudian Aidha pun terdiam dan mencoba untuk menyerna setiap pendapat dan jawaban dari Riska maupun Raihan. hingga ia pun mendapatkan titik terang yaitu....

__ADS_1


Bersambung dulu deh ya gaes hehe...


__ADS_2