Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Hal terlarang


__ADS_3

Saat sampai di kamar, Riska merasa tidak bisa mengontrol emosi nya. bahkan tanpa berpikir dua kali, ia pun langsung membanting parfum yang baru saja ia beli.


"Prang!!!"


"Bee, jangan turuti emosi kamu." Ucap Akbar yang mencoba mendekat pada Riska.


"Jangan terlalu dekat Bee, aku masih tidak bisa mengontrol diri ku." Balas Riska dengan penuh penekanan dalam setiap kata nya.


"Ehm.. aku tau kamu bukan Bee, but siapapun kamu, tolong tenanglah agar bayi dalam kandungan istri ku itu baik-baik saja." Ucap Akbar yang terus menenangkan Riska.


Lalu karena ucapan Akbar, Riska pun kini mulai meredam emosi nya dan mencoba mengatur nafas nya yang sudah tidak bisa terkontrol dengan baik.


Dan setelah itu, Riska pun duduk bersandar di kasur sambil istighfar dalam hati nya. sedangkan Akbar, ia langsung membereskan pecahan kaca parfum yang berserakan lalu menghampiri Riska yang tengah stress karena melawan emosi nya.


"Kamu tidak apa-apa Bee?." Tanya Akbar sambil mengelus pipi Riska.


"Aku baik-baik saja, maafkan aku ya." Jawab Riska dengan penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa Bee, tapi jangan seperti ini lagi. aku sangat khawatir dengan keadaan mu dan calon bayi kita." Ucap Akbar sambil menenangkan Riska.


"Maaf Bee, aku tidak bisa mengontrol emosi ku. dan telah gagal menjaga bayi kita." Pekik Riska.


"Kamu tidak gagal Bee, kamu wanita hebat aku percaya itu. sekarang, kamu istirahat dulu ya." Balas Akbar dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Lantas setelah itu, Riska pun memejamkan mata nya di pelukan Akbar yang kini tengah berbaring dengan nya di atas kasur kamar mereka.


Namun di sisi lain, Rabella yang sudah mendapatkan kabar mengenai kematian Aura. ia merasa sangat geram bahkan karena rasa geram nya itu, ia segera menemui Galuh yang ternyata tengah di tidur dengan seorang wanita j*lang.


"Kenapa lu datang tidak mengetuk pintu dulu Bel?." Tanya Galuh sambil mengancingkan kemeja nya.


"Ehm.. maaf gua ganggu lu ya." Jawab Rabella.


"Lu tidak menganggu gua, tapi alangkah baik nya ketika berkunjung ke rumah orang itu, ketuk dulu pintu nya oke." Ucap Galuh sambil menoel hidung Rabella dan memberikan segepok uang pada wanita j*lang itu.


"Terimakasih Tuan, permisi." Ucap wanita itu lalu pergi dari hadapan Rabella.

__ADS_1


Namun ketika wanita itu sudah pergi, Rabella pun menekuk wajah nya seolah ia tengah cemburu pada Galuh. bahkan saat Galuh ingin mendekat pun ia langsung merasa bad mood.


"Kenapa Bel?, kok tidak senang gitu?." Tanya Galuh.


"Tidak apa-apa kok." Jawab Rabella.


"Apa lu mulai suka sama gua hah?." Tanya Galuh yang sedikit meledek.


"Mana mungkin gua suka sama lu." Jawab Rabella dengan wajah sewot nya.


Lalu di saat Rabella membelakangi Galuh, Ia pun merasakan ada sentuhan tangan kekar yang melingkar di perut nya. hingga Rabella yang kaget pun langsung membalikkan tubuh nya.


Sontak di saat Galuh menatap mata Rabella dan mencium bibir nya, ia pun merasakan sensasi yang sama ketika ia tengah bermanja dengan Akbar kala itu.


"Ehm.. muach, lu ini kenapa Bel?. datang kesini tidak bilang dan selalu merasa tidak suka jika gua dengan wanita lain." Tanya Galuh yang masih menatap Rabella.


"Dan lu kenapa mencium gua dan selalu merayu gua hah?." Tanya balik Rabella.


"Haha, ya kalau lu menikmati permainan gua, kenapa gua harus menghentikan semua nya?. lagi pula kita sama-sama jomblo, jadi tidak ada yang akan marah bukan?." Jawab Galuh sambil tertawa kecil.


"Bukankah ini bukan kali pertama lu berciuman? dan bukan kali pertamanya lu bercumbu juga kan?." Tanya Galuh.


"I.. iya, tapi tetap saja gua tidak biasa Gal." Jawab Rabella yang mulai merasa mati kata.


"Ehm.. baiklah kita buka topik baru saja, dari pada lu mati kata haha." Ucap Galuh.


"Ish.. apa si." Balas Rabella.


"Ada apa lu kesini?." Tanya Galuh yang mulai serius kembali.


"Aura mati Gal. dia mati karena di lemparkan pisau hingga tembus ke tengkuk nya oleh Riska." Jawab Rabella.


"Bagaimana bisa Riska melakukan semua itu?." Tanya Galuh yang masih terlihat santai dengan kabar itu.


"Karena ia mau mengacaukan acara Riska dan Akbar, namun ia harus di hentikan oleh Riska yang terbakar emosi." Jawab Rabella.

__ADS_1


"Lantas, apa lu juga tetap berisi keras mau mengambil Akbar dari Riska?. apa lu mau berakhir seperti Aura juga dengan mengambil apa yang bukan milik lu, lalu mati bergitu saja?." Tanya Galuh.


"Ya jelas tidak lah Gal. tapi setidaknya kalau memang cara gua berhasil, Riska juga akan menjadi milik lu bukan?. dan kita sama-sama untung." Jawab Rabella.


"Oke kalau lu masih berisi keras, silahkan berusaha dengan rencana lu. tapi gua, tetap akan melakukan hal yang sudah gua rencanakan tanpa bantuan lu. dan gua mau, lu tidak ikut campur dalam rencana gua." Pinta Galuh.


"Gua tidak peduli lu mau bertindak seperti apa Gal. yang pasti gua mau Akbar sepenuh nya dengan segala kemewahan nya." Balas Rabella yang tetap keras kepala dengan keputusan nya.


"Baiklah" Ucap Galuh lalu mengambil handuk nya.


"Loh, lu mau ngapain?." Tanya Rabella yang masih merasa aneh dengan Galuh.


"Ya gua mau mandi Bel." Jawab Galuh.


"Oh, kirain mau kemana. yasudah kalau memang lu mau mandi, gua cabut dulu saja ya." Ucap Rabella.


"Haha tidak semudah itu Bel. lu kan sudah masuk tanpa izin, jadi ya minimal temani gua dulu baru lu pulang." Balas Galuh.


Lalu Rabella yang kala itu sedang ga**h pun mengikuti kemauan Galuh. namun sebelum itu, mereka pun mabuk bersama. kemudian, Rabella dan Galuh pun melanjutkan nya dengan melakukan hal terlarang sebelum menikah.


"Ini bukan yang pertama kali kan Bel?. Tanya Galuh.


"Ya Gal, sebelum nya gua juga pernah melakukan nya." Jawab Rabella sambil meremas punggung Galuh.


"Ehm.. lu pernah melakukan nya dengan siapa saja, ach.." Tanya Galuh di barengi des*han yang tidak tertahan kan.


"Sudah tiga kali, ya salah satu nya dengan Akbar.. ehm, pelan-pelan." Jawab Rabella dengan des*han manja nya.


"Haha, ternyata dia juga pernah melakukannya dengan lu, pantas saja lu tidak mau lepas dengan nya." Ledek Galuh.


"Ayolah, jangan bahas Akbar terus. sekarang ya lu nikmati saja dan jangan terus bahas orang lain di saat moment yang gua suka." Balas Rabella yang mulai bad mood.


"Haha, oke deh. yasudah jangan ngambek ya, gua akan memberikan sensasi berbeda yang pasti akan selalu lu ingat." Ucap Galuh sambil tersenyum.


Lalu Galuh pun melanjutkan permainan nya dengan sensasi yang belum pernah Rabella rasakan. hingga suara erangan dari kedua nya pun terdengar.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2