Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Khawatir yang hadir kembali


__ADS_3

Di kala sekarat nya, Riska menggenggam tangan Akbar dan tersenyum.


"Aku begini karena tidak mau melukai kalian, tapi jika memang hadirku itu memyiksa, semoga dengan kepergian ku akan terlahir bahagia.' ucap Riska.


"Tidak Riska.. tidak.." Balas Akbar.


Lalu Akbar segera membawa Riska ke rumah sakit, namun Jantung Riska sudah benar-benar tidak berdetak sebelum sampao di rumah sakit.


Hingga saat di rumah sakit itu Dokter mengucapkan pada Akbar kalau Riska sudah tidak bernyawa, namun Akbar terus berontak agar Dokter melakukan apapun untuk Riska selamat.


"Tuan, anda harus menerima kenyataan kalau Nona sudahlah tidak bernyawa. jantung Nona sudah tidak berdetak lagi Tuan." Ucap Dokter upaya memberitahu Akbar.


"Lalukan apapun Dok, tranfurtasi jantung atau apapun tolong lakukan. saya mau istri saya selamat." Balas Akbar dengan pikiran kacau nya.


Lalu Dokter pun mencoba menuruti perintah Akbar, bahkan melakukan segala cara sebelum sel jantung dan syaraf pada jantung Riska benar-benar tidak berfungsi.


Sedangkan di sisi lain, Reival yang tengah bertarung pun berhasil mengalahkan Qasid hingga ada satu pukulan vatal yang Reival buat di bagian lengan nya.


"Lu kesini berani nantangin gua, lu gak tau siapa gua dan lu juga gak tau lagi berhadapan sama siapa. sekarang lu gua kasih kesempatan, tapi sekali lagi lu sakitin Aidha, gua gak akan kasih ampun." Ancam Reival lalu pergi keluar Ring.


"Cabut.." Titah Qasid yang kesal.


Lantas Qasid pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan nya, sedangkan Reival pergi menghampiri Tuan Laurent yang menunggu nya.


"Loh Grandfa, Mam mana?." Tanya Reival yang sudah tidak mendapati adanya Riska.


"Pergi Nak, ada urusan katanya." Jawab Tuan Laurent.


"Grandpa, hari ini itu tidak ada jadwal apapun di kantor maupun toko bunga, pasti ada yang gak beres." Ucap Reival yang benar-benar khwatir.


"Val, kamu jangan khawatir. mungkin saja Mama ada urusan dadakan." Balas Tuan Laurent yang mencoba menenangkan Reival.

__ADS_1


"Gak bisa Grandfa, firasat ku tidak enak" Ucap Reival yang benar-benar mantap dengan firasat nya.


Lalu Tuan Laurent pun tidak bisa mencegah Reival untuk tetap mencari Riska. karena sebelumnya Reival sudah memasangkan gps di handphone Riska, jadi itu bisa memudahkan nya mencari keberadaan Riska.


.......


Satu jam Reival mencari Riska, kini ia pun berhenti di rumah sakit dan segera menanyakan pasien atas nama Riska. dan setelah ia mendapatkan informasi, ia segera bergegas pergi menuju ICU.


Namun sebelum sampai di sana, Reival melihat salah satu pintu terbuka dan mendapati Aidha yang sedang beranjak dari brangkar dengan lemas. sehingga langkah Reival pun harus terhenti setelah melihat itu adalah Aidha.


"Permisi Ai.. apa itu kamu." Ucap Reival yang kemudian langsung masuk tanpa izin.


"Kak Val, kamu kok ada di sini." Jawab Aidha.


"Aku sedang mencari Mama, kamu sedang apa di sini?, dan dimana Ayah mu?, kenapa kamu hanya sendirian." Tanya Reival dengan detail sambil membantu Aidha melangkah.


"Papa belum kembali, dan Om Salim harus ke kantor karena ada hal penting. lalu aku ingin pipis tapi Suster lama sekali datang." Jawab Aidha.


Setelah itu, Reival menunggu di luar kamar mandi. kemudian setelah Aidha keluar, ia langsung menggendong nya menuju brangkar.


"Ehm.. yasudah aku buru-buru ya Ai, jaga diri kamu baik-baik. dan maaf aku tidak bisa menemani kamu karena Mama pasti membutuhkan aku." Ucap Reival yang kemudian pergi meninggalkan Aidha.


Lalu ketika Reival sudah pergi, Aidha pun berpikir sejenak karena Reival tidak mungkin fanik jika Riska ada di rumah sakit tanpa masalah yang serius.


Namun sementara itu, Reival yang sampai di ICU pun kaget mendapati Akbar yang benar-benar sedang prustasi.


"Om kenapa ada di sini?, oh ya Mama baik-baik saja kan Om?, so baju Om kenapa penuh darah?, om jawab tolong.." Tanya Reival yang Fanik dengan wajah ketakutannya.


Lalu ketika Akbar hendak menjawab, Dokter pun keluar ruangan sebelum sempat Akbar menjawab pertanyaan Reival.


"Dok bagaimana keadaan Riska?." Tanya Akbar.

__ADS_1


"Alhamdulillah oprasi nya berjalan dengan lancar, jantung yang di pasangkan pada Nona pun tidak memiliki masalah apapun." Jawab Dokter.


"Jantung?, apa yang sebenarnya terjadi di sini Dok?" Tanya Reival.


"Nona mendapati satu peluru yang tembus ke jantung nya sehingga tidak dapat di prediksi apakah ia akan bertahan atau tidak. Namun Nona selalu kuat, ia bisa melewati masa kritisnya dengan baik meskipun ia tengah dj nafas yang paling ujung." Jawab Dokter menjelaskan.


"Peluru!!, om bisa jelaskan kepadaku hah?." Tanya Reival yang langsung mencurigai Akbar.


"Lebih baik masalah ini di selesaikan secara kekeluargaan ya Tuan dan Tuan Muda, karena kebisingan bisa menganggu pasien di sini." Ucap Dokter.


Lalu mereka berdua meminta maaf pada Dokter, kemudian Dokter pun pergi meninggalkan mereka. sedangkan Riska yang masih berjuang pun segera di pindahkan ke ruang inap vip.


Dan di sana, Reival langsung mengecup tangan Riska sambil terus-terusan menangis tidak percaya dengan semua ini.


"Bisa jelaskan pada ku Om?." Tanya Reival yang masih teguh dengan rasa curiga nya.


"Baiklah, Riska tertembak peluru dari pistol ku karena ia sendiri yang menembakkannya." Jawab Akbar.


"Mama pasti ada alasan atas itu semua Om, dan ya, Mama gak akan cari masalah jika ia tidak di sakiti. namun aku tidak mau tau alasan kalian bertengkar apa, sekarang pergilah pada Aidha, karena dia membutuhkan mu di banding Mama ku." Titah Reival.


Lantas, Akbar pun pergi meninggalkan ruang rawat Riska, kemudian, Akbar menemui Aidha dan mengobrol sedikit. Namun ketika Aidha menanyakan keberadaan Riska, Akbar pun tidaklah jujur pada Aidha kalau Riska di rawat di sini juga.


"Pah, kok diem saja." Ucap Aidha.


"Tidak apa-apa Nak, kamu istirahat lah, nanti kalau sudah waktunya makan Papa bangunkan." Balas Akbar mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah Pah, selamat istirahat." Ucap Aidha.


Kemudian Akbar mengecup kening Aidha dan menyelimuti Aidha. namun pikirannya kacau, bahkan terlalih terus dengan Riska.


Hingga ia memutuskan untuk pergi ke kamar Riska dan terus bergantian sambil menjaga Aidha juga. hingga Reival pun mematikan lampu ruangan karena Risih.

__ADS_1


Bersmabung


__ADS_2