Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
100


__ADS_3

Satu minggu lebih berada di rumah sakit, Keyla akhirnya merasa lebih bugar, perempuan itu juga sudah berjalan-jalan di taman rumah sakit.


Perempuan itu ditemani oleh Alexi dan mereka kemudian duduk di sebuah bangku panjang yang terletak di taman tersebut untuk beristirahat setelah berkeliling di taman.


"Sekarang kau terlihat lebih baik, Aku harap hatimu juga baik-baik saja," kata Alexis sembari memperhatikan perempuan di sampingnya yang tampak tersenyum menatap ke arah langit yang cerah.


"Ya,, Aku harap begitu," jawab Keyla.


"Aku sudah lama menemanimu, tapi kau tidak pernah menceritakan masalahmu pada ku, Apakah sangat berat sampai kau tidak bisa menceritakannya?" Tanya Alexi yang mendapat misi dari pria yang membayarnya untuk memancing perempuan itu mengatakan apa yang ada di pikiran perempuan itu.


Keyla yang mendengarkan ucapan Alexi pun menatap Alexi, "hm,," Keyla tersenyum, "sepertinya apa yang kau katakan di apartemen itu benar, aku mengalami kedua masalah yang kau sebutkan. Aku membenci seseorang sehingga hatiku menjadi begitu sakit, tapi aku juga mencintai seseorang yang mencintai orang lain hingga membuatku semakin sakit.

__ADS_1


"Tapi beberapa hari di rumah sakit Aku mulai sadar kalau aku harus mengikuti apa yang kau katakan. Berdamai dengan orang yang kubenci, dan mulai sekarang Aku akan berusaha untuk membuka hatiku berpaling dari pria yang tidak bisa kumiliki.


"Tapi,, ini konyol, aku sudah bertahun-tahun bersama-sama dengan pria itu, tapi aku baru menyadari peri perasaanku saat ini, ternyata aku sudah jatuh cinta." Kata Kayla sembari menghela nafas dan kembali mengukir sebuah senyuman di wajahnya.


Diam sudah bertekad, bahwa mulai saat ini dia tidak akan pernah menyakiti dirinya sendiri dan hanya ingin membahagiakan dirinya.


Kalau ingin bahagia, maka dia harus menerima semua keadaan, mengikhlaskan Genta dan berdamai dengan segala sesuatu yang membuatnya bersedih.


Tetapi karena Keyla belum mengetahui tentang kehamilannya Sebab mereka dilarang memberitahu perempuan itu, maka aleksi merasa cemas bahwa mungkin saja perempuan itu akan kembali sakit hati ketika dia sudah mengetahui fakta kehamilannya.


"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Keyla saat iya melihat pria di depannya memotong ucapannya sendiri, dan tidak lanjut lagi berbicara setelah beberapa saat Kayla menunggu kata-kata keluar dari mulut pria itu.

__ADS_1


"Ahh,," Alexi langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari berpikir apa yang harus ia katakan sampai akhirnya pria itu pun berkata, "itu,, Kenapa kau tidak bisa bersama-sama dengan pria yang kau sukai?"


"Ahh,," Keyla kembali menatap langit, dan dia berusaha menenangkan hatinya yang kini terganggu lagi dengan pertanyaan itu, namun karena berpikir bahwa dia harus menerima kenyataan agar dia bisa kuat maka perempuan itu pun berkata, "itu karena dia akan segera menikah."


Jawaban Keyla langsung membuat aleksi melototkan matanya menatap perempuan di depannya,, pria yang kemungkinan besar adalah Ayah dari anak yang dikandung perempuan itu akan menikah dengan perempuan lain???


"Itu,, Kalau begitu, Kau harus memperjuangkannya!! Selama pria itu belum menikah , maka kau masih bisa melakukan apapun untuk mendapatkannya! Aku bahkan bisa membantumu untuk menggagalkan pernikahan mereka!!!" Kata Alexi dengan penuh percaya diri sebab pria itu memiliki sebuah penyokong dari belakang sehingga dia bisa melakukan apapun asalkan masalah itu berkaitan dengan melindungi perempuan yang ada bersama-sama dengannya.


Tetapi Kayla yang mendengarkannya, perempuan itu tersenyum kembali menatap Alexi, "hm, Jangan berbicara macam-macam, pria yang kusuka itu tidak akan bisa bersama-sama denganku," jawab Keyla.


"Kenapa?" Kembali tanya Alexi yang benar-benar tidak bisa membuat bayi yang ada di kandungan perempuan itu lahir tanpa seorang ayah di sisinya.

__ADS_1


__ADS_2