Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Coba lihat sekali saja


__ADS_3

Dan setelah satu jam perjalanan mereka tempuh, kini Akbar dan Riska sudah sampai di rumah Pratama. dan dengan paksa lagi Akbar turun dari mobil lalu menarik tangan Riska dengan kasar ke dalam rumah.


Lalu Galuh dan Bunda Dele yang melihat hal itu pun segera berlari panik. kemudian Akbar pun mendorong Riska hingga ia jatuh ke pelukan Galuh.


"Ada apa ini Bar?." Tanya Galuh yang menahan tubuh lemas Riska.


"Dia pantas mendapatkan semua itu karena ia sudah ceroboh menjaga calon anak gua." Jawab Akbar yang kemudian langsung pergi menaiki tangga.


"Bunda, aku mual." Ucap Riska dengan lemas.


"Ayo nak, kita ke kamar mandi dulu ya, biar Bunda bantu." Balas Bunda Dele.


Lalu Riska pun ke kamar mandi di bantu oleh Bunda Dele. sedangkan Galuh yang kesal dengan tingkah laku Akbar pun segera menaiki anak tangga dan menggedor-gedor pintu kamar Akbar.


"Apa si!." Bentak Akbar yang langsung membuka pintu dengan kasar.


"Dasar cowok tol*l!, istri lu lagi hamil tapi lu malah memperlakukannya dengan kasar!" Bentak Galuh.


"Dia pantas mendapatkan semua itu." Balas Akbar dengan santai sambil melepas jas nya.


"Riska tidaklah pantas di perlakukan seperti itu, apa yang sebenarnya terjadi hingga lu tega melakukan hal rendah ini hah!?." Tanya Galuh sambil menahan emosi nya yang mulai terpancing.


"Dia tidak becus menjaga calon bayi gua." Jawab Akbar.


"Asal lu tau Bar, dia banyak berjuang hanya untuk menjaga kandungan nya. ia rela kuat menahan sakit pada penyakitnya agar bayi nya bisa lahir, ia rela berjalan kaki untuk menjaga kestabilan kondisi nya, bahkan sampai detik ini pun ia masih bisa menjaga kandungan nya dengan baik Bar, apa itu belum cukup untuk membuktikan kalau ia tidaklah gagal?." Tanya Galuh.


"Banyak ngomong lu Gal." Jawab Akbar.


"Bukan gua banyak ngomong Bar, ayo ikut gua!." Ucap Galuh yang langsung menarik paksa tangan Akbar.


"Beg*, lu mau bawa gua kemana hah!." Bentak Akbar sambil memberontak.


"Diem lu njer!." Balas Galuh yang terus menarik paksa Akbar.

__ADS_1


Kemudian Galuh pun berhenti melangkah di depan kamar mandi yang sedikit terbuka. lalu Akbar dan Galuh pun melihat Riska yang memuntahkan seisi perut nya ke toilet dan duduk di lantai sambil menggenggam tangan Bunda Dele.


"Bunda, aku masih mual, tapi kaki aku lemas, perut aku juga sakit Bunda." Ucap Riska sambil menggenggam tangan Bunda Dele.


"Sabar sayang, ayo Bunda bantu ya." Balas Bunda Dele yang sabar membantu Riska kembali.


Lalu Galuh pun melepaskan tangan Akbar yang sedari tadi ia pegang dengan kasar sambil meneteskan air mata.


"Lu lihat Bar, apa kondisi Riska seperti ini ketika di rumah sakit tadi hah?." Tanya Galuh.


"Tidak" Jawab Akbar yang mematung melihat Riska yang kesakitan.


"Coba Bar... sekali saja lu lihat perjuangan Riska." Ucap Galuh lagi.


"Huek... huek.."


Riska kembali memuntahkan isi perut nya ketika Galuh mencoba menyadarkan Akbar. lalu Bunda Dele segera menekan tombol flush dan menutup toilet itu.


Kemudian Riska bersandar dengan keringat yang bercucuran. lalu Bunda Dele bertanya sedikit mengenai kronologi yang sebenarnya hingga Riska bisa seperti ini sambil mengelal keringat Riska dengan hand thowel.


Riska mencoba mengingat kejadian tadi lalu menjawab pertanyaan Bunda Dele.


"Aku tersandung kaki ku saat di toko Bunda, untung saja tidak mengenai calon cucu Bunda. tapi tangan aku cedera begitu pula paha dan pinggang ku." Jawab Riska.


"Jika hanya begitu, tidak mungkin sampai seperti ini Nak. tolong jujur ada apa sampai kamu mual hebat dan juga lemas begini nak?." Tanya Bunda Dele lagi.


"Ehm.. Akbar kesal pada ku lalu membawa mobil dengan sangat cepat, aku terumbang-ambing hingga membuat kepala ku sakit dan aku mual. perut aku juga ikutan sakit karena polisi tidur juga tidak di hiraukan Akbar Bunda." Jawab Riska yang sebenarnya takut untuk jujur.


"Tapi Bunda jangan marah ya, Akbar seperti itu juga pasti karena aku. aku tidak becus menjaga kandungan ini, dan benar kata Akbar, mungkin aku tidaklah pantas menjadi seorang Ibu hehe." Sambung Riska sambil tertawa kecil.


"Sudahlah Bunda, ayo ke kamar saja. aku mau istirahat sejenak boleh kan Bunda?." Tanya Riska.


"I.. iya sayang." Jawab Bunda Dele yang masih tidak percaya dengan perlakuan Akbar.

__ADS_1


Lalu Bunda Dele pun membantu Riska menuju kamar nya. sedangkan Akbar dan Galuh langsung bersembunyi di balik dinding.


Hingga saat Bunda dan Riska sudah mulai menjauh, Galuh pun bertanya lagi pada Akbar.


"Bar, apakah setelah Riska melakukan ini lu masih tidak melihat adanya kasih sayang tulus dimata nya?" Tanya Galuh.


"Astagfirullah" Jawab Akbar yang tersadar dari kesetanan nya.


"Kenapa Bar?, lu sudah sadar sekarang hah?." Tanya Galuh lagi.


"Thanks sudah menyadarkan gua Galuh, entah kenapa gua selalu saja di rendam emosi kalau ada kesalahan, dan kali ini gua seperti mengulang memory lama yang tidak seharusnya terulang kembali." Jawab Akbar.


"Sudah tugas gua Bar, sekarang lebih baik lu temui Riska dan minta maaf." Titah Galuh.


Lalu tanpa pikir panjang lagi, Akbar pun bergegas pergi untuk menemui Riska yang kini baru saja memejamkan mata karena kepala nya sangat pening akibat laju mobil yang kencang tadi.


Di saat Akbar hendak mengetuk kamar, Bunda Dele pun keluar dan langsung mendorong pelan tubuh Akbar lalu menatap nya dengan tajam.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan Nak?." Tanya Bunda Dele.


"Maaf Bunda, bukan maksudku seperti itu, aku hanya terendam emosi akibat rasa khawatir yang berlebihan." Jawab Akbar sambil menunduk.


"Khawatir boleh, tapi perlakuan mu terhadap Riska itu tidaklah wajar Nak. harusnya kamu tanya kondisi nya bukan malah memarahi nya lalu membawa paksa ia pulang dengan hukuman yang kini membuatnya semakin drop." Ucap Bunda Dele yang sedikit menasehati Akbar.


"Yasudah masuklah ke dalam, luka bekas infus sudah Bunda perban, Bunda juga sudah siapkan air kompresan untuk paha dan pinggang Riska yang memar, dan memakaikan gift baru untuk tangan Riska yang cedera agar ia lebih nyaman. sekarang kamu minta maaflah pada Riska dan jangan ulangi kesalahan yang sama karena Bunda tidak pernah mengajarkan kamu untuk menyakiti apalagi merendahkan wanita." Titah Bunda Dele.


"Baik Bunda, terimakasih dan aku minta maaf sudah membuat nama Bunda jelek di mata menantu Bunda, aku juga minta maaf karena sudah lalai dalam ucapan." Balas Akbar yang langsung mencium tangan Bunda Dele.


"Tidak apa-apa Nak, sekarang kamu tebus saja kesalahan mu dan jangan ulangi hal yang sama ya Nak." Ucap Bunda Dele.


"Terimakasih Bunda." Balas Akbar.


Kemudian Bunda Dele pun pergi meninggalkan Akbar yang kini tengah masuk ke dalam kamar untuk menebus kesalahan nya pada Riska.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2