Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Aku tidak mencintai mu


__ADS_3

Singkat cerita..


Seminggu kemudian, tibalah hari pernikahan Riska dan Akbar. pesta itu berjalan sangat lah meriah.


Dan banyak sekali karyawati yang patah hati karena kini bos ganteng mereka sudah menikah dengan skertaris nya.


"Selamat hari pernikahan ya Akbar, Riska. semoga cepat dapat momongan dan doakan juga gua dan Nata cepat menyusul hehe." Ucap Salim.


"Aamiin, kita saling doakan ya Kak Salim." Balas Riska.


Dan setelah pesta itu berakhir, Akbar pun menggendong Riska menuju kamar pengantin karena itu sudah tradisi dari keluarga Bunda Dele dan Mr. laurent.


Awal nya memang Akbar begitu baik pada Riska hingga membuatnya begitu sangat jatuh cinta. namun ketika sampai di kamar, Akbar langsung mengunci pintu dan melempar Riska begitu saja ke bawah lantai tanpa mempedulikan nya.


"Brak!!" Gema suara Riska yang terjatuh.


"Ehm, Akbar kok kamu jatuhkan aku di lantai?, ini sangat sakit." Ucap Riska sambil memegangi perut sebelah kiri nya karena ia jatuh dengan posisi yang tidak bersahabat.


"Gua menikahi lu hanya untuk membuat Bunda senang saja. karena Bunda selalu memaksa gua untuk menikah dengan lu, yasudah sekarang gua sudah menikah maka tugas gua sudah selesai bukan?" Balas Akbar.


"Jadi kamu tidak mencintai ku Bar?" Tanya Riska lalu mencoba berdiri.


"Gua cuma mau balas dendam pada lu Ris, karena lu hidup gua jdi di atur terus sama Bunda." Jawab Akbar.


Lalu Riska pun merasa bersalah, andai ia tau sebelum nya kalau Akbar tidak mencintai nya, mungkin Riska akan mundur dan tidak akan menerima pernikahan ini.


"Aku minta maaf jika karena ku kamu jadi begini. tapi kini aku sudah menjadi istri mu bukan?, kita bisa berbagi cerita dan bisa berbagi apapun kan jadi kamu jangan merasa terpaksa lagi." Ucap Riska lalu melangkah pelan walau ulu ati nya terasa sakit.


"Haha kata siapa?, gua membenci lu Ris dan akan selalu begitu, gua mau lu tidur di lantai dan tidak boleh memakai alas apapun. dan selama lu jadi istri gua, gua mau lu tunduk dengan semua perintah gua." Balas Akbar.


"Apa kamu setega itu Akbar sama aku?" Tanya Riska.


"Gua tidak peduli." Jawab Akbar.


Lalu Akbar pun beranjak ke kamar mandi dan ganti baju. sedangkan Riska, dia langsung membuka baju nya dan mengambil pakaian di koper lalu memakainya.


Dan ketika Riska hendak membuka riasan di kepala nya, tiba-tiba Akbar datang dan langsung membantu Riska melepaskan riasan di kepala Riska. namun dengan sengaja Akbar menusukkan sebuah jepit rambut di punggung Riska hingga berdarah.


"Aw Akbar sakit." Teriak Riska.

__ADS_1


Lalu Bunda yang tidak sengaja mendengar jeritan Riska pun segera ke lantai atas dan mengetuk pintu kamar.


"Akbar, Riska, ada apa nak?" Tanya Bunda Dele.


"Tidak ada apa-apa Bun, ist kamu si main nya kasar noh kan Bunda jadi terganggu." Jawab Riska sambil menutupi kebenaran.


"Hais pelan-pelan dong Akbar kasian kan Riska nya hihi." Ucap Bunda Dele lalu pergi.


Lalu Bunda Dele pun tersenyum karena mengira Riska dan Akbar tengah bermalam pertama. sedangkan Akbar yang melihat Riska menutupi kesalahan nya pun langsung menarik jepit rambut itu dan tidur di atas kasur tanpa menghiraukan Riska.


Setelah melepas riasan, Riska pun menyisir rambut nya dan mendekat pada Akbar yang tengah berpura-pura tidur.


"Selamat malam Suami ku, mimpi indah ya." Bisik Riska lalu mengelus rambut Akbar dan berbaring di lantai tanpa sehelai alas.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Lalu malam pun semakin larut, Akbar yang masih terjaga pun tidak tenang karena terus memikirkan Riska yang tengah tidur di lantai tanpa alas apapun.


Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membalikkan tubuh nya dan menoleh melihat Riska yang tengah tertidur walau kadang ringisan di wajah nya nampak terlihat, yang membuat Akbar bingung karena mimik wajah Riska yang kadang meringis.


"Ehm.. apa gua keterlaluan ya menghukum Riska?, tapi kan ini memang pantas untuk nya." Ucap batin Akbar yang bertanya-tanya.


"Bunda, Ayah, aku rindu kalian. ehm sakit juga lebih sakit tanpa kalian " Ringis Riska dalam mengigau nya sambil memegang kepala nya.


Lalu Akbar yang panik pun segera beranjak turun dan mencoba membangunkan Riska.


"Ris bangun Riska." Ucap Akbar yang khawatir.


"Akbar.. ehm.." Balas Riska dengan lirih lalu membuka mata nya pelan-pelan.


"Lu kenapa Ris?, kenapa mengganggu gua tidur?" Tanya Akbar sambil menyembunyikan rasa khawatir nya.


"Maaf, kamu terganggu ya?. maaf ya aku lupa minum obat tadi." Jawab Akbar.


"Lain kali minum obat nya dengan tepat jangan menyusahkan gua dan mengganggu gua!" Bentak Akbar lalu kembali beranjak lagi ke tempat tidur nya.


Lalu Riska pun hanya diam dan segera beranjak ke koper nya untuk mengambil obat dan meminum nya. setelah itu, dia pun berdiri di jendela sambil melihat bintang.


"Ehm.. Tuhan, apa aku ini tidak pantas bahagia ya?. kenapa Akbar jadi seperti ini pada ku?, sedangkan kemarin dia sangat baik. apa dia sangat terpaksa dan tertekan ya karena telah menikah dengan ku tanpa mencintai ku?." Ucap Riska sambil menatap bintang di langit.

__ADS_1


"Oh ya Tuhan, tolong sampaikan pada Ayah dan Bunda ya kalau sekarang aju sudah menikah dengan Ceo seperti impian ku saat kecil hehe, Ceo tampan yang baik hati dan putri kecil yang bahagia." Ucap Riska lagi lalu menunduk dan tersenyum.


Lalu Akbar yang mendengar itu pun tidak tega melihat Riska yang menahan tangis nya walau nampak terlihat di wajah nya kalau ia bersedih.


"Ayo Riska, sudah malam. nanti Akbar terganggu lagi. mening tidur hehe." Ucap Riska lalu menghanpiri Akbar yang pura-pura tidur.


"Aku janji akan menjadi istri yang berbakti, dan aku janji tidak akan membuat mu malu atau menyusahkan mu karena penyakit dan hobby ku" Ucap Riska lalu kembali tidur di lantai.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Pagi tiba, dimana burung sudah berkicau membangunkan Akbar dari tidur nya. lalu sebelum beranjak, dia pun melihat Riska yang nampak pucat.


"Kok Riska pucat banget ya." Ucap batin Akbar.


Lalu Akbar pun segera mengecheck keadaan Riska yang dingin di seluruh tubuh nya serta menggigil.


"Riska lu demam?, bangun Ris ayo minum obat dulu." Ucap Akbar yang kembali peduli pada Riska.


"A.. aku baik-baik saja Akbar, tidak usah khawatir. oh ya kamu mau aku buatkan sarapan apa?" Balas Riska lalu mencoba bangun dari tidur nya.


"Tidak usah buatkan gua apapun, dan jangan berpura-pura. ayo naik ke kasur dan istirahat di sana." Titah Akbar.


Lalu Riska pun beranjak namun terjatuh lemas karena kepala nya sangat pusing. dan dalam seketika, Akbar pun langsung menggendong Riska dan membaringkan nya di atas kasur.


"Tunggu sini ya. gua panggil Bunda dulu sebentar." Ucap Akbar lalu keluar kamar.


Setelah Akbar memanggil Bunda Dele, dia pun kembali ke kamar bersama Bunda Dele dan pelayan nya yang langsung menaruh sarapan di atas meja.


"Sayang, kamu pasti kecapean ya?, ehm yuk sarapan dulu nanti minum obat ya." Ucap Bunda Dele yang kemudian membantu Riska duduk bersandar dan menyuapi nya.


"Semalam bagaimana?, Akbar main nya pasti nakal ya sampai kamu kecapean begini haha." Ejek Bunda.


"Hehe Bunda bisa saja. Akbar tidak nakal kok Bun, dia melakukan nya dengan baik dan lembut aku menyukai nya." Balas Riska lalu tersenyum kepada Akbar.


Lalu Bunda Dele pun berbincang dengan Riska sambil merawat Riska, sedangkan Akbar hanya melihat mereka dari kejauhan sambil berbincang dengan isi hati nya.


"Riska begitu ceria dan baik, walau gua menyiksa nya namun dia tetap menutupi kesalahan gua ke Bunda. ehm.. kenapa si gua tidak suka dengan wanita sebaik dia dan kenapa gua harus ada dendam hanya karena menikah secara terpaksa." Ucap batin Akbar.


Dan seterusnya dari itu, Akbar pun hanya bisa berkata dalam hati namun tidak mengungkapkan apa isi hati nya pada Riska maupun Bunda Dele dengan jujur.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2